Rayndra Syahdan Mahmudin, Petani Muda Dari Magelang

Seorang pemuda di lereng Gunung Merbabu ini patut diapresiasi. Diusianya kini 24 tahun sudah sukses menjadi seorang petani muda dengan segudang prestasi.

Dia adalah Rayndra Syahdan Mahmudin yang merintis menjadi petani muda sejak duduk di bangku SMK N Ngablak Magelang, Jawa Tengah. Sekarang, dia sering membagi ilmu dan mengajak anak muda mau bertani.
Jalan hidup Rayndra Syahdan Mahmudin, 24 berubah ketika menempuh pendidikan menengah jurusan pertanian. Setelah lulus, dia merintis menjadi petani muda. Kini, usahanya semakin sukses sehingga bisa berbagi ilmu pertanian ke desa-desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dengan nilai pas-pasan, setelah lulus SMP, Rayndra diterima di SMK N Ngablak, Magelang, Jawa Tengah, di jurusan pertanian. Awal bersekolah di SMK bidang pertanian, Rayndra masih enggan.
Rayndra pun semakin giat belajar dan meraih sederet prestasi. Dia semakin percaya diri karena dipilih untuk mewakili sekolah di ajang Lomba Kompetensi Siswa bagi siswa SMK dan masuk enam besar se-Jawa tengah.
Setelah itu, timbul dalam benak Rayndra untuk menjadi wirausaha alias pengusaha di bidang pertanian. Ia pun memulai dengan berjualan beragam sayur-mayur produksi gurunya di SMK.

”Saya sering jualan di acara car free day gitu, menenteng kotak berisi sayur. Teman-teman lain pada mejeng, saya pede saja jualan,” kata pemuda kelahiran 29 November 1995 tersebut.
Tiap hari pukul 02.00-05.00 Rayndra bangun untuk mencabuti bulu ayam. Lalu dia mengantar ayam yang sudah bersih ke pasar pukul 06.00, dan sejam kemudian bersiap kuliah tanpa mengantuk.
Ternyata, ada pejabat Kementerian Pertanian saat bermalam di kampus melihat kegiatan Rayndra. Kegigihan Rayndra menginspirasi munculnya program ”Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP)”.

Tahun 2016, Rayndra mendapat modal Rp 15 juta dari PWMP. Bersama dua teman lainnya, dia membuat bisnis di bawah bendera Cipta Visi Group.

Wirausaha diawali dengan membuka usaha peternakan ayam jawa super, persilangan ayam petelur dan ayam bangkok. Sisa keuntungan dikembangkan jadi peternakan kambing. Dia mengembangkan binis dengan tambahan modal dari pinjaman bank Rp 50 juta.
Bisnis Rayndra terus meningkat sehingga pada tahun 2018 dapat PWMP lagi sebesar Rp 30 juta. Mereka mampu menarik investor dengan konsep beternak kambing, domba, dan sapi yang minim modal dan pertanian terintegrasi dengan sentuhan inovasi dan teknologi.