Harga cabai rawit merah tembus Rp100 ribu

 Harga cabai rawit merah di pasar tradisional termasuk di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg),  menurut Info Pangan Jakarta (IPJ), Kamis.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPK) DKI Jakarta membenarkan hal tersebut. Namun kenaikan harga tidak terjadi di semua pasar tradisional Ibu Kota, hanya di pasar-pasar tertentu, salah satunya Pasar Tebet Barat.

“Harga cabai rawit merah ada yang menjual kisaran Rp75 ribu hingga Rp90 ribu per kg, hanya di Pasar Tebet Barat yang Rp100 ribu,” kata Pelaksana Tugas Kepala DKPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati.

Elly menjelaskan, ada juga pasar yang menjual harga cabai di bawah rata-rata pasar sebesar Rp45 ribu, yakni di Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Adanya perbedaan harga cabai rawit merah ini, menurut Elly, disebabkan beberapa kemungkinan. Bisa saja pedagang memiliki stok cabai yang lama sehingga dijual dengan harga terjangkau daripada busuk.

Sementara harga jual di tingkat pasar induk yang menjadi pemasok cabai untuk pasar tradisional di Jakarta, yakni Pasar Kramatjati, Pasar Cibitung dan Pasar Tanah Tinggi, Tangerang Selatan, memang mengalami kenaikan.

“Selain itu, pasar-pasar tradisional di Jakarta punya keunikan berdasarkan lokasinya. Jika berada di kawasan elit, masyarakat kelas menengah atas, harga mengikuti psikologis wilayahnya,” kata Elly.

Menurut Elly, kenaikan harga cabai rawit merah dikarenakan pasokan cabai dari sentra produksi cabai di wilayah Jawa. Pasokan terhambat cuaca yang kurang mendukung, petani juga tidak memetik cabai akibat hujan yang terus turun di wilayah sentra.

Untuk mengantisipasi harga jual cabai di pasar tradisional terus melambung, pihaknya tengah membicarakan dengan Kementerian Pertanian untuk memperpanjang operasi pasar (OP) cabai murah.

“Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Pertanian, kita minta operasi pasar cabai murah diperpanjang pelaksanaannya di pasar-pasar tradisional,” kata Elly.

Sebelumnya, operasi pasar atau gelar pangan murah (GPM) cabai pernah dilaksanakan pada tanggal 12-13 Januari 2021 di Pasar Mitra Tani Klender, Pasar Mitra Tani pasar Minggu, Cengkareng, Pal Merah, Jatinegara, Pluit dan Kelurahan Benhil.

Selama pelaksanaan GMP harga cabai rawit merah dijual Rp 56 ribu per kg. Menurut Elly, setelah pelaksanaan GMP, sempat mempengaruhi harga cabai, namun tidak berlangsung lama, karena pasokan dipengaruhi cuaca di wilayah sentra. Wilayah sentra cabai untuk DKI seperti Blitar, Kediri, Subang dan Kabupaten Bogor.

Info Harga 
DKPK DKI Jakarta melakukan pemantauan harga cabai rawit di 48 pasar tradisional di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.

Hasil pantauan hari ini, harga cabai rawit merah Rp80 ribu di antaranya ada di Pasar Klender SS, Pasar Kalibaru, Pasar Kelapa Gading, Pasar Pal Merah, Pasar Kalideres, Pasar Cengkareng, Pasar Lenteng Agung dan Pasar Pesanggrahan.

Pasar Johar Baru, Pasar Cempaka Putih, Pasar paseban, Pasar Ujung Menteng, Pasar Cinajtung, Pasar Pal Meriam, Pasal Ciplak, Pasar Pulo Gadung dan Pasar Perumnas Klender.

Selain itu Pasar Jatinegara, Pasar Kramatjati, Pasar Jatinegara, Pasar Pramuka, Pasar Minggu, Pasar Grogol, Pasar Jembatan Merah serta Pasar Senen Blok III-VI.

Sedangkan harga cabai Rp 85 ribu ada di Pasar Glodok, Pasar Tanah Abang Blok A-G, Pasar Cipete, Pasar Mampang Prapatan dan Pasar Pluit.

