Harga Pupuk Bersubsidi Naik, PT Meuligoe Raya Kumpulkan Pemilik Kios Pengecer di Abdya

PT Meuligoe Raya, salah satu dari tiga distributor penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengumpulkan pengusaha kios pengecer resmi yang dibentuk dalam wilayah tujuh kecamatan setempat.

Meuligoe Raya menyalurkan pupuk bersubsidi jenis Urea yang diproduksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) untuk wilayah tujuh kecamatan dari sembilan kecamatan setempat.

Yaitu untuk Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Susoh, dan Jeumpa. 

PT Meuligoe Raya juga dipercaya sebagai distributor pupuk subsidi jenis NPK Phonska, ZA, SP-36 dan Petroganik (Organik)  yang diproduksi PT Petro Kimia Gresik untuk empat kecamatan dari sembilan kecamatan di Abdya.

Yaitu Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, dan Setia.

Total kios pengecer yang dibentuk PT Meuligoe Raya 37 kios, sebanyak 21 kios diantaranya menyalurkan pupuk subsidi jenis Urea, NPK Phonska, ZA, SP-36 dan Petroganik.

Sedangkan 16 kios pengecer lainnya khusus menyalurkan pupuk subsidi jenis Urea.

“Kita telah mengelar rapat dengan para pemilik kios pengecer resmi dalam tujuh kecamatan tersebut,” kata Direktur Pemasaran PT Meuligoe Raya,”

Rapat digelar di Aula Area Motel Blangpidie, Sabtu (30/1/2021) untuk mendengarkan penjelasan dari Direktur Utama (Dirut) PT Meuligoe Raya, Maidisal Diwa.

Penjelaskan yang disampaikan menyangkut pengawasan dan evaluasi penyaluran dan penjualan pupuk bersubsidi menyusul kenaikan atau perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang berlaku sejak Januari 2021.

Selain, para pengusaha kios pengecer resmi dari tujuh kecamatan, rapat tersebut juga dihadiri sejumlah camat, keuchik gampong /kepala desa, tokoh masyarakat, Anggota DPRK, Julinardi serta Kasi Pupuk, Pestisida dan Alat Mesin Pertanian, Mahafaz Zulus Fitri SP mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya.

Dirut PT Meuligoe Raya, Maidisal Diwa dalam rapat tersebut mengajak semua pihak untuk mengawasi penjualan pupuk bersubsidi di kios-kios pengecer resmi sehingga sesuai ketentuan berlaku.

Artinya, kata Maidisal, penjualan pupuk bersubsidi di kios-kios pengecer resmi yang dibentuk PT Meuligoe Raya harus sesuai HET tahun 2021 dan sesuai dengan petani yang terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Ketuhan Kelompok) daerah bersangkutan.

Maidisal mengingatkan bahwa para pengusaha kios pengecer resmi pupuk subsidi yang dibentuk sudah diikat dengan kontrak dan sudah diteken, yaitu SPJB (Surat Perjanjian Jual Beli Pupuk) serta Fakta Ingritas yang berisikan 11 poin yang harus dipatuhi.

“Pelanggaran atas kontrak dan fakta integritas, saya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas, berupa pemberhentian selaku kios pengecer resmi,” tegas Maidisal Diwa dihadapan para pemilik kios pengecer resmi yang hadir dalam rapat tersebut.

Salah seorang keuchik gampong dalam rapat tersebut mengimformasikan tentang ada sejumlah petani yang namanya tidak terdaftar dalam RDKK, bagaimana solusinya. 

Atas pertanyaan ini, pejabat yang mewakili Kepala Distanpan Abdya meminta para keuchik untuk mencatat nama-nama mereka untuk perbaikan RDKK  atau nama-nama mereka akan diinput ke dalam e-RDKK.         

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah telah menaikkan HET (Harga Eceran Tertinggi) pupuk bersubsidi yang dijual di kios-kios pengecer resmi, termasuk di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai berlaku Januari 2021. 

Dari lima jenis pupuk bersubsidi, HET untuk empat jenis (Urea, SP-36, ZA dan Petroganik atau Organik, naik antara Rp 300 sampai Rp 450 per kilogram.

Sedangkan HET pupuk jenis NPK Phonska masih tetap seperti tahun lalu, yaitu Rp 2.300 per kilogram (kg) atau Rp 115.000 per sak isi 50 kg.

Hal ini Keputusan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya  tanggal  6 Januari 2021, Nomor 8212/107/2021 ditandatangani Kepala Distanpan Abdya, drh Nasruddin.

