Dinas Pertanian Balangan Bantu Petani, Berikan Benih dan Jagung Pasca Banjir

Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu, turut berimbas pada keberlangsungan tanaman padi milik petani yang lahan sawahnya juga terendam.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, ada 2.287 hektare sawah terdampak.

Di antaranya 88 hektare tanaman padi mengalami kerusakan.

Terlebih ada sawah yang sudah mulai berkembang dan ada benih yang sudah disemai.

Sebagai bentuk kepedulian kepada petani yang mengalami kerugian pada musibah kali ini, Dinas Pertanian Kabupaten Balangan pun memberikan bantuan berupa bibit benih dan bibit padi kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rahmadi Ouen, Rabu (3/2/2021), mengungkapkan, pendataan telah pihaknya lakukan pada lahan pertanian yang rusak, baik itu lahan sawah maupun lahan jagung dan tanaman lainnya.

Saat ini, bantuan benih padi yang pihaknya berikan baru pada Kecamatan Halong untuk lahan sawah seluas sekitar 10 hektare.

Bantuan untuk kecamatan lain pun akan menyusul.

Dikatakannya, pemberian benih memang harus lebih cepat.

Hal itu agar tidak terjadi keterlambatan menanam yang akan berdampak pada siklus tanaman berikutnya.

“Kami berharap nanti juga ada bantuan dari Kementan RI melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel,” harapnya.

Sumber: https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/02/03/dinas-pertanian-balangan-bantu-petani-berikan-benih-dan-jagung-pasca-banjir





Petani Pangandaran Akan Dapat Bantuan Benih dari Pemerintah Pusat

Petani di Kabupaten Pangandaran akan mendapat suplai benih dari pemerintah pusat. Bantuan diberikan agar hasil tanaman padi lebih maksimal.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada para petani dalam bentuk barang.

“Pemberian bantuannya itu sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan Pemda Pangandaran,” ucapnya kepada wartawan Rabu (3/2/2021).

Dirinya mengatakan bantuan tersebut rencananya bakal dialokasikan untuk masa tanam bulan Maret dan April 2021. “Beberapa benih padi yang diberikan diantaranya inbrida, rawa, nutrizing dan padi organik,” ujarnya.

Kuota benih padi inbrida diperuntukan bagi lahan seluas 6.898 hektare, rawa sebanyak 131 hektare, nutrizing 30 hektare dan organik sebanyak 50 hektare.

“Padi inbrida yang disalurkan sebanyak 172.450 kilogram benih yang terdiri dari 3 jenis varietas yaitu inpari 32, inpari 42, inpari 43,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan bentuk benih padi kepada para petani bisa mempertahankan angka produktivitas padi di Kabupaten Pangandaran.

“Kondisi saat ini areal pesawahan di Kabupaten Pangandaran sebagian besar mengandalkan air dari hujan karena masih banyak areal pesawahan yang kondisi irigasinya belum memadai,” ucapnya.

Salah seorang petani, Salwan (45) berharap bantuan benih itu bisa benar-benar terealisasi. “Mudah-mudahan saja benar, karena kami sekarang masuk masa panen dan kemungkinan akan masuk masa tanam sebentar lagi,” jelasnya.

Kata dia, kemungkinan masa tanam akan cepat karena curah hujan juga sangat tinggi untuk saat ini. “Jadi kami juga suka buru-buru tanam lagi,” kata dia.

Sumber: https://www.radartasikmalaya.com/petani-pangandaran-akan-dapat-bantuan-benih-dari-pemerintah-pusat/

BI Solo Genjot Produksi Bawang Merah di Sragen

Bank Indonesia (BI) Solo ikut mendorong kemandirian pengadaan bibit di klaster bawang merah di Sragen. Hal itu dilakukan sebagai upaya BI turun membantu petani mengenjot produksi bawang merah sekaligus mensejahterakan petani.

“Banyak cara yang kami lakukan untuk membantu petani. Salah satunya mendorong kemandirian pengadaan bibit di klaster bawang merah,” ujar Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, Senin (1/2).

Joko mengatakan pada tahun 2021 ini, pihaknya memiliki program kemandirian bibit bawang merah di Sragen. Program tersebut bagian dari upaya mengurangi ketergantungan bawang merah kepada daerah lain.

“Kemandirian pengadaan bibit bawang merah ini adalah pengembangan Demonstration of Plot kerjasama antara BI dan ABMI (Asosiasi Bawang Merah Indonesia) Cabang Sragen,” kata dia.

