Iqbalul Arifin, Petani Milenial Yang Sukses Berbisnis Jambu Biji

Membaca peluang yang sangat besar akan kebutuhan buah Jambu Biji di kota-kota besar seperti Semarang,Cilacap,Purwokerto dan kota lainnya yang potensial dan sangat besar menjadi langkah awal pemuda desa Pasiraman Lor Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas

Dirinya mengawali terjun ke dunia pertanian membudidayakan Jambu Biji kultivar Citayam dan Jambu Merah Getas di lahan seluas 1000 m 2 di desanya.sekitar dua tahun yang lalu.Pemuda yang sejak mudanya bergelut di bidang percetakan dan sablon sangat faham betul lika liku dunia usaha,Menjadi wirausaha yang telah dirintis di desanya disamping mengajar ilmu agama Islam di sekitar rumahnya. Menjadi ustadz ,merupakan panggilan hidup sesudah menekuni ilmu-ilmu agama di sebuah Pondok Pesantren Magelang.

Tak cukup sampai disitu, lelaki muda berkekacamata itu ternyata seorang qori dengan suaranya yang imerdu nan indah saat membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an pada kegiatan acara-acara peringatan Hari Besar Agama Islam baik di desanya sendiri maupun wilayah kecamatan Pekuncen dan lain-lainnya.

Mengabdi kepada masyarakat dan umat senantiasa tertanam begitu dalam dihatinya, dengan menjadi ustadz ,merangkap wirausaha dan penyuluh agama di desanya.

Perjuangan dan pengabdiannya menjadi Penyuluh Agama Islam di desanya berbuah manis saat Pemerintahan Presiden SBY membuat kebijakan nasional dengan mengangkat tenaga honorer Penyuluh Agama Islam diseluruh Indonesia. menjadi PNS.

Ustadz Iqbalul Arifin akhirnya besama-sama teman -teman Penyuluh Honorer di Kabupaten Banyumas diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.(PNS).

Keberhasilan menanam Jambu Biji kultivar Citayam di Pasiraman Lor dengan menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan dan melakukan ekspansi atau perluasan lahan budi daya di grumbul Kaliblundeng Desa Semedo dengan menanam sebanyak 1600 pohon dengan luas areal lahan kebun 1,5 ha,

Upaya melakukan perluasan lahan karena permintaan pasar akan Jambu Biji kultivar Citayam tak terpenuhi sebagaimana penuturan beliau pada penulis, kebutuhan jambu biji di kota Semarang 8.ton, Cilacap ,Purwokerto 3 ton

Berdasarkan analisis ustadz,untuk memenuhi permintaan keseluruhan pangsa pasar harus menanam 12.600 pohon, sementara saat ini baru menanam 4.600 pohon yang ia kelola sendiri maupun besama sahabat-sahabatnya yang bergabung budidaya jambu biji.Dengan demikian masih kekurangan 8000 pohon yang harus ditanam,

Ustad Iqbalul Arifin membuka tangan selebar-lebarnya pada sahabat-sahabat muda khususnya di Kecamatan Pekuncen ,dan umumnya di Kabupaten Banyumas yang berminat di bidang pertanian budidaya Jambu Biji untuk bergabung bersama-sama

Oleh karena kebutuhan pasar masih cukup tinggi juga sangat menguntungkan hasilnya dengan penegelolaan yang profesional.

Dari pengalamnya selama dua tahun budidaya Jambu Biji Citayam diperoleh bahwa jambu bij Citayam perpohon menghasilkan 3-4 kg dengan masa petik 30 kali selama dua bulan atau 15 kali petik perbulan dengan harga jual Rp.5000/kg…wow banyak banget jumlah rupiahnya.