Harga Cabai Merah di Gayo Lues Kembali Turun

Harga cabai merah dan cabai rawit  di kabupaten Gayo Lues (Galus) untuk saat ini dilaporkan sudah berangsur turun kembali, meskipun sebelumnya harus tersebut  sempat melonjak dan naik mencapai Rp 40.000/kg untuk cabai merah itu.

harga cabai merah saat ini di kabupaten itu berangsur turun dari harga Rp 35.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, begitu juga dengan harga cabai rawit sebelumnya Rp 45.000/kg turun menjadi Rp 35.000/kg.

“Harga cabai merah saat ini sudah berada pada harga Rp 15.000/kg ditingkat agen penampungan atau pengumpul, begitu juga dengan harga cabai madun (putih) juga mengalami turun dari Rp 45.000/kg menjadi Rp 40.000/kg,”kata Keling salah satu agen dan pedagang penampung di kabupaten itu

Menurutnya, semua jenis cabai tersebut harganya kini sudah berangsur turun kembalik di kabupaten tersebut. Namun tidak membuat semangat dan gairah petani lemas, kendati harga cabai dilaporkan mulai turun dalam dua hari terakhir ini. Bahkan hingga saat ini banyak petani cabai tersebut sedang melakukan panen raya di kabupaten itu.

“Untuk mendapatkan stok cabai dari petani saat ini masih relatif sangat mudah, meskipun harganya sudah berangsur turun,”sebutnya.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/24/harga-cabai-merah-di-gayo-lues-kembali-turun





 

Daya Beli Turun Jadi Salah Satu Penyebab Harga Cabai Merah Mahal

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, harga cabai rawit merah di Jakarta makin tinggi, dan saat ini mencapai Rp 85.000-Rp 90.000 per kilogram.

“Makin tinggi. Khususnya cabe rawit merah sempat Rp 80.000, sekarang Rp 85.000 sampai dengan Rp 90.000,” kata Abdullah kepada Liputan6.com, Jumat (29/1).

Dia memprediksi, harga cabai rawit merah akan kembali normal pada Februari 2021, lantaran akan terjadi panen raya di akhir Januari ini. “Saya punya keyakinan Februari baru pada posisi normal, karena panen raya juga akan terjadi akhir bulan ini kan kalau tidak salah,” imbuhnya.

Sebelumnya Abdullah mengatakan, cabai rawit merah merupakan cabai yang naiknya diluar dugaan, bahkan pernah tembus di angka Rp 100 ribu per kilogram, namun kini ada yang menjual di angka Rp 85.000-Rp90.000.

“Ada juga yang menjual dengan cara dioplos, dicampur dengan cabai rawit hijau. Itu adalah cara-cara yang dilakukan pedagang dalam rangka untuk menyuguhkan agar harganya tetap terkendali,” jelasnya.

Menurutnya, alasan harga cabai rawit merah tinggi dikarenakan pasokannya minim. Di mana para petani tidak memproduksi atau tidak menanam cabai rawit merah. Ini kasusnya terjadi pada saat periode panen raya kemarin, lantaran tidak terserap dengan baik dan harganya drop.

“Sehingga petani tidak produksi lagi. Efek apa? ya banyak faktor salah satunya yaitu musim hujan terus, takut gagal panen, daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

Selain faktor cuaca dan petani, harga cabai rawit merah mahal juga disebabkan karena daya beli masyarakat menurun dan permintaan rendah. Oleh karena itu, untuk mengakali agar harga cabai rawit merah tidak terlalu mahal maka sebagian pedagang ada yang menjual secara dioplos atau dicampur dengan cabai rawit hijau.

“Walaupun produksinya kecil tapi permintaan rendah dan harganya tinggi tu sebenarnya yang harus diantisipasi,” pungkasnya.

Sumber: https://www.merdeka.com/uang/daya-beli-turun-jadi-salah-satu-penyebab-harga-cabai-merah-mahal.html

Luar Biasa, Panen Raya di Kampung Tangguh Hasilkan 70 Ton Cabai Merah

Panen Raya Kampung Tangguh Nusantara, Gerakan Jaga Kampung Ketahanan Pangan, Polres Inhu di Desa Talang Jerinjing,Kecamatan Rengat Barat, Riau berlangsung penuh gairah, Kamis (28/1/2021) pagi.

