Muhammad Padil, Petani Muda Dari Kalimantan Timur

Muhammad Padil, pemuda asal Samarinda terpilih sebagai Duta Petani Milenial Kalimantan Timur. Terpilihnya Padil, sapaan karibnya, untuk mewakili Kalimantan Timur pada program Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Padil menjadi salah satu dari duta petani milenial se-Indonesia yang baru saja dikukuhkan oleh Menteri Pertanian, pada Senin, (13/4/2020) lalu.
Berdasarkan Surat Kementrian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dengan nomor B-55556/SM.050/I/04/2020, dia merupakan 1 dari 67 Duta Petani Milenial yang sukses dalam mengembangkan usaha pertanian.
Akan tetapi, pengukuhan ini harus dilaksanakan melalui video conference karena pandemi corona yang dialami oleh berbagai negara di belahan dunia pada Senin (13/4).
Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi yang sukses mengirimkan salah satu perwakilanya untuk menjadi Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA).Pada tahun 2018 seorang Padil sempat tidak lolos dalam sistem pendaftaran online. Tapi dia tidak putus asa dan mencari jalan yang lain. Sambil terus memperbaiki diri apa yang menjadi kekurangannya, Padil mengikuti jalur pendaftaran PWMP (Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian). Hasil tidak akan mengkhianati proses adalah ungkapan yang sangat tepat buat Padil, karena ia memperoleh pengumuman bahwa dirinya lolos.
“Pada dua tahun kemarin tepatnya 2018, saya gak terlalu update tentang informasi dan malah cuma dapat sekilas tentang duta petani, saya daftar online itu tidak dapat info lanjutan. Akhirnya saya gagal dan kesempatan kedua ini saya coba jalur lain, yang bernama PWMP sambil memperbaiki diri dan juga persiapan akhirnya saya lolos” katanya.
Terpilihnya Padil bukanlah hal yang gampang, sebab dirinya harus menjalankan salah satu program Pemerintah yaitu penumbuhan wirausaha muda pertanian.
“Perbaikan diri itu pasti kita lakukan, di PWMP sendiri saya menang di penumbuhan wirausaha muda pertanian tahun 2018 dan tetap konsisten dan itu memperoleh bantuan pemerintah dan kementrian dan dipantau selama 2 tahun,” katanya.
Diketahui DPM dan DPA yang dikukuhkan sebanyak 67 orang. Terdiri dari 59 orang DPM yaitu petani yang berusia antara 19-39 tahun, dan 8 orang DPA yaitu petani yang berusia diatas 39 tahun. Semuanya itu dari berbagai aspek komoditas seperti tanaman pangan, perkebunan, peternakan hingga hortikultura.
Dalam hal ini, menjadi duta pertanian sangatlah penting untuk terus memajukan sektor pertanian. Anak muda di era milenial ini yang harus menjadi penggerak sektor pertanian supaya pertanian menjadi sebuah sektor yang maju dan modern.