Harga cabai rawit merah Rp90 ribu terjadi di Pasar Anyer Bahari, Pasar Rawamangun, Pasar Koja Baru, Pasar Tomang Barat, Pasar Rumput, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Gondangdia, Pasar Mayestik dan Pasar Rawa Badak.

Ada juga pasar yang menjual cabai rawit merah Rp68 ribu di Pasar Induk Kramatjati, Rp78 ribu di Pasar Sunter Podomoro, Rp75 ribu di Pasar Cibubur, Pasar Pondok Labu dan Pasar Jembatan Lima.

Untuk harga Rp70 ribu per kg, hanya ada di dua lokasi, yakni Pasar Pos Pengumben serta Pasar Pademangan Timur.

Sementara itu, untuk cabai jenis lain, seperti cabai merah kerinting, hijau kerinting, cabai merah besar, hijau besar, juga dijual dengan harga rata-rata DKI Jakarta Rp51.149. Sedangkan untuk harga tertinggi Rp65 ribu per kg di Pasar Mayestik dan terendah Rp35 ribu per kg di Pasar Jembatan Lima.

Cabai rawit hijau rata-rata Rp 76.192 per kg, harga tertinggi Rp 90 ribu per kg di Pasar Ikan Koja, dan terendah Rp55 ribu di Pasar Mayestik.

Untuk cabai merah besar rata-rata Rp50.977 per kg, harga tertinggi Rp70 ribu di Pasar Ciplak dan terendah Rp35 ribu di Pasar Jembatan Lima.

Sumber: https://bengkulu.antaranews.com/berita/144306/harga-cabai-rawit-merah-tembus-rp100-ribu

Harga Cabai Merah di Gayo Lues Kembali Turun

Harga cabai merah dan cabai rawit  di kabupaten Gayo Lues (Galus) untuk saat ini dilaporkan sudah berangsur turun kembali, meskipun sebelumnya harus tersebut  sempat melonjak dan naik mencapai Rp 40.000/kg untuk cabai merah itu.

harga cabai merah saat ini di kabupaten itu berangsur turun dari harga Rp 35.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, begitu juga dengan harga cabai rawit sebelumnya Rp 45.000/kg turun menjadi Rp 35.000/kg.

“Harga cabai merah saat ini sudah berada pada harga Rp 15.000/kg ditingkat agen penampungan atau pengumpul, begitu juga dengan harga cabai madun (putih) juga mengalami turun dari Rp 45.000/kg menjadi Rp 40.000/kg,”kata Keling salah satu agen dan pedagang penampung di kabupaten itu

Menurutnya, semua jenis cabai tersebut harganya kini sudah berangsur turun kembalik di kabupaten tersebut. Namun tidak membuat semangat dan gairah petani lemas, kendati harga cabai dilaporkan mulai turun dalam dua hari terakhir ini. Bahkan hingga saat ini banyak petani cabai tersebut sedang melakukan panen raya di kabupaten itu.

“Untuk mendapatkan stok cabai dari petani saat ini masih relatif sangat mudah, meskipun harganya sudah berangsur turun,”sebutnya.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/24/harga-cabai-merah-di-gayo-lues-kembali-turun





 

Daya Beli Turun Jadi Salah Satu Penyebab Harga Cabai Merah Mahal

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, harga cabai rawit merah di Jakarta makin tinggi, dan saat ini mencapai Rp 85.000-Rp 90.000 per kilogram.

“Makin tinggi. Khususnya cabe rawit merah sempat Rp 80.000, sekarang Rp 85.000 sampai dengan Rp 90.000,” kata Abdullah kepada Liputan6.com, Jumat (29/1).

Dia memprediksi, harga cabai rawit merah akan kembali normal pada Februari 2021, lantaran akan terjadi panen raya di akhir Januari ini. “Saya punya keyakinan Februari baru pada posisi normal, karena panen raya juga akan terjadi akhir bulan ini kan kalau tidak salah,” imbuhnya.

Sebelumnya Abdullah mengatakan, cabai rawit merah merupakan cabai yang naiknya diluar dugaan, bahkan pernah tembus di angka Rp 100 ribu per kilogram, namun kini ada yang menjual di angka Rp 85.000-Rp90.000.