Ia menjelaskan dalam program kerjasama ini  BI juga terlibat pada kegiatan panen perdana bawang merah di Demplot ABMI Cabang Sragen. Bawang merah ini tanpa bahan kimia.

“Kami akan memperluas di masing-masing lokasi sentra bawang merah, untuk kemudian bisa menjadi percontohan bagi petani lain,” terang dia.

Terkait kendala dalam program ini, kata dia, soal bibit bawang merah yang kurang terjamin kualitasnya. Selain itu, pembudidayaannya yang tergantung dengan pupuk kimia dan pestisida.

“Bibit bawang merah yang tergantung dengan pupuk kimia dan pestisida rentan serangan hama dan penyakit, serta harga yang fluktuatif,” tandas dia.

Sumber: https://timlo.net/baca/131606/bi-solo-genjot-produksi-bawang-merah-di-sragen/

Inovasi BPTP Sulut Budidaya Bawang Merah

 Berbagai macam inovasi terus ditunjukan  BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dalam mengembangkan pertanian di tanah Nyiur Melambai. Inovasi teknologi BPTP Sulut hadir di Gapoktan Maumbi Jaya desa Tonsewer Kabupaten Minahasa terkait budidaya bawang.

Guna melihat perkembangan hasil kerja sama BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara bersama Bank Indonesia /  pihak BPTP melakukan peninjauan langsung di Gapoktan Maumbi Jaya Desa Tonsewer  Minahasa  jumat lalu, tempat ini menjadi lokasi budidaya bawang merah dengan inovasi dan teknologi dari bptp sulut//

Gapoktan Maumbi Jaya Desa Tonsewer kini  merasakan manfaat hadirnya inovasi Badan Litbang pertanian// budidaya bawang merah hasil kerjasama BI dan BPTP Sulut memberikan dampak yang positif bagi para petani yang tergabung dalam Gapoktan Maumbi Jaya yang telah berdiri dari tahun 2014, yang tealah berkecimpung di tanaman holtikultura dengan skala prioritas bawang merah.

Dari  informasi yang diterima ada beberapa varietas yang didatangkan  dari luar Sulawesi Utara / yang dikembangkan pihak BPTP yakni :  Bima Brebes, Batu ijo, Tajuk serta varietas lokal.

Perwakilan Gapoktan mengatakan bahwa dengan kehadiran BPTP Balitbangtan Sulut banyak memberi manfaat yang positif bagi petani, pihak Gapoktan banyak mendapat pembelajaran terkait dengan cara penanaman dengan menggunakan teknologi tepat dan berguna.

Para petani berharap agar program seperti ini akan terus berlangsung dan semua petani di Tonsewer raya dapat terlatih dengan adanya teknologi baru yang di hilirkan oleh BPTP Balitbangtan Sulut.

Sumber: https://www.kompas.tv/article/143392/inovasi-bptp-sulut-budidaya-bawang-merah

Wemendag: Sistem Resi Gudang Beri Jaminan Harga Bawang Merah

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan petingnya sistem resi gudang (SRG) untuk memberi jaminan harga dan pemasaran bawang merah. 

Menurutnya, paradigma pembangunan institusi saat ini bukan hanya berpaku pada aspek fisi tetapi ekosistem usaha SRG.

“Bagi petani, SRG akan memastikan jaminan pemasaran dan harga yang baik. Bagi pedagang, ini akan memudahkan mata rantai pasokan dan bagi Pemerintah daerah tentu akan memberikan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah,” tegas Jerry, Senin (1/2/2021).

Hal itu merupakan upaya pemerintah dalam revitalisasi SRG bawang merah nasional yang berpusat di Brebes, Jawa Tengah.

“Ekosistem yang baik, itu yang utama. Dengan ekosistem yang baik, semua pelaku akan tertarik, nyaman dan sungguh-sungguh terjun di dalamnya.”

“Ini karena ekosistem yang baik memastikan adanya relasi dan koordinasi yang lancar dan sinergis yang memungkinkan semua stake holder mendapatkan keuntungan dan manfaat,” imbuhnya.

Jerry menekankan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang baik tersebut. 

Peran pemerintah daerah sangat penting mengingat Pemerintah Daerah yang bertindak sebagai pelaku, fasilitator sekaligus regulator SRG dalam operasional sehari-harinya. 

Sementara itu, Pemerintah Pusat bertindak sebagai insiator dan regulator di tingkat yang lebih makro.

