Rizal Fahreza, Petani Muda Ini Berbisnis Jeruk Setelah Lulus Dari IPB University

Rizal Fahreza, setelah lulus dari IPB University, tidak cari kerja, melainkan merintis usaha sendiri sesuai ilmu yang diperolehnya dari IPB University.

Kini Rizal Fahreza mentas sebagai petani jeruk, dan memperoleh meraih penghargaan sebagai Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2016 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dirinya juga didaulat menjadi Duta Milenial Pembangunan Pertanian 2019 dari Kementerian Pertanian.

Rizal Fahreza, Alumni IPB University, Departemen Agronomi dan Hortikultura tahun 2014 membagikan pengalaman pasca kampus dalam pembekalan karir pra wisuda yang digelar secara daring, Senin (28/9/2020).Dirinya mengaku ia termasuk orang yang aktif di berbagai organisasi. Dirinya mengaku, sewaktu kuliah aktif sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB University, setelah itu meningkat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia yang meliputi perguruan tinggi di Jawa, Sumatera dan Indoneaia bagian timur.

“Saya juga pernah dipercaya menjadi Ketua Pelaksana Pertama Festival Buah dan Bunga Nusantara,” katanya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, semasa kuliah, dia selalu ingin banyak belajar serta berusaha aktif mengikuti pekan ilmiah nasional.Dengan upayanya itu ia berhasil mengantarkan IPB University menjadi juara umum ke 2, sehingga dirinya diberi kepercayaan menjadi asisten junior inovator pepaya callina yaitu (alm) Prof Sriani Sujiprihati.

Dalam sebuah prediksi, indonesia akan menjadi tujuh negara di dunia dengan perekonomian terbesar asal ada tiga poin yang harus di penuhi. Poin tersebut adalah surplus productive people, 52 persen middle income dan adanya transformasi ekonomi sumberdaya alam menjadi human capital based economic.

Dari kondisi tersebut Rizal ingin ambil peran dengan menjadi petani. Ia memilih menjadi petani karena rata-rata petani di indonesia saat ini sudah berusia senja.

“Ini tantangan besar, untuk itu saya tidak ingin tinggal diam, saya ingin kembangkan pertanian. Saat ini saya ambil sektor jeruk, mulai dari mengolah lahan, pembibitan, maupun pasca panen termasuk penjualan. Saya terjun langsung dan belajar dari awal,” ucapnya.

Untuk menggali ilmu tentang komoditas jeruk, Alumnus IPB University yang saat ini mempunyai kebun Eptilu, sempat mengikuti program internship dari IPB University untuk belajar di Ohio University, Amerika Serikat. Dengan pengalaman internship tersebut, Rizal bisa tahu lebih jauh tentang produksi jeruk California.“Saya melihat secara langsung bagaimana sektor produksi, juga melihat langsung proses bagian logistik disana,” tuturnya.

Berbekal dari pengalamannya itu, saat ini Rizal juga mengembangkan agrowisata Eptilu di Kabupaten Garut. Agrowisata Eptilu adalah agrowisata perkebunan jeruk yang di dalamnya diberikan sensasi makan nasi liwet di tengah perkebunan jeruk. Agrowisata ini juga dibuat pertanian terintegrasi dengan inovasi maupun teknologi.

Sampai saat ini, agrowisata Eptilu telah dikunjungi oleh 25 ribu pengunjung dari berbagai daerah.
Hasil kerja keras Rizal juga terbukti dengan sederet penghargaan yang diperoleh yakni terpilih sebagai Duta Petani Muda ASEAN pada tahun 2018 pada ajang “The Asean Young Succes Farmer” di Philipina.

Rizal pun menjadi utusan Indonesia pada ajang The 2nd Youth Leadhership Program in Agriculture for Belt and Road (South-South Coorporation), di Beijing, China.Tak hanya itu, Rizal juga meraih Penghargaan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2016 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dan ia didaulat menjadi Duta Milenial Pembangunan Pertanian 2019 dari Kementerian Pertanian.

Satu tahun ini, Rizal aktif dalam program One CEO One Village yang merupakan kerjasama gabungan antara pemerintah Jawa Barat, perguruan tinggi dan petani untuk pengembangan pertanian.

Kasubdit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, Handian Purwawangsa, SHut, MSi mengucapkan selamat kepada para calon wisudawan yang akan melaksanakan wisuda secara daring Rabu, 30 September mendatang. Pada kesempatan ini ia menyampaikan pentingnya bagi para wisudawan untuk cepat beradaptasi terhadap situasi pergeseran teknologi dan adaptasi normal baru di masa pandemi.

“Adaptasi dapat dilakukan dengan cepat apabila para wisudawan mampu menjadi pembelajar yang lincah, selau berinovasi dalam menghadapi persoalan saat ini dan lulusan IPB University biasanya sudah memiliki hal tersebut,” tegasnya.