“Ada juga yang menjual dengan cara dioplos, dicampur dengan cabai rawit hijau. Itu adalah cara-cara yang dilakukan pedagang dalam rangka untuk menyuguhkan agar harganya tetap terkendali,” jelasnya.

Menurutnya, alasan harga cabai rawit merah tinggi dikarenakan pasokannya minim. Di mana para petani tidak memproduksi atau tidak menanam cabai rawit merah. Ini kasusnya terjadi pada saat periode panen raya kemarin, lantaran tidak terserap dengan baik dan harganya drop.

“Sehingga petani tidak produksi lagi. Efek apa? ya banyak faktor salah satunya yaitu musim hujan terus, takut gagal panen, daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

Selain faktor cuaca dan petani, harga cabai rawit merah mahal juga disebabkan karena daya beli masyarakat menurun dan permintaan rendah. Oleh karena itu, untuk mengakali agar harga cabai rawit merah tidak terlalu mahal maka sebagian pedagang ada yang menjual secara dioplos atau dicampur dengan cabai rawit hijau.

“Walaupun produksinya kecil tapi permintaan rendah dan harganya tinggi tu sebenarnya yang harus diantisipasi,” pungkasnya.

Sumber: https://www.merdeka.com/uang/daya-beli-turun-jadi-salah-satu-penyebab-harga-cabai-merah-mahal.html

Turun! Berapa Harga Cabai Merah di Pasar Raya Padang Hari Ini?

Harga cabai merah di Pasar Raya Padang, Provinsi Sumbar turun sebesar Rp10.000 dari semula Rp50.000 per kilogram (kg) menjadi Rp40.000 per kg, pada Selasa (26/1/2021).

Menurut Iwan, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Padang, nilai beli masyarakat mulai meningkat sejak turunnya harga cabai merah. Biasanya disaat harganya melonjak pembeli tidak sebanyak sekarang.

“Harga cabai merah sekarang sudah turun menjadi Rp40 ribu per kg. Tentunya dengan penurunan harga ini ibu-ibu rumah tangga senang. Biasanya mereka bertanya terus kenapa harga cabai sering naik,” kata Iwan.

Meski harga cabai merah turun, kata Iwan, harga cabai rawit hijau masih tinggi dan bahkan terus mengalami kenaikan. Sekarang dijual Rp72.000 per kg. Sebelumnya hanya dikisaran Rp60.000 per kg.

“Kalau cabai rawit harganya memang tinggi, sekarang dijual Rp72.000 per kg. Ini disebabkan karena pasokannya juga kurang,” ujar Iwan.

Berdasarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar melalui Kasi Perdagangan Sumbar, Jonhar, hari ini harga tertinggi cabai rawit hijau di Pasar Raya Padang sebesar Rp72.000 per kg. Meski harga cabai rawit naik, namun harga cabai merah malah mengalami penurunan yang kini dijual Rp40.000 per kg, sebelumnya Rp50.000 per kg.

Sementara sejumlah komoditas masih cenderung stabil. Seperti, beras Cap Arai Pinang Pariaman Rp10.000 per kg, beras Cisokan Solok Rp15.000 per kg, beras Cap IR-42 Muara Labuh Rp12.500 per kg, beras Cap IR- 42 Padang Rp13.500 per kg.

Beras Cap Jawa Rp14.000 per kg, beras Cap Kuraik Kusuik Bukittinggi Rp14.000 per kg, beras Cap Panda Jambi Rp12.000 per kg, dan beras Sokan Panjang Padang Rp12.000 per kg.

Gula pasir kristal putih plastik Rp13.000 per kg, minyak goreng curah plastik tanpa merek Rp12.000 per kg, minyak goreng kemasan plastik bimoli Rp15.000 per 1 liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp12.000 per 1 liter.

Daging sapi lokal (paha belakang) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging has luar Sirloin ) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging sanding lamur Brisket) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging has dalam Tanderloin) Rp120.000 per kg, daging tetelan Rp40.000 per kg, dan aging sapi lokal (daging has dalam Tenderloin ) Rp130.000 per kg.