Jerry menambahkan, jika SRG berkinerja baik, banyak manfaat yang bisa diambil oleh pemerintah Daerah.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, bawang produksi Brebes memasok 85 persen kebutuhan bawang merah nasional. 

Namun demikian, komoditas bawang merah ini sering berfluktuasi dari segi harga. Saat tiba panen raya harganya anjlok, sedangkan pada kesempatan lain harganya melonjak tinggi.

Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/02/01/wemendag-sistem-resi-gudang-beri-jaminan-harga-bawang-merah







Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Sekar Merugi

Petani bawang merah di Desa Miyono Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro merugi, karena harga jual bawang merah tingkat petani merosot tajam dibanding harga pada panen sebelumnya.

Penyebabnya, diduga karena stok yang melimpah seiring dengan panen raya di sejumlah daerah penghasil bawang merah.

Saat ini, harga jual bawang merah di tingkat petani anjlok hingga Rp8.000-Rp9.000 per kilogram. Harga tersebut merosot tajam jika dibandingkan dengan harga panen sebelumnya yang mencapai Rp25.000 per kilogramnya. 

Sumber: https://www.suara.com/partner/content/blokbojonegoro/2021/02/03/094958/harga-bawang-merah-anjlok-petani-sekar-merugi

Lewat Revitalisasi SRG Pemerintah Inginkan Harga Bawang Merah Stabil

Ekosistem usaha menjadi perhatian khusus Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga ketika terjun dan bertemu langsung dengan pelaku sistem resi gudang (SRG) bawang di Brebes dan Kudus, pekan yang lalu. Menurut Wamendag, paradigma pembangunan institusi yang terkini bukan hanya berpaku pada aspek fisik, tetapi lebih dari itu, perlu lebih berparadigma pada pembangunan ekosistem. Hal itu juga yang harus diperhatikan dalam upaya revitalisasi SRG bawang nasional yang berpusat di Brebes.

“Ekosistem yang baik, itu yang utama. Dengan ekosistem yang baik, semua pelaku akan tertarik, nyaman dan sungguh-sungguh terjun di dalamnya. Hal ini karena ekosistem yang baik memastikan adanya relasi dan koordinasi yang lancar dan sinergis yang memungkinkan semua stake holder mendapatkan keuntungan dan manfaat,” kata Wamendag dalam keterangan resminya, Selasa (2/2/2021).

Oleh karena itu, menurut Jerry, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang baik tersebut. Peran pemerintah daerah sangat penting mengingat pemerintah daerah yang bertindak sebagai pelaku, fasilitator sekaligus regulator SRG dalam operasional sehari-harinya. Sementara itu, pemerintah pusat bertindak sebagai insiator dan regulator di tingkat yang lebih makro.

Menurut Wamendag, jika SRG berkinerja baik, banyak manfaat yang bisa diambil oleh pemerintah daerah. Khususnya dalam SRG Bawang Merah Brebes, yang akan diuntungkan adalah petani, pedagang, dan pemerintah daerah.

“Bagi petani, SRG akan memastikan jaminan pemasaran dan harga yang baik. Bagi pedagang, ini akan memudahkan mata rantai pasokan dan bagi pemerintah daerah tentu akan memberikan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah,” lanjut Jerry.

Brebes sendiri menurut catatan adalah penghasil utama bawang merah di tingkat nasional. Catatan BPS menunjukkan bahwa bawang brebes memasok 85% kebutuhan bawang merah nasional. Namun demikian, komoditas bawang merah ini sering berfluktuasi dari segi harga. Saat tiba panen raya harganya anjlok, sedangkan pada kesempatan lain harganya melonjak tinggi.

Ia menyapaikan, untuk mengatasi masalah itu solusinya adalah membuat sistem penopang (buffer system) yang berpusat pada sistem resi gudang (SRG). Dengan demikian, manajemen pasokan, penyimpanan dan penyaluran (distribusi) akan lebih baik dan bisa menjamin harga.

SRG sendiri membutuhkan peran banyak stake holder, salah satunya penyedia teknologi. Bawang adalah komoditas berumur pendek yang jika tidak disimpan dengan baik akan cepat busuk dan turun nilainya.

Untuk itu, sebagai kelanjutan kunjungan ke Brebes, Wamendag melanjutkan kunjungan ke Kudus, tempat salah satu alat penunjang utama SRG bawang merah Brebes dibuat. Kali ini Wamendag meninjau pabrik alat controlled atmosphere storage (CAS). CAS adalah salah satu alat yang bisa menjadi alternatif dalam penyimpanan hasil bumi yang umumnya berumur pendek.

