Luar Biasa, Panen Raya di Kampung Tangguh Hasilkan 70 Ton Cabai Merah

Panen Raya Kampung Tangguh Nusantara, Gerakan Jaga Kampung Ketahanan Pangan, Polres Inhu di Desa Talang Jerinjing,Kecamatan Rengat Barat, Riau berlangsung penuh gairah, Kamis (28/1/2021) pagi.

Kampung tangguh Nusantara di Desa Talang Jerinjing memanfaatkan seluas 2 Ha untuk areal pertanian plawija dan budidaya perikanan.

Sampai saat ini sudah menghasilkan tanaman plawija berupa cabai merah 7 ton, tomat 1,9 ton, bawang merah 0,8 ton, labu madu 1 ton, pare 0,3 ton dan program ini akan berkelanjutan.

Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK dalam sambutannya seperti dilansir Haluanriau.co menyatakan, program Kampung Tangguh di Desa Talang Jerinjing dinilai berhasil mensejahterakan masyarakat setempat, terutama masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Maju Bersama Talang Jerinjing.

Disampaikan Kapolres, program Jaga Kampung adalah gerakan internalisasi dari nilai luhur sembari mengoptimalkan serta membangun berbagai upaya ketahanan pangan dengan tujuan agar kuat kampungnya, sehat masyarakatnya dan cukup pangannya.

Dengan 3 hal tersebut, maka kampung akan terjaga, baik dari Covid-19, baik dari tindak pidana seperti pencurian, Curanmor, Curas, narkoba, mencegah kebakaran hutan dan lahan, radikalisme serta tindak pidana lainnya.

Dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar dengan terbentuknya program kampung tangguh nusantara gerakan jaga kampung ketahanan pangan tersebut diantaranya sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar lokasi kampung tangguh, sebab masyarakat tempatan diberdayakan bersama-sama kelompok tani Maju Bersama sebanyak 34 orang dan merasakan manfaatnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari upah kerja yang didapat dalam situasi pandemi Covid 19.

Disamping itu, ada pula Pustu siaga Covid-19, sampai saat ini masyarakat sangat merasakan manfaatnya, sebagai bukti tidak ada satupun masyarakat disekitar kampung tangguh nusantara tidak ada terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, ada posko terpadu keamanan yang terdiri dari pos Siskamling, posko patroli terpadu Karhutla serta posko Bhabinkamtibmas, dengan demikian situasi Kamtibmas akan terjaga, terhindar dari pencurian, narkoba, Karhutlah, radikalsime dan tindak pidana lainnya.

Terlaksananya pilot project program kampung tangguh nusantara gerakan jaga kampung Polres Inhu ini, lanjut Kapolres, tidak terlepas dari dukungan dan peran Pemkab Inhu, LAMR Inhu, Kepala Desa Talang Jerinjing, pihak perusahaan swasta, khususnya PT SSR yang telah memberikan dana CRS perusahaan untuk kegiatan ini dan elemen masyarakat lainnya.

“Atas nama pimpinan Polres Inhu dan jajaran, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Kapolres.

Diungkapkan Kapolres, Kampung Tangguh ini selain menjadi pilot project dalam ketahanan pangan juga akan menjadi contoh penerapan protokol kesehatan dan problem solving.

Acara panen raya itu juga dihadiri Ketua DPRD Inhu yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Inhu Suwardi Ritonga, Plt Asisten II Pemkab Inhu Syahrudin, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu Ir. Paino, SP, Kepala Diskes Inhu Hj. Elis Julinarti, DCN, M.Kes, Kasi Intel Kajari Inhu Erik, Wakapolres Inhu Kompol Zulfa Renaldo, S.Ik, M.Si, para Kabag, Kasat Fung, Kapolsek jajaran dan perwira Polres Inhu, anramil 01 Rengat Kapten Inf Ardiyasman, Kasi Trantib Kecamatan Rengat Barat Ping Astono, Pimpinan PT. SSR Hendry Endy, Plt Kades Talang Jerinjing Yeni Oktarianti, personel Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat, pengurus serta anggota kelompok tani Maju Bersama dan masyarakat Desa Talang Jerinjing.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/119779/luar-biasa-panen-raya-di-kampung-tangguh-hasilkan-70-ton-cabai-merah

Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tebet Tembus Rp100.000 per Kg

Harga cabai rawit merah di pasar tradisional termasuk di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, mencapai Rp100.000 per kilogram (Kg), menurut Info Pangan Jakarta (IPJ), Kamis (28/1).

