Ananda Dwi Septian, Petani Muda Dari Purwakarta

Roda kehidupan terus berputar, seseorang yang sempat di bawah akan mengalami masa di atas. Apapun kondisinya fase kehidupan arus tetap dijalani. Terpenting, terus mendulang prestasi. Hal ini dilakukan seorang pemuda asal kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Ananda Dwi Septian akrab disapa Boti. Pria berusia 24 tahun itu sukses menjadi seorang petani. Boti awalnya bekerja di perusahaan tidak kurang dari satu tahun setengah, kemudian memutuskan mengundurkan diri dan membuka usaha isi ulang pulsa seluler untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak berselang lama, Boti memilih terjun sebagai seorang petani memanfaatkan lahan milik orang tuanya.Tak disangka, rezekinya justru mengalir deras dari profesi barunya tersebut. Boti mengaku, dalam jangka waktu tiga tahun terakhir, dirinya bisa menghasilkan keuntungan minimal Rp7 juta per bulan dari hasil bertani. “Dulu pernah bekerja di pabrik. Saat itu, penghasilan saya di bawah Rp4 juta. Memang, saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga tapi tidak bisa menabung,” ujar dia, Sabtu (28/12/2019). Dia bercerita, awalnya dirinya tidak berniat terjun ke dunia pertanian, namun setelah bergaul dengan Himpunan Pemuda Tani Purwakarta (Hidata), dia merasa terdorong menggeluti usaha pertanian dengan modal Rp3.500.000 hasil dirinya menabung. Mengawali terjun ke pertanian sempat dilarang kedua orang tua dengan alasan dianggap kurang menguntungkan dari sisi ekonomi. Namun, dirinya nekat memanfaatkan lahan seluas 5.000 meter persegi milik orang tuanya untuk dijadikan ladang penghasilan barunya. “Dulu tidak direstui. Sekarang justru keluarga saya yang lain jadi ikut bertani seperti saya, bahkan mereka belajar dari saya,” kata dia. Boti memilih bertani berbagai jenis sayuran seperti mentimun, cabai, hingga kacang panjang. Hasil produksinya sudah bisa masuk ke pasar-pasar modern di dalam dan luar daerahnya. Sisanya, dibeli oleh tengkulak. “Produk saya belum bisa masuk standar ke supermarket. Soalnya baru kelas B, yang diterima kelas A,” ucap Boti. Boti mengajak kepada para pemuda untuk tidak ragu bertani karena hasilnya cukup menjanjikan tidak kalah dengan bekerja di luar.