Daging ayam ras/broiler utuh Rp42.000 per kg, daging ayam kampung utuh Rp47.000 per kg. Sementara telur ayam negeri Rp27.200 per kg, telur ayam kampung Rp42.000 per kg.

Susu bubuk lokal indomilk coklat 400 gram Rp31.000 per kg, susu bubuk lokal neste dancaw full cream 380 gram Rp43.000 susu kental manis frisian flag Rp10.000 per kg, susu kental manis indomilk Rp10.000.

Sedangkan, jagung lokal pipilan Rp6.000 per kg, tepung terigu Bogasari eceran protein sedang Rp10.000 per kg, tepung terigu Bogasari eceran protein sedang Rp8.5000 per kg, kacang kedele Rp10.000 per kg.

Bawang putih Rp24.000 per kg, bawang merah Rp26.000 per kg, ikan laut teri Rp70.000 per kg, garam bata yodium Rp1.500 per buah, garam halus yodisum Rp12.000 per kg.

Mie instan indofood indomie kuah kari ayam Rp2.500 per bungkus, kacang tanah Rp28.000 per kg, kacang hijau Rp23.000 per kg, dan ketela pohon Rp6.000 per kg.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/119616/turun-berapa-harga-cabai-merah-di-pasar-raya-padang-hari-ini

Luar Biasa, Panen Raya di Kampung Tangguh Hasilkan 70 Ton Cabai Merah

Panen Raya Kampung Tangguh Nusantara, Gerakan Jaga Kampung Ketahanan Pangan, Polres Inhu di Desa Talang Jerinjing,Kecamatan Rengat Barat, Riau berlangsung penuh gairah, Kamis (28/1/2021) pagi.

Kampung tangguh Nusantara di Desa Talang Jerinjing memanfaatkan seluas 2 Ha untuk areal pertanian plawija dan budidaya perikanan.

Sampai saat ini sudah menghasilkan tanaman plawija berupa cabai merah 7 ton, tomat 1,9 ton, bawang merah 0,8 ton, labu madu 1 ton, pare 0,3 ton dan program ini akan berkelanjutan.

Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK dalam sambutannya seperti dilansir Haluanriau.co menyatakan, program Kampung Tangguh di Desa Talang Jerinjing dinilai berhasil mensejahterakan masyarakat setempat, terutama masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Maju Bersama Talang Jerinjing.

Disampaikan Kapolres, program Jaga Kampung adalah gerakan internalisasi dari nilai luhur sembari mengoptimalkan serta membangun berbagai upaya ketahanan pangan dengan tujuan agar kuat kampungnya, sehat masyarakatnya dan cukup pangannya.

Dengan 3 hal tersebut, maka kampung akan terjaga, baik dari Covid-19, baik dari tindak pidana seperti pencurian, Curanmor, Curas, narkoba, mencegah kebakaran hutan dan lahan, radikalisme serta tindak pidana lainnya.

Dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar dengan terbentuknya program kampung tangguh nusantara gerakan jaga kampung ketahanan pangan tersebut diantaranya sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar lokasi kampung tangguh, sebab masyarakat tempatan diberdayakan bersama-sama kelompok tani Maju Bersama sebanyak 34 orang dan merasakan manfaatnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari upah kerja yang didapat dalam situasi pandemi Covid 19.

Disamping itu, ada pula Pustu siaga Covid-19, sampai saat ini masyarakat sangat merasakan manfaatnya, sebagai bukti tidak ada satupun masyarakat disekitar kampung tangguh nusantara tidak ada terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, ada posko terpadu keamanan yang terdiri dari pos Siskamling, posko patroli terpadu Karhutla serta posko Bhabinkamtibmas, dengan demikian situasi Kamtibmas akan terjaga, terhindar dari pencurian, narkoba, Karhutlah, radikalsime dan tindak pidana lainnya.

Terlaksananya pilot project program kampung tangguh nusantara gerakan jaga kampung Polres Inhu ini, lanjut Kapolres, tidak terlepas dari dukungan dan peran Pemkab Inhu, LAMR Inhu, Kepala Desa Talang Jerinjing, pihak perusahaan swasta, khususnya PT SSR yang telah memberikan dana CRS perusahaan untuk kegiatan ini dan elemen masyarakat lainnya.

