Eustakius, Ketua Kelompok Petani Muda Ini Sukses Berbisnis Sayuran

Eus merencanakan menjurus ke pertanian organik dan sudah secara perlahan bertolak ke sana. Misalnya penggunaan kompos, menggunakan pupuk cair organik. Perlahan mulai mengurangi pestisida kimia dan meskipun mempergunakan tetap sesuai ambang batas yang diperbolehkan.

Dampak COVID-19 pun ikut dirasakannya. Kalau tidak ada COVID-19 dia mengaku sudah bisa mengantongi uang ratusan juta rupiah. Cabe keritingnya 7.000 pohon siap panen, dan biasanya dijual dengan harga Rp50.000/kg. Untuk tomat dijual Rp Rp.10.000/kg.

Pertengahan April dirinya meminta kepada anggota kelompok untuk berbuat sesuatu dan menjadi pahlawan pangan. “Kami ke Dinas Pertanian dan meminta bantuan menanam tanaman pangan untuk ketahanan pangan seperti jagung dan singkong. Kami diberikan bantuan benih singkong 25 hektare dan 30 hektare jagung,” terangnya.

Saat ditemui, singkong bantuan pemerintah tersebut telah ditanam di bedeng-bedeng yang sedianya akan ditanami holtikultura seperti lombok dan tomat. Itu bukti antisipasi rawan pangan.

Uang dari bertani dipergunakan untuk membayar hutang karena sebelumnya rata-rata para petani sebut Eus bekerja di dunia gelap seperti perjudian dan sejenisnya.

Dia bersyukur secara sosial banyak diantara generasi muda yang melepaskan dunia gelap sebelumnya. Puluhan petani di kecamatan Nita bahkan kecamatan lainnya mulai belajar dan termotivasi darinya.

“Pak Eus ini bukan saja petani kunci, tapi dia petani pelopor dan penggerak. Dia benar-benar mau terus belajar bahkan tak sungkan membagi ilmu dan mengajak orang lain bertani holtikultura,” kata Manserius Menga, Kepala BPP Nita kepada Mongabay Indonesia, Senin (20/4/2020).

Eus berpesan kepada anak muda agar menggeluti dunia kerja dengan sepenuh hati. “Jadilah ahli di bidangnya. Kalau jadi petani, jadilah ahli di bidang pertanian. Kalau jadi peternak, jadilah ahli dibidang peternakan,” katanya,

“Saya saja walau tamatan SMA tetapi berusaha dan butuh waktu 3 tahun untuk menjadi petani tomat yang profesional. Ahli dibidang budidaya tomat meskipun orang mengatakan, masa tanam tomat saja butuh waktu lama baru mahir,” pungkasnya.