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPK) DKI Jakarta membenarkan hal tersebut. Namun kenaikan harga tidak terjadi di semua pasar tradisional Ibu Kota, hanya di pasar-pasar tertentu, salah satunya Pasar Tebet Barat.

“Harga cabai rawit merah ada yang menjual kisaran Rp75.000 hingga Rp90.000 per Kg, hanya di Pasar Tebet Barat yang Rp100.000,” kata Pelaksana Tugas Kepala DKPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati dikutip dari Antara.

Elly menjelaskan, ada juga pasar yang menjual harga cabai di bawah rata-rata pasar sebesar Rp45.000, yakni di Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Adanya perbedaan harga cabai rawit merah ini, menurut Elly, disebabkan beberapa kemungkinan. Bisa saja pedagang memiliki stok cabai yang lama sehingga dijual dengan harga terjangkau daripada busuk.

Sementara harga jual di tingkat pasar induk yang menjadi pemasok cabai untuk pasar tradisional di Jakarta, yakni Pasar Kramatjati, Pasar Cibitung dan Pasar Tanah Tinggi, Tangerang Selatan, memang mengalami kenaikan.

“Selain itu, pasar-pasar tradisional di Jakarta punya keunikan berdasarkan lokasinya. Jika berada di kawasan elit, masyarakat kelas menengah atas, harga mengikuti psikologis wilayahnya,” kata Elly.

Menurut Elly, kenaikan harga cabai rawit merah dikarenakan pasokan cabai dari sentra produksi cabai di wilayah Jawa. Pasokan terhambat cuaca yang kurang mendukung, petani juga tidak memetik cabai akibat hujan yang terus turun di wilayah sentra.

Untuk mengantisipasi harga jual cabai di pasar tradisional terus melambung, pihaknya tengah membicarakan dengan Kementerian Pertanian untuk memperpanjang operasi pasar (OP) cabai murah. “Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Pertanian, kita minta operasi pasar cabai murah diperpanjang pelaksanaannya di pasar-pasar tradisional,” kata Elly.

Sumber: https://www.merdeka.com/uang/harga-cabai-rawit-merah-di-pasar-tebet-tembus-rp100000-per-kg.html

Harga Cabai Merah di Sikakap Turun Rp20 Ribu

Harga cabai merah di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai turun Rp20 ribu per kilogram dari harga semula Rp70 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Meski harga turun namun menurut Hen Tamar, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Sikakap nilai beli masyarakat menurun sejak pandemi corona terjadi.

Hen Tamar menyebutkan biasanya dalam seminggu ia mendatangkan cabai merah dari Padang sebanyak 100 kg, tapi saat pandemi dirinya hanya mengangkut 80 kg. 

“Biasanya dengan jumlah sebanyak itu cabai langsung habis dalam seminggu namun saat ini masih bersisa 5 kg,” kata Hen Tamar kepada MentawaiKita.com, Minggu (24/1/2021).

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit justru melejit dari Rp45 ribu per kg naik menjadi Rp75 ribu. Meski mahal namun cabai rawit laris manis di Sikakap.

 “Kalau harga cabai rawit di Padang sekarang Rp80 ribu per kg, maka harga jual di di Desa Sikakap sekitar Rp95 ribu per kg, cabai rawit yang dijual Rp75 ribu per kg itu dibeli dari petani cabai rawit di Pagai Selatan dengan harga Rp60 ribu per kg sampai Rp65 ribu, hari Minggu (24/1/2021) saya dapat cabai rawit sebanyak 100 kilogram habis dalam waktu sekitar satu jam,”katanya.