Kampung tangguh Nusantara di Desa Talang Jerinjing memanfaatkan seluas 2 Ha untuk areal pertanian plawija dan budidaya perikanan.

Sampai saat ini sudah menghasilkan tanaman plawija berupa cabai merah 7 ton, tomat 1,9 ton, bawang merah 0,8 ton, labu madu 1 ton, pare 0,3 ton dan program ini akan berkelanjutan.

Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK dalam sambutannya seperti dilansir Haluanriau.co menyatakan, program Kampung Tangguh di Desa Talang Jerinjing dinilai berhasil mensejahterakan masyarakat setempat, terutama masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Maju Bersama Talang Jerinjing.

Disampaikan Kapolres, program Jaga Kampung adalah gerakan internalisasi dari nilai luhur sembari mengoptimalkan serta membangun berbagai upaya ketahanan pangan dengan tujuan agar kuat kampungnya, sehat masyarakatnya dan cukup pangannya.

Dengan 3 hal tersebut, maka kampung akan terjaga, baik dari Covid-19, baik dari tindak pidana seperti pencurian, Curanmor, Curas, narkoba, mencegah kebakaran hutan dan lahan, radikalisme serta tindak pidana lainnya.

Dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar dengan terbentuknya program kampung tangguh nusantara gerakan jaga kampung ketahanan pangan tersebut diantaranya sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar lokasi kampung tangguh, sebab masyarakat tempatan diberdayakan bersama-sama kelompok tani Maju Bersama sebanyak 34 orang dan merasakan manfaatnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari upah kerja yang didapat dalam situasi pandemi Covid 19.

Disamping itu, ada pula Pustu siaga Covid-19, sampai saat ini masyarakat sangat merasakan manfaatnya, sebagai bukti tidak ada satupun masyarakat disekitar kampung tangguh nusantara tidak ada terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, ada posko terpadu keamanan yang terdiri dari pos Siskamling, posko patroli terpadu Karhutla serta posko Bhabinkamtibmas, dengan demikian situasi Kamtibmas akan terjaga, terhindar dari pencurian, narkoba, Karhutlah, radikalsime dan tindak pidana lainnya.

Terlaksananya pilot project program kampung tangguh nusantara gerakan jaga kampung Polres Inhu ini, lanjut Kapolres, tidak terlepas dari dukungan dan peran Pemkab Inhu, LAMR Inhu, Kepala Desa Talang Jerinjing, pihak perusahaan swasta, khususnya PT SSR yang telah memberikan dana CRS perusahaan untuk kegiatan ini dan elemen masyarakat lainnya.

“Atas nama pimpinan Polres Inhu dan jajaran, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Kapolres.

Diungkapkan Kapolres, Kampung Tangguh ini selain menjadi pilot project dalam ketahanan pangan juga akan menjadi contoh penerapan protokol kesehatan dan problem solving.

Acara panen raya itu juga dihadiri Ketua DPRD Inhu yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Inhu Suwardi Ritonga, Plt Asisten II Pemkab Inhu Syahrudin, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu Ir. Paino, SP, Kepala Diskes Inhu Hj. Elis Julinarti, DCN, M.Kes, Kasi Intel Kajari Inhu Erik, Wakapolres Inhu Kompol Zulfa Renaldo, S.Ik, M.Si, para Kabag, Kasat Fung, Kapolsek jajaran dan perwira Polres Inhu, anramil 01 Rengat Kapten Inf Ardiyasman, Kasi Trantib Kecamatan Rengat Barat Ping Astono, Pimpinan PT. SSR Hendry Endy, Plt Kades Talang Jerinjing Yeni Oktarianti, personel Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat, pengurus serta anggota kelompok tani Maju Bersama dan masyarakat Desa Talang Jerinjing.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/119779/luar-biasa-panen-raya-di-kampung-tangguh-hasilkan-70-ton-cabai-merah

Harga Cabai Merah di Sikakap Turun Rp20 Ribu

Harga cabai merah di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai turun Rp20 ribu per kilogram dari harga semula Rp70 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Meski harga turun namun menurut Hen Tamar, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Sikakap nilai beli masyarakat menurun sejak pandemi corona terjadi.

