Program Agro Solution Dongkrak Kapasitas Produksi Padi Hingga 80 Persen

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel mengapresiasi program Agro Solution Pupuk Kaltim sebagai langkah jitu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Langkah ini terbukti mampu mencapai hasil secara signifikan. Hal ini melihat keberhasilan program yang mampu meningkatkan kapasitas produksi padi Gorontalo hingga 80 persen atau 10 ton per hektare, dari sebelumnya berkisar 5-6 ton per hektare.

Menurut dia, lahan pertanian Gorontalo sangat mendukung pelaksanaan Agro Solution, karena kapasitas yang sangat memadai dengan berbagai jenis komoditas. Pendampingan Agro Solution diharap mampu memecahkan persoalan klasik yang kerap dihadapi petani, seperti harga jual gabah murah saat panen melimpah, hingga ketersediaan pupuk subsidi yang dibatasi regulasi Pemerintah.

“Solusi itu ada di Agro Solution, karena membangun sektor pertanian dari hulu hingga hilir dengan mengoptimalkan pupuk non subsidi,” kata Rachmat Gobel, saat Panen Demplot Padi Program Agro Solution di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat Gorontalo dikutip Jumat (29/1).

Keunggulan Agro Solution juga menawarkan beragam kemudahan bagi petani, mulai dari permodalan, ketersediaan pupuk dan pendampingan pengelolaan lahan, termasuk memfasilitasi penjualan kepada offtaker, yang didukung asuransi pertanian untuk antisipasi gagal panen. Hal itu dinilai dinilai sebagai gagasan inovatif dalam membangun sektor pertanian Indonesia.

Dirinya pun menargetkan perluasan program Agro Solution dalam skala lebih besar di berbagai daerah, yang tak hanya mengakomodasi satu atau dua desa, namun bisa mencakup tingkat kecamatan dengan jumlah lahan yang jauh lebih luas.

“Kami harap ini bisa jadi tantangan Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia Grup, agar Agro Solution tidak lagi bicara satu dua hektare saja, tapi ratusan hektare lahan di berbagai daerah bisa diakomodir,” lanjut Rachmat Gobel.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi menambahkan, dari 3 bulan demplot program Agro Solution di atas lahan 1,5 hektare, produktivitas padi yang dihasilkan mencapai 10 ton, dari sebelumnya maksimal 5-6 ton per hektare. Hal ini membuktikan efektivitas program Agro Solution, sebagai solusi pertanian terintegrasi dengan pemakaian pupuk non subsidi yang melibatkan kerjasama multipihak.

“Melihat keberhasilan program Agro Solution, Pupuk Kaltim bersamaPupuk Indonesia Grup optimis target ketahanan pangan dan kemandirian petani dapat tercapai secara maksimal,”? ujar Rahmad Pribadi.

Sumber: https://www.merdeka.com/uang/program-agro-solution-dongkrak-kapasitas-produksi-padi-hingga-80-persen.html