Anggota TNI Ini Sukses Jadi Petani Kelengkeng Setelah Satu Kaki Terkena Ranjau

Meskipun dengan satu kaki, anggota TNI bernama Mugiyanto ini tetap semangat menjadi petani. Ia memilih menjadi petani kelengkeng yang sukses hasilkan puluhan ton kelengkeng setiap tahun

Tidak ada yang tahu kapan musibah datang, termasuk bagi Mugiyanto. Anggota TNI yang harus rela kehilangan satu kakinya setelah terkena ranjau saat bertugas di Ambon. Namun hal ini tak membuatnya putus asa.

Meskipun fisiknya sudah tak sempurna, tapi Mugiyanto sadar ia harus tetap menjalani hidup. Ia pun memilih menjadi petani buah setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Kementrian Pertanian RI.

Kisah Mugiyanto ini dirangkum dalam video yang diunggah di channel youtube Kementrian Pertanian RI. Selain memberi semangat, Mugiyanto juga menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang.

Pria dengan pangkat Serda ini setiap hari sibuk mengurus ratusan pohon kelengkeng di kebun Borobudur. Kebun buah yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini menjadi saksi dari perjuangan Mugiyanto.

“Tahun 2000 saya kecelakaan saat tugas di Ambon. Saya terkena ranjau di sana, sekarang ini saya menggunakan kaki palsu,” kata Mugiyanto.

Di kebun ini setidaknya ada 250 pohon kelengkeng jenis Kateki yang ia rawat. Kelengkeng ini termasuk jenis terbaik dan unggulan di Indonesia. Buahnya manis, berukuran besar dan bisa dipanen sepanjang tahun tanpa kenal musim.

Kelengkeng yang ditanam Mugiyanto ini termasuk varietas super, dalam satu tangkai bisa menghasilkan buah seberat 3-5 kilogram. Inilah yang membuat banyak Mugiyanto semakin semangat bertani.

Dalam setahun, kebun ini bisa menghasilkan hingga 50 ton buah kelengkeng. Ia mengaku sama sekali tidak kesulitan memasarkan buah ini karena pasarnya sangat terbuka lebar.

Selain menjual langsung ke pasaran, Mugiyanto juga membuka kebunnya ini sebagai sarana agro wisata. Siapapun boleh datang, memetik kelengkeng dan membeli serta menjadikan buah ini sebagai oleh-oleh. Mugiyanto juga membuka sarana edukasi bagi orang-orang yang mau mencoba bertani kelengkeng.

“Petani itu tidak kotor. Petani itu penghasilannya sangat luar biasa.
Jangan malu dikatakan anak muda sebagai petani. Petani itu sangat menjanjikan,” ujar Mugiyanto.

Dalam sekali panen kelengkeng, Mugiyanto bahkan bisa mengantongi hingga 500 juta. Dari sini ia menyebarkan semangat pada orang-orang agar jangan memandang remeh profesi sebagai petani.

Sumber: https://food.detik.com/info-kuliner/d-5356558/anggota-tni-ini-sukses-jadi-petani-kelengkeng-setelah-satu-kaki-terkena-ranjau

Mengenal Lebih Dekat Kelengkeng Super Sleman, Bisa Dibudidayakan di Pesisir Pantai

Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan varietas kelengkeng unggul yang dinamai Kelengkeng Super Sleman.

“Keunggulan Kelengkeng Super Sleman ini adalah memiliki ukuran buah relatif lebih besar dengan daging buah tebal dan biji kecil,” papar peneliti Kelengkeng Super Sleman dari Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi S Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Kamis (4/2/2021), dalam rilis yang diterima Harianjogja.com. 

Kelengkeng ini potensial dibudidayakan mulai dari pesisir pantai hingga dataran menengah dengan ketinggian sekitar 700 dpl. Tak hanya itu kelengkeng yang lahir dari inovasi Budi dan Yusuf Sulaiman, S.IP., ini juga dapat dikembangkan di lahan karst.

Budi menjelaskan Kelengkeng Super Sleman telah dikembangkan sejak tahun 2015 silam. Kelengkeng ini berasal dari persilangan antara kelengkeng KD dengan kelengkeng LD. Sementara untuk pangkal stek menggunakan kelengkeng lokal.

Selain itu, kelengkeng jenis ini memiliki cita rasa manis dengan kadar gula 22-23 brix. Berat perbuah mencapai 9,74-10 gram. Adapun diameter biji 1,1-1,3 cm dan berat biji 0,96-1,53 gram.

Ditambahkan Budi, varietas Kelengkeng Super Sleman ini dapat berbuah sepanjang waktu atau tidak terpengaruh musim dengan pemberian induksi fitohormon/POC untuk pembungaan dan pembuahan. Dalam sekali panen dari satu pohon berusia 2 tahun bisa mencapai 2-4 Kg dan 3 tahun 4-6 Kg.

“Setelah umur 4 tahun akan mencapai 10-25 kg/pohon tergantung jumlah pembungaan dan penyerbukan menjadi buah,” terang Dekan Fakultas Biologi UGM ini.