Westi (36), pedagang nasi goreng, mengatakan untuk mendapatkan cabai rawit sangat sulit sehingga tak heran jika harganya naik.

“Setiap Minggu saya membutuhkan cabai rawit sekitar 1 kilogram, walaupun harga cabai rawit naik, karena itu kebutuhan untuk buat nasi goreng, mie goreng, mie telur dan lainnya terpaksa harus dibeli juga, sementara sekarang harga cabai merah turun dari Rp70 ribu per kg turun menjadi Rp50 ribu per kg, mudah-mudahan harga cabai rawit kembali turun,” tuturnya.

Sementara Novianti (37), seorang ibu rumah tangga bersyukur harga cabai merah turun menjadi Rp50 ribu per kg.

Sumber: https://www.mentawaikita.com/baca/5123/harga-cabai-merah-di-sikakap-turun-rp20-ribu

Desa Tresnorejo Rintis Kampung Anggur untuk Dijadikan Destinasi Wisata

Desa Tresnorejo, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah merintis kampung anggur yang nantinya diharapkan bisa menjadi tujuan wisata dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mendukung gagasan tersebut setiap keluarga diwajibkan menanam dua pohon anggur di pekarangan rumahnya,” kata Kepala Desa Tresnorejo, Kecamatan Petanahan, Sutowo di Kebumen, Rabu, (27/1/2021).

Ia menyampaikan, keinginan ini bermula agar Desa Tresnorejo memiliki ikon yang dikenal oleh masyarakat dan bisa menjadi desa wisata maka lahirlah ide untuk membuat kampung anggur.

Menurut Sutowo, dipilihnya anggur sebagai ikon desa karena anggur memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga diharapkan nantinya saat kampung anggur sudah berkembang, masyarakat desa bisa mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“Memilih mengembangkan anggur karena banyak digemari masyarakat dan memiliki harga jual tinggi sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat,” tambahnya.

Ia menyampaikan, BUMDes Mitra Jaya Desa Tresnorejo pada 2020 telah menganggarkan 1.000 pohon anggur untuk ditanam masyarakat di pekarangan mereka.

BUMDes juga menyediakan laboratorium mini, selain masyarakat bisa membeli bibit anggur berbagai jenis, di sini BUMDes juga melakukan uji coba tanaman anggur dengan berbagai media tanam untuk dilihat perkembangannya.

Ia menyebutkan, jenis anggur yang dikembangkan antara lain caroline, red master, dan lokal.

Sutowo menyampaikan untuk mewujudkan kampung anggur, BUMDes juga membuat lorong anggur sepanjang 100 meter dengan ditanami berbagai jenis anggur

Sumber: https://akurat.co/gayahidup/id-1266623-read-desa-tresnorejo-rintis-kampung-anggur-untuk-dijadikan-destinasi-wisata

6 Tanaman Sayuran Ini Cocok Ditanam di Pot, Apa Saja?

Merawat tanaman di rumah bukan berarti hanya tanaman hias. Anda juga bisa menanam sayuran dengan apik di rumah, caranya dengan menanamnya di pot. Faktanya, menanam sayuran di dalam pot bisa memaksimalkan ruang di halaman rumah. Selain itu, Anda juga bisa memindahkan pot-pot tersebut ke area yang terkena sinar matahari, sehingga sayuran bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik. Ada banyak jenis sayuran yang cocok dan dapat tumbuh dengan baik saat ditanam di pot. Kuncinya salah satunya adalah memberi pupuk dengan tepat, serta memastikan penyiraman dengan baik karena pot membuat tanah lebih cepat kering.

1. Bawang

cocok menjadi koleksi di halaman rumah Anda, karena tumbuh dengan baik di tanah maupun di dalam pot. Yang penting bagi tanaman yang mudah tumbuh ini adalah penyiraman. Bawang membutuhkan tanah yang mudah menyerap sehingga umbinya tidak membusuk. Dengan akar yang pendek, sumber kelembaban yang konsisten adalah hal yang penting bagi umbi bawang untuk tumbuh. Anda bisa menanam bawang merah, bawang putih, atau bawang bombai di pot.