Keputusan tersebut ditembuskan antara lain kepada Bupati Abdya, Komisi Pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pestisida Kabupaten Abdya, serta PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk bersubsidi.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh juga telah mengeluarkan Keputusan Nomor 820/01/IV.1 tanggal 4 Januari 2021 tentang penetapan alokasi dan HET pupuk bersubsidi.

Empat jenis pupuk bersubsidi yang mengalami kenaikan HET adalah Urea Rp 2.250 per kg atau Rp 112.500 per sak isi 50 kg, naik Rp 450 per kg, dibandingkan HET tahun 2020 Rp 1.800 per kg atau Rp 90 ribu per sak.

Pupuk SP-36 Rp 2.400 per kg atau persak Rp 120.000 per sak isi 50 kg, naik Rp 400 per kg dibandingkan HET tahun lalu Rp 2.000 per kg atau Rp 100.000 per sak.

Pupuk ZA Rp 1.700 per kg atau Rp 85.000 per sak isi 50 kg, naik Rp 300 per kg, dibandingkan HET tahun lalu Rp 1.400 per kg atau Rp 70.000 per sak.   

Dan, pupuk organik (petroganik) Rp 800 per kg atau Rp 32.000 per sak isi 40 kg, naik  Rp 300 per kg, dibandingkan HET tahun lalu Rp 500 per kg atau Rp 20.000 per sak.

Dalam SK tersebut juga dijelaskan bahwa kemasan pupuk bersubsidi diberi label tambahan berwarna merah, mudah dibaca dan tidak mudah hilang atau terhapus.

Kemasan pupuk bertuliskan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah/Barang Dalam Pengawasan’. Pupuk Urea bersubsidi berwarna merah muda (pink) dan pupuk ZA bersubsidi berwarna jingga (orange).

Alokasi Per Kecamatan

Masih berdasarkan Keputusan Distanpan Abdya itu juga ditetapkan alokasi  lima jenis pupuk bersubsidi pemerintah  per kecamatan.

Kepala Distanpan Abdya melalui Kabid Prasarana dan Sarana, Teuku Indra ST dihubungi  Serambinews.com menjelaskan, alokasi lima jenis pupuk bersubsidi dan sebaran kecamatan (9 kecamatan) di Abdya sebagai berikut;

Kecamatan Babahrot, 1.258,75 ton Urea, 360,73  ton SP-36, 360,99 ton ZA, 727,77 ton NPK Phonska dan 237,42 ton Organik.

Kecamatan Kuala Batee, 457,61 ton  Urea, 345,74 ton NPK Phonska dan 69,71 ton Organik.

Kecamatan Jeumpa 569,61 ton Urea, 37,06 ton SP-36, 290,86 ton NPK Phonska dan 0,87 ton Organik.

Kecamatan Susoh 384,26 ton Urea, 117,54 ton NPK Phonska dan 45,54 ton Organik.

Kecamatan Blangpidie, 269,76 ton Urea, 83,06 ton NPK Phonska dan 32,52 ton Organik.

Kecamatan Setia, 384,64 ton Urea, 37,46 ton SP-36, 7,25 ton ZA, 247,55 ton NPK Phonska dan 59,52 ton Organik.

Kecamatan Tangan-Tangan, 524,25 ton Urea, 288,02 NPK Phonska dan 61,80 ton Organik.

Kecamatan  Manggeng, 452,49 ton Urea, 241,49 ton NPK Phonska dan 53,65 ton Organik.

Kecamatan Lembah Sabil, 298,63 ton Urea, 11,75 ton SP-36, 11,76 ton ZA, 157,97 ton NPK Phonska dan 39,44 ton Organik.

Disalurkan Tiga Distributor

Kelima jenis pupuk bersubsidi pemerintah untuk sektor pertanian guna membantu petani akan disalurkan tiga distributor meliputi sembilan wilayah kecamatan di Kabupaten Abdya.

Selain PT Meuligoe Raya, ada dua distributor lain, yaitu CV Andalas menyalurkan pupuk bersubsidi jenis Urea untuk dua kecamatan,  Babahrot dan Kuala Batee dengan jumlah kios pengecer resmi 21 kios.

PT Pertani (Persero) menyalurkan pupuk NPK Phonska, ZA, SP-36 dan Petroganik (Organik) untuk lima kecamatan,  Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh dan Blangpidie. Jumlah kios pengecer resmi 33 kios.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/31/harga-pupuk-bersubsidi-naik-pt-meuligoe-raya-kumpulkan-pemilik-kios-pengecer-di-abdya?page=4