Kelengkeng Super Sleman ini memiliki pangsa pasar yang luas untuk dibudidayakan. Varietas ini juga telah lama dibudidayakan oleh masyarakat binaan Fakultas Biologi UGM di Condongcatur Sleman, Kemadang Gunungkidul, Hargowilis Kulonprogo, serta Balikpapan Kalimantan Timur.

Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/02/05/512/1062749/mengenal-lebih-dekat-kelengkeng-super-sleman-bisa-dibudidayakan-di-pesisir-pantai

Pandemic Covid-19? Pertanian Tidak Boleh Berhenti Berinovasi


Pertanian
 tidak boleh berhenti dan inovasi teknologi hasil karya anak bangsa harus terus dihilirkan ke pelaku utama dan pelaku pertanian secara umum, tegas Steivie Karouw Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara.

BPTP Sulut, sebagai sumber inovasi teknologi pertanian (ITP) spesifik local di Sulawesi Utara, terus hadir dan memberikan pelayanan sesuai dengan tugas dan funsinya, untuk pertanian Sulawesi Utara. Dan saya tegaskan pada para pengkaji, untuk ITP spesifik local Sulut, kita harus jadi solusinya.

Ditengah new normal baru karena C19, kita bersyukur karena kegiatan pertanian di Sulawesi Utara terus bergerek, penuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh kita lihat, petani hortikultura di daerah Tompaso yang terus bergiat hasilkan pangan dalam keterbatasan C19.Demikian dengan di Remboken Bawang merah dan Cabe.

Lanjut Karouw, saat ini BPTP Sulawesi Utara bekerjasama dengan Bank Indonesia. BPTP mengkaji varietas unggul baru Bawang Merah. Hasil karya anak bangsa di Balitbangtan Kementerian Pertanian ini, diharapkan akan perkaya koleksi bawang local yang adaptive di Sulut. Varietas baru yang sedang di kaji yaitu: Bima Brebes, Batu Ijo, Tajuk.

Vareitas-varietas ini secara umum sesuai dengan deskripsinya memiliki keunggulan. Bahkan untuk Brebes dan Tajuk, sudah pernah kami hasilkan benihnya. Namun,keterbatasan BPTP dalam hilirisasi jadi kendala. Hadirnya BI dan meminta  pendampingan ITP kami sambut baik. Kegiatan ini akan percepat hilirisasi ITP dan diharapkan keunggulan-keunggulan Varietas baru ini, dapat berkontribusi bagi petani di Sulawesi Utara, tutur Steivie.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maumbi Jaya, Hanny Pantouw yang didampingi oleh anggotanya apresiasi BPTP dan BI yang menjadikan Poktannya sebagai entri point pengkajian varietas baru ini. “Kami merasakan manfaat dari inovasi teknologi bawang merah, setelah mendapatkan pendampingan dari BPTP. Harap kami agar inovasi-inovasi baru dari BPTP dapat hadir di kelompok kami”.

Peneliti Balitbangtan Olvi Tandi,SP.MSi., tegaskan bahwa dari varietas baru ini, seperti Bima Brebes memang sudah pernah dikaji di daerah Tomohon dan memberikan hasil baik. Untuk itu dengan adanya permintaan BI untuk damping teknologi Bawang Merah ini,kami sambut baik. Agar ITP Balitbangtan semakin banyak yang terhilirkan ke pelaku utama.

Pada kegiatan ini,kami melakukan di Tompaso Bawang Merah monoculture dan di Leleko Kecamatan Remboken, kami kaji Bawang Merah bersanding dengan tanaman Cabe Rawit. Nanti dari hasil ini, diharapkan dapat menjadi Solusi tumpeng sari cabe dan bawang merah.

Sumber: https://www.kompasiana.com/arnoldturang2326/601c6e47d541df1d396b45e2/inovasi-teknologi-pertanian-terus-dihilirkan-ditengah-pandemic-c19

Sudah Sebulan, Harga Cabai di Pasar Bojonegoro Alami Kenaikan

Sejak awal tahun 2021 atau sejak saat memasuki musim penghujan tahun ini, harga sejumlah komoditas khususnya harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro, alami kenaikan cukup tajam. Kondisi berbeda terjadi untuk harga bawang merah yang sempat mengalami penurunan, namun kini berangsur naik.

ADVERTISEMENTKenaikan harga cabai tersebut diduga akibat datangnya musim penghujan, sehingga produksi petani cabai mengalami penurunan karena banyak cabai yang rusak akibat terkena air hujan. Selain itu, banyak petani yang mulai beralih menaman padi, yang mengakibattkan produksi cabai atau pasokannya menurun.

Sementara, penurunan harga bawang merah akibat adanya panen raya pada akhir tahun lalu sehingga produksinya melimpah yang berdampak turunnya harga di pasar.

Di Pasar trdisional Kota Bojonegoro, harga cabai rawit sebulan lalu berkisar antara Rp 40 ribu per kilgram, sementara seminggu lalu harganya naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram, dan hingga Kamis (04/02/2021) hari ini, harganya bertahan Rp 70 ribu per kilogram.