“Atas nama pimpinan Polres Inhu dan jajaran, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Kapolres.

Diungkapkan Kapolres, Kampung Tangguh ini selain menjadi pilot project dalam ketahanan pangan juga akan menjadi contoh penerapan protokol kesehatan dan problem solving.

Acara panen raya itu juga dihadiri Ketua DPRD Inhu yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Inhu Suwardi Ritonga, Plt Asisten II Pemkab Inhu Syahrudin, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu Ir. Paino, SP, Kepala Diskes Inhu Hj. Elis Julinarti, DCN, M.Kes, Kasi Intel Kajari Inhu Erik, Wakapolres Inhu Kompol Zulfa Renaldo, S.Ik, M.Si, para Kabag, Kasat Fung, Kapolsek jajaran dan perwira Polres Inhu, anramil 01 Rengat Kapten Inf Ardiyasman, Kasi Trantib Kecamatan Rengat Barat Ping Astono, Pimpinan PT. SSR Hendry Endy, Plt Kades Talang Jerinjing Yeni Oktarianti, personel Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat, pengurus serta anggota kelompok tani Maju Bersama dan masyarakat Desa Talang Jerinjing.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/119779/luar-biasa-panen-raya-di-kampung-tangguh-hasilkan-70-ton-cabai-merah

Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Tebet Tembus Rp100.000 per Kg

Harga cabai rawit merah di pasar tradisional termasuk di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, mencapai Rp100.000 per kilogram (Kg), menurut Info Pangan Jakarta (IPJ), Kamis (28/1).

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPK) DKI Jakarta membenarkan hal tersebut. Namun kenaikan harga tidak terjadi di semua pasar tradisional Ibu Kota, hanya di pasar-pasar tertentu, salah satunya Pasar Tebet Barat.

“Harga cabai rawit merah ada yang menjual kisaran Rp75.000 hingga Rp90.000 per Kg, hanya di Pasar Tebet Barat yang Rp100.000,” kata Pelaksana Tugas Kepala DKPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati dikutip dari Antara.

Elly menjelaskan, ada juga pasar yang menjual harga cabai di bawah rata-rata pasar sebesar Rp45.000, yakni di Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Adanya perbedaan harga cabai rawit merah ini, menurut Elly, disebabkan beberapa kemungkinan. Bisa saja pedagang memiliki stok cabai yang lama sehingga dijual dengan harga terjangkau daripada busuk.

Sementara harga jual di tingkat pasar induk yang menjadi pemasok cabai untuk pasar tradisional di Jakarta, yakni Pasar Kramatjati, Pasar Cibitung dan Pasar Tanah Tinggi, Tangerang Selatan, memang mengalami kenaikan.

“Selain itu, pasar-pasar tradisional di Jakarta punya keunikan berdasarkan lokasinya. Jika berada di kawasan elit, masyarakat kelas menengah atas, harga mengikuti psikologis wilayahnya,” kata Elly.

Menurut Elly, kenaikan harga cabai rawit merah dikarenakan pasokan cabai dari sentra produksi cabai di wilayah Jawa. Pasokan terhambat cuaca yang kurang mendukung, petani juga tidak memetik cabai akibat hujan yang terus turun di wilayah sentra.

Untuk mengantisipasi harga jual cabai di pasar tradisional terus melambung, pihaknya tengah membicarakan dengan Kementerian Pertanian untuk memperpanjang operasi pasar (OP) cabai murah. “Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Pertanian, kita minta operasi pasar cabai murah diperpanjang pelaksanaannya di pasar-pasar tradisional,” kata Elly.

Sumber: https://www.merdeka.com/uang/harga-cabai-rawit-merah-di-pasar-tebet-tembus-rp100000-per-kg.html

Harga Cabai Merah di Sikakap Turun Rp20 Ribu

Harga cabai merah di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai turun Rp20 ribu per kilogram dari harga semula Rp70 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Meski harga turun namun menurut Hen Tamar, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Sikakap nilai beli masyarakat menurun sejak pandemi corona terjadi.