Ia berharap gudang Indonesia makin canggih sebagaimana yang diterapkan di luar negeri. Hal ini penting karena teknologi diyakini mampu menekan biaya dan menjamin kualitas barang yang disimpan.

“Visi kita adalah gudang kita secara sistem dan teknologi makin canggih sehingga bisa lebih ekonomis dan menguntungkan,” tutupnya.

Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/322664/34/lewat-revitalisasi-srg-pemerintah-inginkan-harga-bawang-merah-stabil-1612306955

Menanam dengan hidroponik ini tak perlu menggunakan lahan yang begitu luas.

Budidaya tanaman hidroponik memang begitu menguntungkan jika ditekuni dengan baik. Metode hidroponik ini merupakan cara tanam dengan menggunakan bantuan air. Sehingga tanaman tidak ditanam di atas tanah seperti cara tanam pada umumnya. Dalam hidroponik ini kebutuhan pertumbuhan tanaman seperti mineral dan nutrisi dapat diganti dengan menggunakan arang sekam.

Selain itu hidroponik terkenal dengan kemudahannya dalam menanam sayuran. Sebagai pemula yang tidak pernah belajar pertanian sama sekali, tidak perlu khawatir karena hidroponik sangat mudah diaplikasikan oleh siapapun. Terlebih menanam dengan hidroponik ini tak perlu menggunakan lahan yang begitu luas.

Hasil dari tanaman hidroponik ini tentunya juga berbeda dari tanaman pada umumnya. Bahkan tanaman yang ditanam dengan metode ini juga tidak bisa sembarangan. Biasanya hanya cocok untuk tanaman yang memiliki waktu singkat untuk mengalami pembuahan atau petunasan. Jadi tak semua tumbuhan ideal ditanam dengan metode hidroponik.

Nah, untuk kamu yang mungkin ingin mencoba praktik menanam tanaman hidroponik tak ada salahnya menentukan terlebih dahulu tanaman tersebut. Salah satu pertimbangannya yakni pilih tanaman hidroponik yang bernilai jual tinggi. Siapa tahu selain dikonsumsi kamu juga bisa menjadikan ini sebagai salah satu kegiatan yang menghasilkan.

Berikut ini 10 tanaman hidroponik bernilai jual tinggi yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (29/1).

1. Selada.

Tanaman hidroponik bernilai jual tinggi yang pertama yakni selada. Ya, sudah bukan rahasia umum lagi jika selada bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik. Masyarakat Indonesia biasanya mengonsumsi selada untuk lalapan sayur, seperti ayam goreng, pepe lele dan banyak lainnya. Mengonsumsinya secara rutin juga dapat memberikan efek positif bagi tubuh manusia.

Jika tertarik kamu bisa mencoba menanam selada karena sayuran ini diklasifikasikan ke dalam tanaman hidroponik bernilai jual tinggi. Sehingga cocok buat kamu yang ingin melihat peluang besar untuk memajukan ekonomi keluarga.

2. Paprika.

Selanjutnya ada paprika atau Capsicum annuum L. yang merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan tanaman cabe. Menghasilkan buah manis dengan sedikit pedas yang biasanya digunakan sebagai campuran bahan masakan.

Selain itu paprika juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini biasanya dijual di pasar atau supermarket dengan harga yang cukup mahal. Tak heran kalau paprika ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

3. Terong Jepang.

Terong Jepang memiliki bentuk yang bermacam-macam, ada panjang, bulat, dan pendek. Jenis sayuran dari Jepang ini seringkali digunakan sebagai tempura dan campuran salad. Tak hanya itu terong Jepang juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alami. Di antaranya juga dimanfaatkan khasiatnya untuk mencegah kanker usus.

4. Tomat.

elain terong ada juga buah tomat yang bisa ditanam secara hidroponik. Untuk bercocok tanam tomat secara hidroponik, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit yang baik. Pilihlah bibit unggul agar hasil panen lebih memuaskan.

Lakukan penyemaian bibit yang sudah disiapkan. Kamu juga bisa menggunakan serbuk sabut kelapa untuk dijadikan media tanam. Berikan perawatan rutin hingga tanaman berumur satu bulan dan siap di tanam.