Untuk cabai rawit hijau, sebulan lalu harganya berkisar antara Rp 35 ribu per kilgram, sementara sejak seminggu lalu naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram, dan bertahan hingga hari ini.

ADVERTISEMENTDemikian juga untuk cabai merah keriting, sebulan lalu berkisar antara Rp 35 ribu per kilgram, sementara seminggu lalu harganya naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram dan terus bertahan hingga hari ini.

Harga Cabai merah besar (lompong), sebulan lalu berkisar antara Rp 35 ribu per kilgram, seminggu lalu naik menjadi Rp 55 ribu per kilogram, dan hari ini, harganya mencapai Rp 60 ribu per kiligram.

Untuk harga bawang merah, sebulan lalu harganya sempat anjlok hingga Rp 15 ribu per kilgram, namun seminggu lalu mulai naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram, dan hari ini, harganya mencapai Rp 22 ribu per kiligram.Sementara untuk bawang putih, sejak sebulan lalu harganya relatif stabil pada kisaran Rp 20 ribu per kilgram, di mana hari ini harganya mencapai Rp 22 ribu per kiligram.ADVERTISEMENT

Salah satu pedagang di pasar tradisional Kota Bojonegoro, Hj Sumirah (55) asal Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kota, kepada awak media ini mengatakan bahwa kenaikan harga cabai tersebut tejadi sejak seminggu lalu dan hingga kini kenaikannya masih bertahan.

“Sudah seminggu harga tetap. Penyebabnya barangnya tidak ada, soalnya musim hujan ini barangnya banyak yang rusak, sehingga produksinya menurun,” kata Sumirah.Menurutnya, dengan adanya kenaikan harga tersebut berdampak pada penjualan dari masing-masing pedagang di pasar Kota Bojonegoro.

“Pembeli ya turun karena harganya mahal. Misal biasanya beli 3 kilo sekarang cuma beli 2 kilo atau bahkan 1 kilo, karena harganya mahal,” kata Sumirah.Seorang warga bernama Endang Gunawan (40), pengusaha warung makan warga Perumda Bojonegoro Kota mengaku dirinya harus pandai-pandai mengatur uang belanjaan akibat kenaikan harga cabai tersebut, karena cabai merupakan bumbu utama di warung miliknya.

ADVERTISEMENT”Biasanya kalau bawa uang 100 ribu rupiah sudah dapat macam-macam bumbu, sekarang harus dibagi-bagi. Cabai biasanya saya beli setengah kiloan, sekarang cuma beli seperempat kilo,” kata Endang.

Sumber: https://kumparan.com/beritabojonegoro/sudah-sebulan-harga-cabai-di-pasar-bojonegoro-alami-kenaikan-1v6tENDeExZ

Harga Cabai Rawit di Pasar Raya Padang Masih Mahal

Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang, Provinsi Sumbar saat ini sedang melonjak naik. Selain harga komoditas bawang merah yang sedang naik, harga cabai rawit hijau kini masih melambung tinggi di pasaran.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar melalui Kasi Perdagangan Sumbar, Jonhar, Kamis (4/2/2021), tercatat harga cabai rawit hijau masih dijual Rp80.000 per kilogram (kg).

Begitu juga harga cabai merah keriting saat ini di Pasar Raya Padang kembali naik menjadi Rp44.000 per kg, sebelumnya dikisaran Rp36.000 per kg.

Sementara sejumlah komoditas masih cenderung stabil. Seperti, beras Cap Arai Pinang Pariaman Rp10.000 per kg, beras Cisokan Solok Rp15.000 per kg, beras Cap IR-42 Muara Labuh Rp12.500 per kg, beras Cap IR- 42 Padang Rp13.500 per kg.

Beras Cap Jawa Rp14.000 per kg, beras Cap Kuraik Kusuik Bukittinggi Rp14.000 per kg, beras Cap Panda Jambi Rp12.000 per kg, dan beras Sokan Panjang Padang Rp12.000 per kg.

Gula pasir kristal putih plastik Rp13.000 per kg, minyak goreng curah plastik tanpa merek Rp12.000 per kg, minyak goreng kemasan plastik bimoli Rp15.000 per 1 liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp12.000 per 1 liter.

Daging sapi lokal (paha belakang) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging has luar Sirloin ) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging sanding lamur Brisket) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging has dalam Tanderloin) Rp120.000 per kg, daging tetelan Rp40.000 per kg, dan aging sapi lokal (daging has dalam Tenderloin ) Rp130.000 per kg.

Daging ayam ras/broiler utuh Rp42.000 per kg, daging ayam kampung utuh Rp47.000 per kg. Sementara telur ayam negeri Rp27.200 per kg, telur ayam kampung Rp42.000 per kg.

Susu bubuk lokal indomilk coklat 400 gram Rp31.000 per kg, susu bubuk lokal neste dancaw full cream 380 gram Rp43.000 susu kental manis frisian flag Rp10.000 per kg, susu kental manis indomilk Rp10.000.