2. Kale

Sayuran hijau bergizi tinggi ini cocok ditanam di pot, meskipun ukuran sayuran ini seringkali bisa sangat besar.

Namun, ada juga beberapa jenis kale yang ukurannya lebih kecil, misalnya kale ripbor dan kale keriting.

Kale lebih menyukai suhu dingin, tetapi dapat didorong untuk terus tumbuh di suhu hangat di halaman rumah jika diletakkan di tempat teduh di sore hari.

Saat memanen sayuran ini, potong daun luar agar bagian dalam tanaman dapat terus mengembangkan daun baru.

3. Kucai

bisa hidup dan tumbuh lama, jadi Anda hanya perlu membelinya sekali dan merawatnya di pot. Setelah tiga atau empat tahun, kucai perlu diperbanyak, jadi Anda akan mendapatkan tanaman tambahan. Kucai adalah tanaman sayur yang populer untuk dirawat bersama dengan tanaman hias, karena memiliki bunga berwarna ungu kemerahan. Sayuran ini cukup mudah ditanam di dalam pot.

4. Tomat ceri

adalah salah satu sayuran yang bisa Anda tanam hampir di mana pun, yang penting ada tanah, sinar matahari, dan air. Itu juga berlaku untuk pot, termasuk pot gantung. Pastikan tanaman tomat ceri disiram secara merata untuk menghindari keretakan saat musim kemarau.

5. Radish

Sayuran keluarga lobak ini matang hanya dalam sebulan. Radish juga lebih menyukai suhu yang lebih dingin. Ini membuat radish menjadi tanaman yang cocok ditanam di pot saat cuaca sejuk.

6. Cabai

mudah dipelihara, selama suhu di sekitarnya tetap di bawah 32 derajat celsius. Cabai bisa terus tumbuh dalam cuaca yang lebih panas, tetapi akan menjatuhkan bunganya tanpa menghasilkan buah. Ketika cabai menghasilkan buah, warnanya yang cerah dan bentuknya yang menarik membuat mereka cukup menjadi tanaman hias. Saat memanen, kenakan sarung tangan atau cuci tangan setelah menangani untuk menghindari iritasi pada mata.

Sumber: https://www.kompas.com/homey/read/2021/01/24/143500376/6-tanaman-sayuran-ini-cocok-ditanam-di-pot-apa-saja-?page=all

10 Sayuran yang Bisa Dijadikan Sayur Bening, Tak Cuma Bayam

merupakan olahan yang sudah tak asing sebagai masakan rumahan. Olahan sayur ini sangat sederhana dengan asupan nutrisi yang kaya. Sayur bening juga sangat cepat dibuat.

Sayur bening identik dengan olahan sayur bayam. Sayur bening ini biasanya juga dipadukan bersama jagung manis dan potongan tomat. Dengan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, garam, dan temu kunci, sayur bening bayam terasa sangat segar.

Selain bayam, sayur bening juga bisa dibuat dari sayuran lainnya. Pilihan sayur bening ini bisa menambah variasi hidangan sayur di rumah. Sayur mayur ini juga sangat tinggi nutrisi dan mudah ditemukan.

Dengan olahan aneka sayur bening, tidak ada lagi rasa bosan untuk menyantap sayur bening. Berikut sayuran yang bisa dijadikan sayur bening, selain bayam, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(25/1/2021).2 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Daun kelor

Daun kelor termasuk jenis sayur yang bisa dijadikan sayur bening. Rasa sayur bening daun kelor juga sangat mirip dengan sayur bening bayam. Daun kelor juga termasuk sayuran kaya vitamin dan mineral. Nutrisi ini meliputi protein, vitamin B6, vitamin C, riboflavin dan zat besi. Daun kelor juga kaya akan antioksidan sehat dan senyawa tanaman bermanfaat.

