Muhammad Nur, Petani Muda Yang Sukses Menanam Buah Naga

Muhamad Nur merupakan petani buah naga yang sukses di Kabupaten Sukabumi. Di usianya yang menginjak 47 tahun, Nur tinggal menikmati hasil yang dirintisnya sejak 2009. Bagaimana perjalanan kesuksesan Muhamad Nur sebagai petani buah naga? simak kisahnya!DI temui di kebunnya di Kampung Cigadog RT 04/05, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Nur tengah memanen buah naga hasil budi dayanya. Panen ini merupakan kesekian kalinya karena ia menanam buah naga sejak 2009.

“Iya, saya mengawali menanam buah naga ini sejak 2009,” ujar Nur membuka pembicaraan.Muhamad Nur merupakan seorang perantau. Dia datang ke Sukabymi pada 1993 silam. Awal datang ke Sukabumi ia sempat berjualan pakaian di pasar tradisional. Baginya, apapun akan dikerjakan selama pekerjaan itu menghasilkan rezeki halal.

Seiring perjalanan waktu, Nur pun mulai membuka diri dengan melihat peluang usaha lain yang bisa dikembangkan. Bermodal kemampuannya bertani saat di Sumatra, Nur pun mencoba mengumpulkan uang untuk membeli lahan.

Singkat cerita ia pun berhasil mengumpulkan uang yang digunakan membeli tanah seluas 7 ribu meter persegi. Saat itu Nur mulai menanam benih buah naga. Ternyata lahan yang ditanaminya cocok membudidayakan buah naga.

“Di Sumantra, buah naga cocok ditanam di lahan di sana. Makanya saya coba kembangkan di sini. Waktu itu bibitnya saya bawa dari Sumatra,” ucapnya.Kini Nur sudah memiliki 1.500 pohon buah naga. Lahannya banyak dijadikan percontohan. Bahkan tak sedikit yang datang dari luar daerah. “Sambil memberikan pelajar, saya juga berbisnis karena lahan dijadikan agrowisata,” ucapnya.Para pengunjung di kebunnya bisa mencicipi buah naga sepuasnya. Ia membanderol harga Rp15 ribu per kilogram. Dalam satu tahun buah naga hanya satu kali dipanen. Sekali panen Nur bisa menghasilkan 3 ton buah naga.

“Saya pasarkan juga ke pasar di luar daerah. Tapi sekarang hanya memasok di Sukabumi saja. Banyak permintaannya. Buah naga saya merah dan ungu tua,” ujarnya.