Hen Tamar menyebutkan biasanya dalam seminggu ia mendatangkan cabai merah dari Padang sebanyak 100 kg, tapi saat pandemi dirinya hanya mengangkut 80 kg. 

“Biasanya dengan jumlah sebanyak itu cabai langsung habis dalam seminggu namun saat ini masih bersisa 5 kg,” kata Hen Tamar kepada MentawaiKita.com, Minggu (24/1/2021).

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit justru melejit dari Rp45 ribu per kg naik menjadi Rp75 ribu. Meski mahal namun cabai rawit laris manis di Sikakap.

 “Kalau harga cabai rawit di Padang sekarang Rp80 ribu per kg, maka harga jual di di Desa Sikakap sekitar Rp95 ribu per kg, cabai rawit yang dijual Rp75 ribu per kg itu dibeli dari petani cabai rawit di Pagai Selatan dengan harga Rp60 ribu per kg sampai Rp65 ribu, hari Minggu (24/1/2021) saya dapat cabai rawit sebanyak 100 kilogram habis dalam waktu sekitar satu jam,”katanya.

Westi (36), pedagang nasi goreng, mengatakan untuk mendapatkan cabai rawit sangat sulit sehingga tak heran jika harganya naik.

“Setiap Minggu saya membutuhkan cabai rawit sekitar 1 kilogram, walaupun harga cabai rawit naik, karena itu kebutuhan untuk buat nasi goreng, mie goreng, mie telur dan lainnya terpaksa harus dibeli juga, sementara sekarang harga cabai merah turun dari Rp70 ribu per kg turun menjadi Rp50 ribu per kg, mudah-mudahan harga cabai rawit kembali turun,” tuturnya.

Sementara Novianti (37), seorang ibu rumah tangga bersyukur harga cabai merah turun menjadi Rp50 ribu per kg.

Sumber: https://www.mentawaikita.com/baca/5123/harga-cabai-merah-di-sikakap-turun-rp20-ribu

Desa Tresnorejo Rintis Kampung Anggur untuk Dijadikan Destinasi Wisata

Desa Tresnorejo, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah merintis kampung anggur yang nantinya diharapkan bisa menjadi tujuan wisata dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mendukung gagasan tersebut setiap keluarga diwajibkan menanam dua pohon anggur di pekarangan rumahnya,” kata Kepala Desa Tresnorejo, Kecamatan Petanahan, Sutowo di Kebumen, Rabu, (27/1/2021).

Ia menyampaikan, keinginan ini bermula agar Desa Tresnorejo memiliki ikon yang dikenal oleh masyarakat dan bisa menjadi desa wisata maka lahirlah ide untuk membuat kampung anggur.

Menurut Sutowo, dipilihnya anggur sebagai ikon desa karena anggur memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga diharapkan nantinya saat kampung anggur sudah berkembang, masyarakat desa bisa mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“Memilih mengembangkan anggur karena banyak digemari masyarakat dan memiliki harga jual tinggi sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat,” tambahnya.

Ia menyampaikan, BUMDes Mitra Jaya Desa Tresnorejo pada 2020 telah menganggarkan 1.000 pohon anggur untuk ditanam masyarakat di pekarangan mereka.

BUMDes juga menyediakan laboratorium mini, selain masyarakat bisa membeli bibit anggur berbagai jenis, di sini BUMDes juga melakukan uji coba tanaman anggur dengan berbagai media tanam untuk dilihat perkembangannya.

Ia menyebutkan, jenis anggur yang dikembangkan antara lain caroline, red master, dan lokal.