Daun katuk

Selain kelor, sayuran yang bisa dijadikan sayur bening adalah daun katuk. Daun ini dikenal manfaatnya untuk melancarkan ASI. Di samping melancarkan ASI, daun katuk juga kaya akan manfaat kesehatan lainnya. Daun katu kaya akan vitamin A, B kompleks, dan C. Sayuran ini juga memiliki beragam antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah radikal bebas.https://9d151a00766c504f74f325ce1ad1c33b.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html3 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Kangkung

Kangkung biasanya diolah menjadi tumis kangkung atau direbus sebagai sayuran pecel. Namun, sayuran ini juga bisa dijadikan sayur bening. Dengan bumbu yang sama, sayur bening kangkung tak kalah lezat dengan bayam. Kangkung kaya akan vitamin A dan C. Sayuran ini juga kaya akan kalium, kalsium, zat besi, dan fosfor.

Daun singkong

Daun singkong bisa menjadi variasi sayur bening yang lezat. Sayuran ini memang dikenal dengan rasanya yang sedikit pahit. Namun, dengan pengolahan yang tepat, sayur daun singkong akan memiliki rasa yang segar. Daun singkong yang cocok dijadikan sayur bening adalah bagian daun yang masih muda. Ini karena daun yang masih muda cenderung tidak pahit seperti daun yang sudah tua. Daun singkong kaya akan protein, mineral, dan vitamin.4 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Sawi hijau

Sayuran selanjutnya untuk sayur bening adalah sawi hijau. Anda bisa menggunakan beragam jenis sawi hijau seperti caisim atau pakcoy. Sawi hijau memiliki rasa segar yang cocok diolah menjadi sayur bening. Sawi hijau rendah kalori namun tinggi serat dan banyak vitamin dan mineral penting. Secara khusus, sawi hijau adalah sumber vitamin C dan K.

Sawi putih

Selain sawi hijau, sawi putih juga bisa dijadikan olahan sayur bening. Sawi putih adalah sumber asam folat dan Vitamin B yang luar biasa. Sayuran ini juga kaya akan antioksidan dan tinggi serat makanan. Jika dipadukan dengan wortel, sosis atau daging ayam, sayur bening sawi putih akan terasa semakin menggugah selera.5 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Daun kacang

Daun kacang panjang atau lembayung merupakan daun yang kerap dimanfaatkan sebagai olahan sayur. Daun ini memiliki tekstur yang kasar. Untuk olahan sayur bening, pilih daun kacang yang masih muda. Daun kacang mengandung vitamin A dan B, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Oyong

Oyong atau gambas bisa dijadikan pilihan untuk bahan sayur bening. Sayuran ini memang sering dijadikan tambahan sayur bening bayan. Namun oyong juga bisa dimasak sendiri sebagai sayur bening. Dengan tambahan tauge kacang kedelai, sayur bening oyong akan memberi kesegaran tersendiri.

Rasa oyong yang khas dipadukan dengan kuah yang gurih menjadikan sayuran ini favotrit banyak orang. Oyong mengandung protein, kalsium, zat besi, vitamin A dan C. Oyong dipercaya bisa menurunkan kadar gula darah.

Sumber: https://hot.liputan6.com/read/4466047/10-sayuran-yang-bisa-dijadikan-sayur-bening-tak-cuma-bayam

Menanam Sayur di Lahan Sempit, Mengapa Tidak?

Masa pandemi COVID-19 ini berdampak pada banyak sektor salah satunya adalah sektor ekonomi, Akibat pandemi banyak pekerja yang dirumahkan . Kondisi ini tidak serta merta membuat kita menjadi tidak produktif. Beragam aktivitas bisa dilakukan, khususnya yang bisa menopang kebutuhan pangan rumah tangga. Salah satu yang bisa dilakukan adalah berkebun sayuran organik di pekarangan rumah.

Pada masyarakat kota mungkin berkebun sayuran di pekarangan mustahil karena umumnya mereka tidak memiliki pekarangan yang luas, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berkebun sayuran di lahan yang sempit, salah satunya adalah dengan menggunakan teknik hidroponik, kita bisa menanam berbagai sayuran dengan teknik ini pada botol bekas yang kita tempel di dinding, styroform atau paralon yang dilubangi. 

Selain tidak membutuhkan lahan yang luas menanam dengan teknik ini juga tidak membutuhkan perawatan yang lebih. Kita hanya butuh memberikan  nutrisi dan mengecek keadaan air pada tempat dimana kita menanam.