Sedangkan, jagung lokal pipilan Rp6.000 per kg, tepung terigu Bogasari eceran protein sedang Rp10.000 per kg, tepung terigu Bogasari eceran protein sedang Rp8.5000 per kg, kacang kedele Rp10.000 per kg.

Bawang putih Rp24.000 per kg, bawang merah Rp26.000 per kg, ikan laut teri Rp70.000 per kg, garam bata yodium Rp1.500 per buah, garam halus yodisum Rp12.000 per kg.

Mie instan indofood indomie kuah kari ayam Rp2.500 per bungkus, kacang tanah Rp28.000 per kg, kacang hijau Rp23.000 per kg, dan ketela pohon Rp6.000 per kg.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/120391/harga-cabai-rawit-di-pasar-raya-padang-masih-mahal

Pemprov Babel Kembangkan Budi Daya Jahe Merah

Sungailiat: Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai mengembangkan budi daya jahe merah melalui pemberdayaan masyarakat di wilayah itu. Caranya yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah.


“Saat ini kami mulai mengembangkan budi daya jahe merah dengan memberdayakan masyarakat menanam di pekarangan rumahnya,” kata Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, dikutip dari Antara, Rabu, 3 Februari 2021.

Dia mengatakan pengembangan budi daya jahe merah yang dijadwalkan mulai panen pada November 2021, karena permintaan pasar baik lokal maupun nasional cukup tinggi.

“November kami perkirakan sudah panen, meskipun dengan jumlah target produksi belum dapat kami tetapkan karena masih tahap awal,” jelas gubernur.

Untuk memaksimalkan budi daya jahe agar mendapatkan produksi panen yang memuaskan, kata Gubernur, pihaknya akan menugaskan penyuluhan lapangan khusus tanaman jahe.

“Kami akan memberikan apresiasi dengan hadiah sepeda motor bagi penyuluh yang berhasil memberikan pembinaan dan pendampingan masyarakat penanam jahe dengan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Budi daya tanaman jahe cukup sederhana, karena tidak harus memerlukan lahan dengan hamparan luas, tetapi dapat dikembangkan menggunakan media tanam pot bagi warga yang memiliki lahan pekarangan rumah sempit.

“Saya cukup optimistis pemenuhan kebutuhan jahe merah yang sekarang banyak diminati masyarakat dapat tercukupi jika masyarakat bersama-sama menanam komoditi jenis ini,” ujarnya.

Tingginya permintaan jahe merah di pasar, kata Gubernur, memberikan peluang besar untuk mengembangkannya sehingga mampu membantu peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

Sumber: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ObzZzp7b-pemprov-babel-kembangkan-budi-daya-jahe-merah

Penjual Alpukat Mentega Kota Malang Curhat Pandemi Susah, Pilu Ditertibkan Satpol PP: Mau Gimana

Takin (25), satu di antara pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan HOS Cokroaminoto, Klojen, Kota Malang tak bisa apa-apa lagi ketika didatangi petugas Satpol PP Kota Malang saat melakukan patroli pada Rabu (3/2/2021).

Pria yang berjualan alpukat mentega itu diminta pergi meninggalkan tempat di mana dia menjajakan dagangannya sehari-hari.

Sembari mengemas alpukat yang dipajang di atas jok motornya, pria yang tinggal di Wonokoyo hanya menundukkan kepala saat ditemui petugas.

Petugas hanya meminta kepada Takin, dan tujuh PKL lainnya yang berjualan di Jalan HOS Cokroaminoto agar tidak berjualan di pinggir jalan.

“Tadi cuma diperingatkan kalau tidak boleh berjualan. Tapi ya mau bagaimana lagi. Sudah setahun lebih saya berjualan di sini,” ucapnya.

Pria yang tinggi di Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang ini kebingungan, apabila nanti harus mencari tempat baru untuk berjualan.

Pasalnya, penghasilan yang dia dapatkan mengalami penurunan saat pandemi virus Corona ( Covid-19 ) melanda Kota Malang hampir setahun ini.

Jika biasanya, penghasilannya mencapai Rp 250 Ribu per hari sebelum pandemi, saat pandemi ini untuk mendapatkan Rp 200 Ribu dirasanya cukup susah.

Takin hanya minta agar nantinya diberikan kelonggaran agar dia bisa berjualan di lokasi tersebut.

“Sudah dua kali ini saya diperingatkan. Tapi mau gimana lagi, bingung sekarang kalau mau pindah. Pandemi ini susah,” ucapnya.

Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut ialah untuk menindaklanjuti perintah dari Wali Kota Malang.

“Jadi penertiban tadi seusai kami pulang dari operasi yustisi yang kami gelar bersama TNI Polri di Dieng. Sembari kami jalan pulang, kami lakukan penertiban kepada PKL yang berjualan di pinggir jalan,” ucap Antonio Viera, Kasi Operasi dan Penegakan Satpol PP Kota Malang.