Sutowo menyampaikan untuk mewujudkan kampung anggur, BUMDes juga membuat lorong anggur sepanjang 100 meter dengan ditanami berbagai jenis anggur

Sumber: https://akurat.co/gayahidup/id-1266623-read-desa-tresnorejo-rintis-kampung-anggur-untuk-dijadikan-destinasi-wisata

6 Tanaman Sayuran Ini Cocok Ditanam di Pot, Apa Saja?

Merawat tanaman di rumah bukan berarti hanya tanaman hias. Anda juga bisa menanam sayuran dengan apik di rumah, caranya dengan menanamnya di pot. Faktanya, menanam sayuran di dalam pot bisa memaksimalkan ruang di halaman rumah. Selain itu, Anda juga bisa memindahkan pot-pot tersebut ke area yang terkena sinar matahari, sehingga sayuran bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik. Ada banyak jenis sayuran yang cocok dan dapat tumbuh dengan baik saat ditanam di pot. Kuncinya salah satunya adalah memberi pupuk dengan tepat, serta memastikan penyiraman dengan baik karena pot membuat tanah lebih cepat kering.

1. Bawang

cocok menjadi koleksi di halaman rumah Anda, karena tumbuh dengan baik di tanah maupun di dalam pot. Yang penting bagi tanaman yang mudah tumbuh ini adalah penyiraman. Bawang membutuhkan tanah yang mudah menyerap sehingga umbinya tidak membusuk. Dengan akar yang pendek, sumber kelembaban yang konsisten adalah hal yang penting bagi umbi bawang untuk tumbuh. Anda bisa menanam bawang merah, bawang putih, atau bawang bombai di pot.

2. Kale

Sayuran hijau bergizi tinggi ini cocok ditanam di pot, meskipun ukuran sayuran ini seringkali bisa sangat besar.

Namun, ada juga beberapa jenis kale yang ukurannya lebih kecil, misalnya kale ripbor dan kale keriting.

Kale lebih menyukai suhu dingin, tetapi dapat didorong untuk terus tumbuh di suhu hangat di halaman rumah jika diletakkan di tempat teduh di sore hari.

Saat memanen sayuran ini, potong daun luar agar bagian dalam tanaman dapat terus mengembangkan daun baru.

3. Kucai

bisa hidup dan tumbuh lama, jadi Anda hanya perlu membelinya sekali dan merawatnya di pot. Setelah tiga atau empat tahun, kucai perlu diperbanyak, jadi Anda akan mendapatkan tanaman tambahan. Kucai adalah tanaman sayur yang populer untuk dirawat bersama dengan tanaman hias, karena memiliki bunga berwarna ungu kemerahan. Sayuran ini cukup mudah ditanam di dalam pot.

4. Tomat ceri

adalah salah satu sayuran yang bisa Anda tanam hampir di mana pun, yang penting ada tanah, sinar matahari, dan air. Itu juga berlaku untuk pot, termasuk pot gantung. Pastikan tanaman tomat ceri disiram secara merata untuk menghindari keretakan saat musim kemarau.

5. Radish

Sayuran keluarga lobak ini matang hanya dalam sebulan. Radish juga lebih menyukai suhu yang lebih dingin. Ini membuat radish menjadi tanaman yang cocok ditanam di pot saat cuaca sejuk.

6. Cabai

mudah dipelihara, selama suhu di sekitarnya tetap di bawah 32 derajat celsius. Cabai bisa terus tumbuh dalam cuaca yang lebih panas, tetapi akan menjatuhkan bunganya tanpa menghasilkan buah. Ketika cabai menghasilkan buah, warnanya yang cerah dan bentuknya yang menarik membuat mereka cukup menjadi tanaman hias. Saat memanen, kenakan sarung tangan atau cuci tangan setelah menangani untuk menghindari iritasi pada mata.

Sumber: https://www.kompas.com/homey/read/2021/01/24/143500376/6-tanaman-sayuran-ini-cocok-ditanam-di-pot-apa-saja-?page=all

10 Sayuran yang Bisa Dijadikan Sayur Bening, Tak Cuma Bayam

merupakan olahan yang sudah tak asing sebagai masakan rumahan. Olahan sayur ini sangat sederhana dengan asupan nutrisi yang kaya. Sayur bening juga sangat cepat dibuat.

Sayur bening identik dengan olahan sayur bayam. Sayur bening ini biasanya juga dipadukan bersama jagung manis dan potongan tomat. Dengan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, garam, dan temu kunci, sayur bening bayam terasa sangat segar.

Selain bayam, sayur bening juga bisa dibuat dari sayuran lainnya. Pilihan sayur bening ini bisa menambah variasi hidangan sayur di rumah. Sayur mayur ini juga sangat tinggi nutrisi dan mudah ditemukan.