5. Melon.

Selanjutnya tanaman hidroponik bernilai jual tinggi, melon. Melon adalah tanaman dari suku labu-labuan. Buahnya bisa dijadikan pencuci mulut. Dagingnya ini umumnya berwarna merah sampai putih dan bertekstur lunak. Menanam melon adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan. Hasil melimpah yang didapatkan dari menanam melon jadi salah satu hal yang bisa jadi semangat.

6. Strawberry.

Kamu dengan mudah dapat menemukan tanaman strawberry segar ini di dataran tinggi dan suhu tinggi. Buah merah ini juga telah banyak digunakan sebagai olahan bahan makanan seperti selai, pemanis pada kue, dan produk minuman.

Penggunaannya yang beragam menjadikan strawberry sebagai salah satu tanaman buah yang memiliki nilai jual tinggi. Menariknya tanaman ini bisa ditanam secara hidroponik karena lebih mudah dan praktis.

7. Semangka.

Semangka merupakan buah yang berdaging tebal dan kaya kandungan air ini, sudah sejak lama digemari banyak masyarakat secara luas. Bahkan buah yang kerap dikonsumsi saat cuaca panas ini selain mampu melepas dahaga juga memiliki peran penting bagi tubuh manusia. Salah satunya menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh. Tentunya semangka dapat ditanam dengan cara hidroponik yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan.

8. Timun Jepang.

Timun Jepang merupakan sayuran berbentuk panjang berwarna hijau menyerupai terong. Timun Jepang termasuk jenis sayuran hidroponik yang sedikit sulit diperoleh, umumnya hanya ada di supermarket kota besar.

Dengan metode menanam hidroponik ini, kamu bisa menemukannya di pekarangan sehingga dengan mudah kamu bisa mengonsumsinya tanpa harus membelinya. Untuk menanam tanaman timun Jepang ini perlu perawatan yang baik, benar, dan rutin sehingga memberikan hasil panen yang memuaskan.

9. Anggur.

Buah berbentuk bulat kecil bernama anggur ini dikenal dan digemari banyak orang. Dimana buah ini memiliki ciri khas yang unik, yakni bercita rasa manis agak asam, serta kaya akan kandungan nutrisi. Banyak orang mengonsumsinya mentah maupun diolah menjadi jus, selai dan bentuk olahan lainnya.

Nah, tanaman anggur ini biasanya hidup di daerah dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Anggur ini dapat dibudidayakan dengan cara hidroponik, menggunakan media tanam selain tanah. Pastikan juga untuk menanam tanaman ini, daerah harus memiliki kelembaban udara 40 – 60 persen, ditambah dengan intensitas matahari penuh sepanjang hari.

10. Seledri.

Jenis sayuran yang satu ini bisa ditanam secara hidroponik dengan menerapkan sistem sumbu atau wick system. Tak hanya sistem sumbu, seledri sebenarnya juga bisa ditanam hidroponik dengan sistem lainnya seperti rakit apung atau water culture.

Setiap sistem hidroponik tersebut memiliki kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Dibalik ukuran seledri yang terbilang mini, ada banyak kandungan dan manfaat yang ada di dalamnya.

Sumber: https://www.brilio.net/wow/10-tanaman-hidroponik-bernilai-jual-tinggi-mudah-dibudidayakan-210129d.html

Tanam Pohon Lagi, Ketua PDIP Surabaya : Partai Ini Tidak Hanya Berburu Kekuasaan Saja

Masih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 PDI Perjuangan sekaligus ulang tahun Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ke-74, segenap jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Surabaya bersama anggota DPRD Surabaya dan Jawa Timur dari fraksi PDIP kembali menanam pohon. Kali ini dilakukan di seputaran wilayah Mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Minggu (31/1/2021).

Setelah menanam pohon trembesi pada 10 Januari 2021 di Sememi, Benowo, giliran sekarang tanam pohon cemara udang. Totalnya ada 100 pohon yang ditanam di area tanah milik Pemkot Surabaya. Dalam kesempatan ini, partai berlambang kepala banteng moncong putih juga memberikan 500 bibit sayuran untuk warga sekitar di wilayah Mangrove Wonorejo.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono menjelaskan, tahun ini memang sengaja difokuskan untuk ikut melakukan pembenahan lingkungan dan penanaman pohon demi kelestarian lingkungan hidup. “Yang perlu saya sampaikan, semakin PDI Perjuangan memenangkan even-even Pemilu (Pemilihan Umum) seperti yang baru saja kita menangkan di Surabaya, maka semakin besar pula tanggung jawab PDIP untuk menjaga dan merawat lingkungan hidup tempat tinggal kita bersama,” kata pria yang akrab dipanggil AWI tersebut.