Operasi penertiban kata pria yang akrab disapa Anton tersebut hanya berupa teguran lisan dan teguran tertulis saja.

Apabila ada PKL yang tetap ditemui masih berjualan, pihaknya akan menindak langsung dengan denda tipiring sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk mekanismenya kami berikan teguran lisan, teguran tertulis pertama sampai ketiga. Kalau tidak digubris ya kami bongkar dan kami kenai tipiring,” ucapnya.

Berkaitan dengan penertiban PKL ini, Anton tidak akan memberikan toleransi kepada sejumlah PKL. 

Mengingat apa yang dia dikerjakan ini, sesuai dengan Perda Nomor 20 Tahun 2012 tentang ketertiban umum dan lingkungan.

“Kalau bicara toleransi kami tidak bisa menjawab. Karena kami hanya melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan arahan pimpinan,” tandasnya.

Sumber: https://jatim.tribunnews.com/2021/02/03/penjual-alpukat-mentega-kota-malang-curhat-pandemi-susah-pilu-ditertibkan-satpol-pp-mau-gimana?page=2








Menakar Potensi dan Tantangan Petani Milenial di Jawa Barat

Pemprov Jawa Barat tengah membuka program Petani Milenial. Para milenial akan mendapatkan suntikan dana hingga lahan perkebunan secara cuma-cuma di pedesaan.

Menanggapi hal tersebut, rasanya penting untuk mengetahui potensi bisnis dan rintangan yang mungkin akan dihadapi generasi milenial saat terjun ke dunia pertanian. Di Jawa Barat, komposisi penduduk milenial mencapai 26,07 persen dari total jumlah penduduk di Jabar yang mencapai 48,27 juta jiwa. Sementara secara nasional, jumlah kelompok milenial berada di angka 25,87 persen, dengan begitu kelompok milenial di Jabar lebih tinggi dari jumlah klasifikasi secara nasional.

Pakar Ekonomi Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi mengatakan, jika dilihat dari jumlah potensinya, bisnis pertanian bisa dikatakan cukup menggiurkan. Hanya saja, pertanian menjadi salah satu bidang ekonomi yang cukup kompeks permasalahannya.

“Selain mendorong masuknya petani milenial, juga harus diperhatikan rantai bisnis dan perdagangan komoditas pertanian. Itu masalah yang kompleks. Perlu disampaikan dulu seperti apa skenario jangka menengah, katakanlah asumsinya ada petani milenial bertambah, siapa yang akan membeli komoditas yang mereka hasilkan karena itu bagian dari program pemerintah daerah,” ujar Kartabi saat dihubungi detikcom, Jumat (28/1/2021).

Dia memperkirakan, adanya petani milenial dapat merubah mindset anak muda soal pekerjaan tani. “Misalnya mereka lebih bisa beradaptasi dengan teknologi, sehingga akan ada penemuan-penemuan baru, varietas baru, jaringan pemasaran yang lebih inovatif, gaya kemasan yang beragam, dan adaptasi pemasaran secara online yang lebih maju,” jelasnya.

Seperti yang sempat terjadi di Jawa Timur, di mana seorang petani milenial di Blitar berhasil membuat varietas baru alpukat yang bernama Aligator. Aligator ini menghasilkan buah sebesar kepala bayi dengan berat mencapai dua kilogram dengan jual bibit seharga Rp 50 ribu per batang dan keuntungan hingga Rp 2 juta dari buah yang dihasilkan per pohon.

“Seorang petani milenial melakukan uji coba siangan tanaman ini bertahun-tahun hingga berhasil membuahkan hasil dengan kualitas dan kuantitas maksimal,” ujarnya.

Pemprov Jawa Barat tengah membuka program Petani Milenial. Para milenial akan mendapatkan suntikan dana hingga lahan perkebunan secara cuma-cuma di pedesaan.

Menanggapi hal tersebut, rasanya penting untuk mengetahui potensi bisnis dan rintangan yang mungkin akan dihadapi generasi milenial saat terjun ke dunia pertanian. Di Jawa Barat, komposisi penduduk milenial mencapai 26,07 persen dari total jumlah penduduk di Jabar yang mencapai 48,27 juta jiwa. Sementara secara nasional, jumlah kelompok milenial berada di angka 25,87 persen, dengan begitu kelompok milenial di Jabar lebih tinggi dari jumlah klasifikasi secara nasional.

Pakar Ekonomi Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi mengatakan, jika dilihat dari jumlah potensinya, bisnis pertanian bisa dikatakan cukup menggiurkan. Hanya saja, pertanian menjadi salah satu bidang ekonomi yang cukup kompeks permasalahannya.

“Selain mendorong masuknya petani milenial, juga harus diperhatikan rantai bisnis dan perdagangan komoditas pertanian. Itu masalah yang kompleks. Perlu disampaikan dulu seperti apa skenario jangka menengah, katakanlah asumsinya ada petani milenial bertambah, siapa yang akan membeli komoditas yang mereka hasilkan karena itu bagian dari program pemerintah daerah,” ujar Kartabi saat dihubungi detikcom, Jumat (28/1/2021).