Dengan olahan aneka sayur bening, tidak ada lagi rasa bosan untuk menyantap sayur bening. Berikut sayuran yang bisa dijadikan sayur bening, selain bayam, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(25/1/2021).2 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Daun kelor

Daun kelor termasuk jenis sayur yang bisa dijadikan sayur bening. Rasa sayur bening daun kelor juga sangat mirip dengan sayur bening bayam. Daun kelor juga termasuk sayuran kaya vitamin dan mineral. Nutrisi ini meliputi protein, vitamin B6, vitamin C, riboflavin dan zat besi. Daun kelor juga kaya akan antioksidan sehat dan senyawa tanaman bermanfaat.

Daun katuk

Selain kelor, sayuran yang bisa dijadikan sayur bening adalah daun katuk. Daun ini dikenal manfaatnya untuk melancarkan ASI. Di samping melancarkan ASI, daun katuk juga kaya akan manfaat kesehatan lainnya. Daun katu kaya akan vitamin A, B kompleks, dan C. Sayuran ini juga memiliki beragam antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah radikal bebas.https://9d151a00766c504f74f325ce1ad1c33b.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html3 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Kangkung

Kangkung biasanya diolah menjadi tumis kangkung atau direbus sebagai sayuran pecel. Namun, sayuran ini juga bisa dijadikan sayur bening. Dengan bumbu yang sama, sayur bening kangkung tak kalah lezat dengan bayam. Kangkung kaya akan vitamin A dan C. Sayuran ini juga kaya akan kalium, kalsium, zat besi, dan fosfor.

Daun singkong

Daun singkong bisa menjadi variasi sayur bening yang lezat. Sayuran ini memang dikenal dengan rasanya yang sedikit pahit. Namun, dengan pengolahan yang tepat, sayur daun singkong akan memiliki rasa yang segar. Daun singkong yang cocok dijadikan sayur bening adalah bagian daun yang masih muda. Ini karena daun yang masih muda cenderung tidak pahit seperti daun yang sudah tua. Daun singkong kaya akan protein, mineral, dan vitamin.4 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Sawi hijau

Sayuran selanjutnya untuk sayur bening adalah sawi hijau. Anda bisa menggunakan beragam jenis sawi hijau seperti caisim atau pakcoy. Sawi hijau memiliki rasa segar yang cocok diolah menjadi sayur bening. Sawi hijau rendah kalori namun tinggi serat dan banyak vitamin dan mineral penting. Secara khusus, sawi hijau adalah sumber vitamin C dan K.

Sawi putih

Selain sawi hijau, sawi putih juga bisa dijadikan olahan sayur bening. Sawi putih adalah sumber asam folat dan Vitamin B yang luar biasa. Sayuran ini juga kaya akan antioksidan dan tinggi serat makanan. Jika dipadukan dengan wortel, sosis atau daging ayam, sayur bening sawi putih akan terasa semakin menggugah selera.5 dari 6 halaman


Sayuran yang bisa dijadikan sayur bening

Daun kacang

Daun kacang panjang atau lembayung merupakan daun yang kerap dimanfaatkan sebagai olahan sayur. Daun ini memiliki tekstur yang kasar. Untuk olahan sayur bening, pilih daun kacang yang masih muda. Daun kacang mengandung vitamin A dan B, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Oyong

Oyong atau gambas bisa dijadikan pilihan untuk bahan sayur bening. Sayuran ini memang sering dijadikan tambahan sayur bening bayan. Namun oyong juga bisa dimasak sendiri sebagai sayur bening. Dengan tambahan tauge kacang kedelai, sayur bening oyong akan memberi kesegaran tersendiri.

Rasa oyong yang khas dipadukan dengan kuah yang gurih menjadikan sayuran ini favotrit banyak orang. Oyong mengandung protein, kalsium, zat besi, vitamin A dan C. Oyong dipercaya bisa menurunkan kadar gula darah.

Sumber: https://hot.liputan6.com/read/4466047/10-sayuran-yang-bisa-dijadikan-sayur-bening-tak-cuma-bayam