Saya menanam beberapa jenis sayuran yang memiliki jangka waktu panen pendek seperti pop cay, sawi, bayam merah, kangkung dan selada. Alhamdulillah selain untuk konsumsi sendiri terkadang juga ada teman yang membeli sayuran hidroponik kami. 

Lumayan loh karena sayuran hidroponik ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran yang ditanam di tanah pada umumnya,  Jika seikat kangkung di pasar dijual dengan harga sekitar Rp 1.000. Sayuran hidroponik bisa dijual dengan harga Rp 5.000. Bahkan untuk pop cay dan selada bisa lebih tinggi nilai jualnya.

Selain memiliki nilai jual yang lebih tinggi sayuran hidropoink juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan tidak memiliki residu bahan kimia sehingga aman dan menyehatkan. Mari kita perdayakan pekarangan kita dengan menanam berbagai sayuran untuk menopang kegiatan ekonomi rumah tangga. Selamat mencoba.

Sumber: https://www.kompasiana.com/dwirustanti/601188e3d541df1a182e4a35/menanam-sayur-di-lahan-sempit-mengapa-tidak#

Babinsa Pos Ramil Putri Betung Tingkatkan Ketahanan Pangan

Babinsa Pos Ramil Putri Betung Koramil-03/Blangkejeren Kodim 0113/Gayo Lues bersama dengan Penyuluh Pertanian  melaksanakan kegiatan Pendampingan terhadap Petani di Kecamatan Putri Betung  dengan melakukan pengecekan lahan yang akan ditanami Jagung, lahan perkebunan tersebut milik Sdr. Talib umur 49 tahun salah satu warga Desa Gumpang Pekan Kecamatan Putri Betung Kab. Gayo Lues, Kamis (21/01/2021).

Pendampingan ini di lakukan bekerja sama antara Babinsa dengan Penyuluh Pertanian Kecamatan Putri Betung, menjelaskan tentang bagaimana cara menjadi petani yang baik dan berhasil tidak hanya satu jenis tanaman saja, dalam kesempatan tersebut di jelaskan khusus kepada Petani Jagung yaitu mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, perawatan berjalan dan yang sangat menunjang keberhasilan petani adalah faktor cuaca.

Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Inf Yudhi Hendro Prasetyo melalui Danpos Ramil Putri Betung Pelda Khalidin menjelaskan kegiatan ini sudah menjadi tugas TNI dan bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian, salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan agar kebutuhan pokok masyarakat dapat tercukupi serta dapat mewujudkan swasembada pangan terutama di wilayah Desa binaan Babinsa masing-masing

Lebih lanjut disampaikan oleh Pelda Khalidin dengan dilakukan pendampingan ini oleh Babinsa dan PPL mengharapkan kepada para Petani lainnya seperti tanaman jahe, kakao, dan pisang terus berjalan dan lebih giat lagi karena dari segi harga jualnya cukup menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri disela Covid-19 yang masih belum berakhir.[Marzuki]

Sumber: https://www.mediaandalas.com/daerah/babinsa-pos-ramil-putri-betung-tingkatkan-ketahanan-pangan/186172/

DKP Dompu Izinkan Budidaya Lobster

 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu, mengizinkan masyarakat pesisir untuk menangkap dan membudidayakan lobster. Namun demikian, ukuran minimal benih harus diatas 2 ons. Hal itu berkenaan dengan adanya kebijakan penghentian sementara ekspor dari pemerintah pusat.

Kepala DKP Dompu, Ir. Wahidin, M. Si., kepada Suara NTB, Senin, 25 Januari 2021 menyampaikan, penangkapan dan pengiriman bibit lobster atau benur keluar daerah masih dilarang. Tetapi untuk kegiatan budidaya diberikan ruang, namun dengan ukuran benih 2 ons lebih. “Untuk mencapai ukuran super harus budidaya dulu. Jadi boleh menangkap bibit tapi yang ukuran besar,” terangnya.

