Babinsa Pos Ramil Putri Betung Tingkatkan Ketahanan Pangan

Babinsa Pos Ramil Putri Betung Koramil-03/Blangkejeren Kodim 0113/Gayo Lues bersama dengan Penyuluh Pertanian  melaksanakan kegiatan Pendampingan terhadap Petani di Kecamatan Putri Betung  dengan melakukan pengecekan lahan yang akan ditanami Jagung, lahan perkebunan tersebut milik Sdr. Talib umur 49 tahun salah satu warga Desa Gumpang Pekan Kecamatan Putri Betung Kab. Gayo Lues, Kamis (21/01/2021).

Pendampingan ini di lakukan bekerja sama antara Babinsa dengan Penyuluh Pertanian Kecamatan Putri Betung, menjelaskan tentang bagaimana cara menjadi petani yang baik dan berhasil tidak hanya satu jenis tanaman saja, dalam kesempatan tersebut di jelaskan khusus kepada Petani Jagung yaitu mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, perawatan berjalan dan yang sangat menunjang keberhasilan petani adalah faktor cuaca.

Dandim 0113/Gayo Lues Letkol Inf Yudhi Hendro Prasetyo melalui Danpos Ramil Putri Betung Pelda Khalidin menjelaskan kegiatan ini sudah menjadi tugas TNI dan bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian, salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan agar kebutuhan pokok masyarakat dapat tercukupi serta dapat mewujudkan swasembada pangan terutama di wilayah Desa binaan Babinsa masing-masing

Lebih lanjut disampaikan oleh Pelda Khalidin dengan dilakukan pendampingan ini oleh Babinsa dan PPL mengharapkan kepada para Petani lainnya seperti tanaman jahe, kakao, dan pisang terus berjalan dan lebih giat lagi karena dari segi harga jualnya cukup menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri disela Covid-19 yang masih belum berakhir.[Marzuki]

Sumber: https://www.mediaandalas.com/daerah/babinsa-pos-ramil-putri-betung-tingkatkan-ketahanan-pangan/186172/

Petani di Kabupaten Gunung Kidul Mulai Panen Jagung

 Petani di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai memasuki masa panen jagung di lahan seluas 47.198 hektare yang diperkirakan selesai panen hingga akhir Februari.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan, panen raya jagung ini terbilang lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu karena masa tanam juga lebih awal dan didukung curah hujan yang cukup.

“Hasil panen jagung tahun ini cukup bagus. Produktivitas hasil panen jagung rata-rata mencapai 4,6 ton-4,9 ton per hektare,” kata Bambang di Gunung Kidul, Senin (25/1).

Dia mengatakan, pada musim tanam pertama ini lahan yang ditanam luasnya mencapai 112.001 hektare. Lahan itu terbagi padi seluas 48.104 hektare, jagung 47.198 hektare, kacang tanah 16.557 hektare, dan kedelai 142 hektare.

Luas tanaman jagung di Gunung Kidul cukup tinggi. Begitu juga dengan komoditas palawija lainnya, seperti kacang tanah dan kedelai. Hal ini dikarenakan Gunung Kidul merupakan kabupaten yang menyumbang produksi tertinggi DIY, khususnya jagung dan beras.

“Ketiga jenis palawija diperkirakan panen seluruhnya di akhir Januari hingga Februari. Sedangkan panen raya padi diperkirakan akan dimulai pada Februari hingga Maret 2021,” katanya.

Bambang berharap, hasil panen seluruh komoditas pangan tersebut berjalan sesuai perkiraan, terutama padi yang baru akan dipanen pada Februari mendatang. Menurut Bambang, peningkatan hasil panen di awal 2021 ini bisa membantu ekonomi petani sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Gunung Kidul.

“Meski masih dalam suasana pandemi, petani diharapkan tetap produktif dalam menghasilkan bahan pangan,” katanya.

Petugas penyuluh pertanian Kecamatan Playen, Bekti mengatakan, berdasarkan hasil ubinan untuk melihat hasil kacang tanah di Playen sebanyak 2,92 kilogram polong basah, jika dikonversi mendapatkan hasil 4,7 ton polong basah per hektare atau 1,49 ton wose kering per hektare.

“Saat ini, harga kacang tanah wose di tingkat petani mencapai Rp 22 ribu per kilogram maka petani mendapatkan hasil kisaran Rp 30 juta per hektare,” kata Bekti.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/qnguwi484/petani-di-kabupaten-gunung-kidul-mulai-panen-jagung