Dia memperkirakan, adanya petani milenial dapat merubah mindset anak muda soal pekerjaan tani. “Misalnya mereka lebih bisa beradaptasi dengan teknologi, sehingga akan ada penemuan-penemuan baru, varietas baru, jaringan pemasaran yang lebih inovatif, gaya kemasan yang beragam, dan adaptasi pemasaran secara online yang lebih maju,” jelasnya.

Seperti yang sempat terjadi di Jawa Timur, di mana seorang petani milenial di Blitar berhasil membuat varietas baru alpukat yang bernama Aligator. Aligator ini menghasilkan buah sebesar kepala bayi dengan berat mencapai dua kilogram dengan jual bibit seharga Rp 50 ribu per batang dan keuntungan hingga Rp 2 juta dari buah yang dihasilkan per pohon.

“Seorang petani milenial melakukan uji coba siangan tanaman ini bertahun-tahun hingga berhasil membuahkan hasil dengan kualitas dan kuantitas maksimal,” ujarnya.

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5351050/dicari-5-ribu-petani-milenial-di-jabar-dimodali-duit-dan-lahan

Penangkaran Benih Padi Dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Latar Belakang Permasalahan

            Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan perlu adanya dukungan sumber daya manusia (SDM), sarana (benih) dan prasarana, dan dukungan masyarakat. Salah satu komponen dalam budidaya tanaman pangan adalah ketersediaan benih bermutu. Ketersediaan benih bermutu tidak  terlepas  dari  peran  serta masyarakat dalam penangkaran benih. Kondisi keberagaman sosial ekonomi masyarakat dalam mengkomunikasi pencapaian ketersediaan benih tanaman pangan melalui pendekatan kelompok. Kementerian  Pertanian  (2015b) mengutip pernyataan Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa negara berkembang melibatkan farm saved   seed   oleh   petani   sendiri   dan commercial seed keterlibatan penangkar benih dan industri benih. Keterlibatan petani dan kelompok tani sangat perlu dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya kawasan mandiri benih. Kementerian  Pertanian  telah menerbitkan  Kepmentan  No.3  Tahun 2015 tentang penetapan   kawasan padi, jagung, kedelai dan ubi kayu nasional dalam mendukung ketersediaan benih nasional, bentuk programnya kawasan mandiri benih terdiri dari seribu desa mandiri  benih  (Kementan  2015a).

Sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.Selama lebih dari satu dasawarsa, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada pada urutan kedua setelah sektor industri pengolahan.Namun demikian kontribusinya semakin kecil seiring dengan transformasi dari sektor pertanian menuju sektor industri manufaktur dan jasa. Pada tahun 2003 kontribusi sektor ini sebesar 15,2 persen, kemudian menurun menjadi 14,4 persen pada tahun 2013 (BPS, 2013).

Rendahnya pertumbuhan sektor pertanian disumbang oleh penurunan kinerja dari subsektor tanaman pangan.Dengan melihat kondisi ini maka upaya lebih serius sangat diperlukan untuk mewujudkan swasembada pangan. Komoditas tanaman pangan yang nilainya paling strategis adalah padi.Padi menghasilkan beras sebagai makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia.Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras dalam periode 2005-2025 diproyeksikan masih akan terus meningkat. Pada tahun 2005 kebutuhan beras setara 52,8 juta ton gabah kering giling (GKG), maka pada tahun 2025 kebutuhan tersebut diproyeksikan sebesar 65,9 juta ton GKG (Mandagie, 2013). Komoditas tersebut merupakan salah satu sasaran utama pemerintah dalam target swasembada. Upaya untuk mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan harus menjadi prioritas dan perlu dukungan nyata dari semua pihak. Salah satu cara adalah upaya peningkatan produktivitas padi 1,5 persen per tahun dengan indeks panen 1,52 diperkirakan dapat mempertahankan swasembada beras hingga tahun 2025 (Mandagie, 2013). Salah satu faktor pendukung dari peningkatan produksi adalah dengan penggunaan benih padi unggul bersertifikat yang digunakan oleh petani berupa benih sebar. Melalui penggunaan benih bermutu, produktivitas tanaman akan meningkat sehingga produksi pangan nasional juga akan meningkat. Dengan demikian ketahanan pangan akan tercapai. Lebih jauh penggunaan benih bermutu juga akan meningkatkan kualitas hasil pertanian. Selain itu penggunaan benih bermutu akan menyebabkan biaya produksi menjadi lebih murah karena tidak perlu menyulam, dan tidak perlu banyak mengeluarkan biaya pestisida karena benih bermutu memiliki vigor yang tinggi dan lebih tahan terhadap deraan cuaca. Peran kelompok tani penangkar benih sangat penting dalam upaya mencapai swasembada pangan.Peran kelompok tani penangkar benih terutama sebagai unit produksi yang menyediakan kebutuhan benih unggul, dan berperan sebagai kelas belajar, wadah kerjasama, dan unit pemasaran.