Sebagai buktinya, PDIP di antaranya telah melakukan penanaman pohon, merawat sungai dan air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. “Partai ini tidak hanya berburu kekuasaan saja, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita ke depan, agar memahami politik dengan utuh,” tandas ketua DPRD Surabaya ini.

Ketua Panitia HUT ke-48 PDIP di Surabaya, Dyah Katarina menambahkan, alasan penanaman pohon cemara udang karena cocok dengan tempatnya. Bahkan sudah ada contohnya. “Cemara udang cocok ditanam di sini karena punya karakter tumbuh di wilayah air payau, sekaligus dapat bermanfaat bagi ekosistem di sekitarnya,” menurutnya.

Dan penanaman pohon ini juga sebagai motivasi agar masyarakat sadar, oksigen yang banyak sangat diperlukan untuk keberlangsungan kehidupan. Nah, hal tersebut bisa diperolehnya dari pepohonan.

“Biasanya kan emerintah kota yang memberikannya, saat ini kita tunjukkan kepada warga bahwa PDI Perjuangan peduli terhadap lingkungan akota Surabaya,” tukas anggota Komisi D DPRD Surabaya itu.

Selanjutnya, upaya yang dilakukan PDIP tersebut mendapat sambutan baik dari warga sekitar. Karena penanaman pohon sangat penting untuk melestarikan lingkungan hidup, khususnya di wilayah Wonorejo. “Semoga apa yang dilakukan PDIP ini menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya kepada generasi muda penerus bangsa untuk ikut dalam pelestarian lingkungan hidup,” ujar salah satu tokoh masyarakat Wonorejo, Melania Suwono.

Sumber: https://klikjatim.com/tanam-pohon-lagi-ketua-pdip-surabaya-partai-ini-tidak-hanya-berburu-kekuasaan-saja/

Antisipasi Gagal Panen, DTPHP Situbondo Lakukan Gerakan Basmi Wereng

Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Situbondo, mengadakan gerakan membasmi hama wereng dengan penyemprotan menggunakan insektisida.

Kepala DTPHP Kabupaten Situbondo, Ir Sentot Sugiono M Si, pada kesempatan tersebut mengatakan, wereng coklat merupakan salah satu hama utama tanaman padi. Hama ini telah populer di kalangan petani sejak tahun 1970-an

“Wereng coklat merupakan hama global. Kerusakan akibat serangan hama ini cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam. Secara langsung wereng coklat akan menghisap cairan sel tanaman padi, sehingga tanaman menjadi puso, tidak ada hasilnya alias kering dan akhirnya mati,” ujar Sentot Sugiono saat dikonfirmasi  Kamis (28/01) siang.

Ditegaskan Sentot, kalau dilihat dari atas, tanaman seolah-olah bagus tanaman padinya. Tetapi, padi dirusak dari bawah, karena penuh dengan wereng. Ini yang menjadi kekhawatiran petani mulai dari Kapongan, Poka’an, Gebangan, Kesambirampak dan juga dapat laporan dari petani Suboh, Mlandingan, Besuki.

Oleh karena itu DTPHP mengadakan gerakan membasmi wereng dengan turun bersama-sama. Di Kabupaten Situbondo ada sekitar 5.000 hektar yang lahannya ditanami padi terus menerus Artinya petani menanam padi secara terus menerus tidak diselingi menanam jagung atau kedelai, maka hama wereng ini akan terus berkembang dengan kondisi ringan sampai sedang,

Salah satu petani, Misyanto (53) membenarkan dengan adanya serangan hama wereng pada tanaman padi miliknya. Kami lantas melaporkan kepada PPL Kecamatan setempat, untuk segera bisa ditangani supaya tidak meyebar. Walaupun tingkat serangan cukup rendah ada 2 hektar lahan terserang hama, tapi bila tidak segera ditangani sejak dini, maka akan terjadi kegagalan panen. Kami juga mulai menanam tanaman Refugia di sekitar lahan sawah supaya dapat mengurangi serangan hama wereng.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih dengan Pemkab Situbondo, melalui DTPHP Kabupaten Situbondo sudah membantu menanggulangi dampak hama Wereng, semoga cukup sampai disini saja, supaya kami bisa menikmati hasil panen padi,” imbuh Misyanto.

Sumber: https://memontum.com/133406-antisipasi-gagal-panen-dtphp-situbondo-lakukan-gerakan-basmi-wereng