Terbukanya ruang budidaya di tengah penghentian ekspor ini, tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan warga untuk menangkap benur semua ukuran, bahkan tetap mengirimnya keluar daerah dengan berbagai cara.

Menyikapi ancaman itu, DKP rupanya tidak bisa berbuat banyak, sebab kewenangan pengawasan sepenuhnya berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Sementara untuk lalu lintas keluar daerah, diawasi ketat Balai Karantina dan Aparat Penegak Hukum (APH). “Kalau kabupaten hanya bisa merekomendasi asal dari bibit lobster itu. Tapi sekarang masih di larang, sehingga kami tidak berani mengeluarkannya,” tegas dia.

Pasca pelarangan penangkapan dan pengiriman benih lobster diputuskan pemerintah pusat, perekonomian masyarakat pesisir sempat terganggu, khususnya mereka yang selama ini menggantukan hidup pada hasil tangkapan biota laut tersebut.

Namun mengingat ini pilihan terbaik pemerintah, mau tidak mau harus dipatuhi agar tidak berdampak hukum. Dan pemenuhan ekonomi keluarga, alternatif lain yakni kembali menangkap ikan atau menggarap lahan pertanian untuk menanam jagung. “Intinya bagaimana bisa tetap hidup, kalau kemarin nangkap bibit lobster sekarang harus beralih tangkap ikan, atau bertani bagi yang memang bukan nelayan,” pungkasnya. (jun)

Sumber: https://www.suarantb.com/dkp-dompu-izinkan-budidaya-lobster/

Peningkatan Produksi Jagung, Sumbar Pasang Target Konservatif

 Produksi jagung di Provinsi sumatra barat pada tahun 2020 sebanyak 935.716 ton atau kurang 59.465 ton dari target produksi yang mencapai 995.201 ton.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Syafrizal mengatakan melihat realisasi dari target produksi yang hanya 94,02 persen, maka untuk tahun 2021 target produksi jagung di Sumbar tidak jauh berbeda dengan tahun 2020.

“Memang untuk jagung kita tidak mencapai target. Karena ada lahan sawah yang digunakan sebelumnya untuk bertanam jagung, ternyata di tahun 2020 sawah itu sudah bisa dialiri air, sehingga petani kembali menanam padi,” katanya kepada Bisnis di Padang, Minggu (24/1/2021).

Diakuinya bahwa cukup banyak perkebunan jagung di Sumbar yang lahannya itu dulunya adalah sawah tadah hujan. Dari pada membiarkan sawah ditumbuhi ilalang, maka petani pun memilih untuk bertanam jagung.

Tapi di tahun 2020 ini, ternyata ada sawah tadah hujan untuk tidak lagi ditanami jagung, melainkan kembali bertanam padi. Sebab ada beberapa daerah yang berhasil membuat irigasi, sehingga sawah yang tadi tadah hujan, kini sudah punya irigasi yang bagus.

“Di satu sisi kita senang, sawah yang dulu kering, kini sudah dialiri air, dan tidak lagi mengharapkan hujan. Artinya produksi padi di Sumbar bisa digenjot. Tapi di sisi lain, dampaknya itu produksi jagung jadi lebih sedikit,” ujarnya.

Padahal kebutuhan jagung di Sumbar cukup besar yakni sebesar 1,2 juta ton per tahunnya. Kini dengan adanya produksi jagung yang tidak sampai 1,2 juta ton, membuat Sumbar minus 200.000 ton lebih per tahunnya.

Diakuinya bahwa selama ini produksi jagung di Sumbar tak sampai 1 juta ton per tahunnya. Kendati kebutuhan jagung di Sumbar tidak mencukupi dari produksi yang ada, namun dari Pemprov Sumbar akan lebih serius untuk menggerakan pengelolaan lahan tidur pada tahun 2021 ini.

Lahan tidur di Sumbar kini mencapai 200.000 hektare dan berpotensi dikelola khususnya untuk tanaman jagung

Sumber: https://sumatra.bisnis.com/read/20210124/533/1347046/peningkatan-produksi-jagung-sumbar-pasang-target-konservatif