Hen Tamar menyebutkan biasanya dalam seminggu ia mendatangkan cabai merah dari Padang sebanyak 100 kg, tapi saat pandemi dirinya hanya mengangkut 80 kg. 

“Biasanya dengan jumlah sebanyak itu cabai langsung habis dalam seminggu namun saat ini masih bersisa 5 kg,” kata Hen Tamar kepada MentawaiKita.com, Minggu (24/1/2021).

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit justru melejit dari Rp45 ribu per kg naik menjadi Rp75 ribu. Meski mahal namun cabai rawit laris manis di Sikakap.

 “Kalau harga cabai rawit di Padang sekarang Rp80 ribu per kg, maka harga jual di di Desa Sikakap sekitar Rp95 ribu per kg, cabai rawit yang dijual Rp75 ribu per kg itu dibeli dari petani cabai rawit di Pagai Selatan dengan harga Rp60 ribu per kg sampai Rp65 ribu, hari Minggu (24/1/2021) saya dapat cabai rawit sebanyak 100 kilogram habis dalam waktu sekitar satu jam,”katanya.

Westi (36), pedagang nasi goreng, mengatakan untuk mendapatkan cabai rawit sangat sulit sehingga tak heran jika harganya naik.

“Setiap Minggu saya membutuhkan cabai rawit sekitar 1 kilogram, walaupun harga cabai rawit naik, karena itu kebutuhan untuk buat nasi goreng, mie goreng, mie telur dan lainnya terpaksa harus dibeli juga, sementara sekarang harga cabai merah turun dari Rp70 ribu per kg turun menjadi Rp50 ribu per kg, mudah-mudahan harga cabai rawit kembali turun,” tuturnya.

Sementara Novianti (37), seorang ibu rumah tangga bersyukur harga cabai merah turun menjadi Rp50 ribu per kg.

Sumber: https://www.mentawaikita.com/baca/5123/harga-cabai-merah-di-sikakap-turun-rp20-ribu

Harga Pangan Terjun Bebas, Cabai Merah Turun 39 Persen

Harga turun lebih dari 20 persen di sejumlah komoditas. Penurunan terbesar terjadi pada komoditas cabai merah besar sebesar 39,29 persen atau Rp18.900 menjadi Rp29.200 per Kg.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Senin (25/1), harga cabai merah besar terendah ada di Banyuwangi, yaitu Rp26.750 dan tertinggi di Surabaya Rp32.750.

Selain cabai merah besar, penurunan lebih dari 20 persen terjadi pada harga cabai merah keriting sebesar 26,5 persen atau Rp13.700 ke Rp38 ribu per Kg

Harga terendah tercatat di Probolinggo sebesar Rp25 ribu per Kg dan tertinggi di Surabaya yakni Rp47.500 per Kg. Selain komoditas cabai, harga telur ayam ras segar pun turun lebih dari 20 persen yakni 22,39 persen atau Rp6.100 menjadi Rp21.150 per Kg.

Harga bawang putih pun turun hingga 20,92 persen atau sebesar Rp5.900 ke Rp22.300 per Kg. Sedangkan bawang merah ukuran sedang turun 19,63 persen atau Rp6.350 ke Rp26 ribu per Kg.

Harga beras kualitas super II pun turun 15,35 persen atau Rp1.950 menjadi Rp10.750 per Kg. Sedangkan beras kualitas medium II turun 12,88 persen atau Rp1.500 menjadi Rp10.150 per Kg.

Komoditas lain yang turun tipis yakni harga daging ayam ras segar sebesar 4,75 persen atau Rp1.650 menjadi Rp33.100 per Kg. Harga gula pasir turun tipis 4,14 persen menjadi Rp15.050 per Kg dan minyak goreng kemasan bermerk I turun 7,59 persen ke Rp14 ribu per Kg.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210125114836-92-597966/harga-pangan-terjun-bebas-cabai-merah-turun-39-persen