Sosok Zulaini, Petani Milenial Yang Sukses Menanam Padi

Musim panen padi kali ini di rasakan berbeda bagi petani Desa Mandalasari Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur, pasalnya di akhir tahun ini petani sawah di Desa mandalasari bisa memaksimalkan hasilnya.

Musim gadu, atau sebutan kata lain dari bertanam di saat kemarau bagi para petani Desa Mandalasari memang waktu yang bisa di harapkan bagi pertanian padi mereka, dan akhir tahun ini mereka sudah memulai memanen hasil sawahnya dengan hasil yang terbilang sempurna dari musim sebelumnya.

Zulaini salah satu petani yang dapat di temui menuturkan kepada tim peliput, Kamis (13/12/2018), bahwa total area sawah yang di milikinya, dalam 1 hektarnya sudah mendapatkan 120 karung gabah basah, atau di perkirakan 8,5 ton lebih.

“Luas 3 hektar sawah saya, 1 hektar yang sudah saya panen dapet 120 karung mas, sisanya belum saya panen nunggu agak tua sedikit” kata Zulaini yang beralamat di dusun 2 Desa Mandalasari yang juga mantan P3A itu.

“Alhamdulilah musim gadu ini, kalau area sawah di Desa mandalasari rata rata bisa maksimal hasilnya, tetapi juga semua itu tergantung perawatan para petani itu sendiri” tambahnya menjelaskan.

Edi Rusmawan Kepala Desa Mandalasari juga menanggapi hal tersebut, serta menjelaskan bahwa musim gadu memang menjadi tumpuan para petani Desanya, karena dalam setahunya para petani masih mampu menanam hanya 2 musim saja, di karenakan menjelang hujan mereka tidak berani memulai, dikarenakan faktor alam yaitu ancaman banjir yang masih melanda di area persawahan, yang mengakibatkan persentase gagal panen sangat besar.

“Hampir 70% warga Desa kami petani, musim tahun ini bisa di katakan lumayan, sampai saat ini petani Desa kami memang masih hanya mengandalkan pada musim gadu saja untuk bisa berharap hasil banyak”. kata Wawan sapaan akrabnya.

“Tapi kami beruntung berkat koordinasi yang baik antara instansi pertanian, segala hal teknis permasalahan di pertanian kami bisa teratasi dengan baik, segala bantuan bibit, kemudahan mendapatkan pupuk dan pengawasan dari dinas juga sudah kami rasakan manfaatnya”. jelasnya.

“Tahap demi tahap kami akan terus bergerak dan berupaya untuk membantu para petani untuk bisa meningkatkan produksi pertanian di Desa kami yang total luas areal persawahanya mencapai 330 hektar ini”, tambahnya.