Penangkaran benih padi pada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini diharapkan mampu meningkatkan pertanian yang ada di Sumatera Barat ini khususnya. Karena lewat penangkarran benih padi ini petani bisa sejahtera jika dilaksanakan dengan baik dan benar pada prosesnya awal sampai akir.

PEMBAHASAN

Penangkaran benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri banyak di minati oleh petani, dikarenakan benih padi yang dihasilkan Gapoktan Empat Sehati Mandiri sangat baik dan memuaskan bagi para petani. Dengan adanya penangkaran benih ini diharapkan dapat meningkat suatu produk pertanian, pertanian  khususnya padi yang ada di Batusangkar dan benih padi ini juga dipasarkan di Dinas Pertanian yang ada di Sumatera Barat, tidak hanya di Sumatera Barat saja Gapoktan Empat Sehati Mandiri juga memasarkannya di luar sumbar seperti ke Provinsi Riu.

Pertanian di Sumatera Barat memang harus di kembangkan terkhususnya pada bidang padi dikarenakan padi merupakan sumber makanan pengisi energi pertama bagi manusia, jika produktivitas padi berkurang maka sangat di takutkan kita warga negara Indonesia mengekspor padi dari Luar Negeri, padahal negara kita sangat cocok dilakukannya pertanian baik itu dibidang padi maupun pertanian lainnya, apalagi kita bisa melihat bahwa di Sumatera Barat ini sangat cocok tanahnya ditanami tanaman apa saja, ini sangat sayang sekali jika tidak kita manfaatkan dengan sebaik — baiknya. Pada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini sangat memperhatikan kualitas yang baik, katrena kepuasan konsemen adalah nomor satu, pada proses pembuatan benih padi ini melewati beberapa proses dahulu sehingga bisa menghasikan benih padi yang mempunyai kualitas yang tinggi, diantaranya proses tersebut adalah sebagai berikut :

Melakukan penjemuran yang akan dijadikan bakal benih padi, tujuan dilakukannya penjemuran ini adalah untuk menguranngi jumlah kadar air maksimal 13% dan minimal 11%.

Sesudah dilakukannya penjemuran selanjutanya dilakukan pengipasan padi, tujuan dilakukan pengipasan ini adalah untuk memilih mana padi yang bisa dijadikan benih padi dan padi yang hampa, dimana padi yang hampa (tidak berisi) ini tidak bisa digunakan sebagai benih padi.

Sesudah dilakukan pengipasan padi selanjutnya benih padi dimasukkan kedalam karung 50Kg dan disimpan kedalam gudang penyimpanan

Setelah benih padi di simpan digudang penyimpanan, maka selanjutnya dilakukan penyampelan benih padi oleh dinas pertanian Batusangkar Kabupaten Agam, penyampelan ini dibawa ke labolatorium selama empat belas hari untuk mengetahui layak atau tidaknya benih padi ini untuk digunakan

Setelah hasil sampel dari labolatorium keluar dan layak untuk digunakan sebagai benih padi, maka selanjutnya dilakukan pengemasan benih padi padi ini dalam ukuran berat 5Kg dan 10Kg tergantung pada permintaan konsumen

Setelah dilakukannya pengemasan maka selanjutnya dilakukan pemasaran, kegiatan pemasaran ini dilakukan sesuai kemana permintaan akan diantarkan

Begitulah proses pembuatan benih padi ini yang ada di Gapoktan Empat sehati Mandiri, sehingga Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini mampu menghasilkan  benih padi yang dinilai mempunyai kualitas tumbuh tinggi, karena sudah melewati hasil tes dari labolatorium dan sudah memiliki label benih besertifikat, dan label siap edar, tanpa adanya label edar yang sudah siap dilakukan hasil tes labolatorium maka jika diketahui oleh dinas pertanian maka bisa dikatakan benih padi yang akan kita edarkan sebagai benih ilegal.

Benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini juga sudah pasti berkualitas tinggi dikarenakan pada benih yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini sedah memiliki sertifikat dari pemerintahan dan benih yang di pasarkan juga sudah memiliki label. Pada saat proses pengantongan dan pelabelan benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri juga melakukan tes labolatorium oleh dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, untuk mengetahui apakah benih padi ini layak atau tidaknya untuk dijadikan benih untuk para petani, kerena jika dibawah 50% kegagalan pada saat tes labolatorium maka benih benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri di nyatakan gagal edar di pasaran, maka dari sinilah dapat kita lihat bahwa Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini sangat memperhatikan kualitas yang tingi, karena ditakutkan jika tidak megutamakan kualitas yang tinggi maka para konsumen, petani, dan orang — orang yang telah bekerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri tidak akan percaya lagi, dikarenakan bisa menimbumbulkan kerugian besar bagi mereka.

Gapoktan Empat Sehati Madiri ini juga sudah memiliki alat transportasi sendiri, sehingga jika ada orang mau bekerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri, jika dari pihak orang yang bekerja sama tidak memiliki alat untuk menjemout benih padi atau sedang sibuk atau lagi ada suatu kendala maka pihak dari Gapoktan Empat Sehati Mandiri bersedia mengantarkan ke lokasi yang akan dituju dengan aman dan selamat dan jika dalam proses pengantaran ada kemasan yang rusak pihak dari Gapoktan Empat Sehati Madiri bersedia mengganti barang yang rusak sesuai dengan jumlah yang rusak, dari sinilah banyak orang yang suka bekerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini dikarenakan mereka bisa menjalin kerjasama dengan baik dan dapat di percaya.

Dampak Positif Dari Gapoktan Empat Sehati Mandiri

  1. Semua kebutuhan benih padi yang ada di Kabupaten Tanah Datar bisa terpenuhi semua.
  2. Para petani yang ada di wilayah Sumbar bisa maju dengan ketersediaan benih padi yang unggul dan berkualitas tinggi dengan adanya bantuan pemerintah daerah yang ada didaerah tersebut jika telah melakukan kerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri.
  3. Dengan adanya benih yang sudah memiliki label dan sertifikat yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri diharapkan bisa mengembangkan bidang pertanian di bidang padi sawah, khususnya di Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya.
  4. Dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan Gapoktan Empat Sehati Mandiri, maka diharapkan dapat membantu pekembangan ekonomi di Kabupaten Tanah Datar, pada bidang pembayaran pajak daerah.

Kesimpulan 

            Penangkaran benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri banyak di minati oleh petani, dikarenakan benih padi yang dihasilkan Gapoktan Empat Sehati Mandiri sangat baik dan memuaskan bagi para petani. Dengan adanya penangkaran benih ini diharapkan dapat meningkat pertanian khususnya padi yang ada di Batusangkar dan benih padi ini juga dipasarkan di Dinas Pertanian yang ada di Sumatera Barat, tidak hanya di Sumatera Barat saja Gapoktan Empat Sehati Mandiri juga memasarkannya di luar sumbar seperti ke Provinsi Riu.

            Penangkaran benih padi pada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini diharapkan mampu meningkatkan pertanian yang ada di Sumatera Barat ini khususnya. Karena lewat penangkarran benih padi ini petani bisa sejahtera jika dilaksanakan dengan baik dan benar pada prosesnya awal sampai akir. Maka  dengan adanya penangkaran benih padi ini sangat diharapkan dapat meningkatkan pertanian yang ada di Sumatera Barat, terkhususnya di Kabupaten Tanah Datar. Pada penangkaran benih padi yang ada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini benih padi yang dihasilkan cukup bagus, dan sudah melalui proses tes labolatorium yang ada di Dinas Pertanian yang ada di Kabupaten Tanah Datar.


Daftar Pustaka

BPS. 2013. Naik turunnyua sektor di bidang pertanian

Kementerian Pertanian. 2015b. mengutip pernyataan Food and Agriculture                                                                Organization (FAO)

Kepmentan  No.3. 2015. tentang penetapan   kawasan padi, jagung, kedelai dan ubi kayu

Kementan. 2015. kawasan mandiri benih terdiri dari seribu desa mandiri  benih  

Sumber: https://www.kompasiana.com/masregy/60126893d541df660a13d452/penangkaran-benih-padi-dalam-mendukung-pembangunan-pertanian-berkelanjutan?page=3

Kementan Salurkan Benih Padi untuk Petani Pangandaran, Ini Rinciannya

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan, bantuan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk masa tanam bulan Maret dan April 2021.

“Jenis padi yang akan diterima di antaranya padi inbrida, padi rawa, padi nutrizing dan padi organik,” kata Aep, Selasa (2/2/2021).

Untuk padi inbrida mendapat kuota sebanyak 6.898 hektare (Ha), sedangkan bantuan padi rawa sebanyak 131 Ha.

Kemudian, padi nutrizing sebanyak 30 Ha, dan padi organik sebanyak 50 Ha.

“Padi inbrida yang disalurkan sebanyak 172.450 kilogram benih yang terdiri dari tiga jenis varietas yaitu Inpari 32, Inpari 42, Inpari 43,” tambah Aep.

Untuk padi rawa akan disalurkan kepada petani padi di Kecamatan Padaherang.

Selanjutnya, padi nutrizing disalurkan ke Kecamatan Mangunjaya dan Kecamatan Kalipucang.

“Padi organik akan didistribusikan ke Kecamatan Parigi dan Kecamatan Padaherang,” terang Aep.

Aep berharap, bantuan bentuk padi yang disalurkan oleh Kementan kepada petani padi dapat mempertahankan angka produktivitas padi di Kabupaten Pangandaran.

“Kondisi saat ini, areal pesawahan di Kabupaten Pangandaran sebagian besar mengandalkan air dari hujan.”

“Karena, masih banyak areal pesawahan yang kondisi irigasinya belum memadai,” jelasnya.

Sumber: https://ruber.id/kementan-salurkan-benih-padi-untuk-petani-pangandaran-ini-rinciannya/