Petani Belum Bisa Menanam Padi

Sejak adanya pengerjaan saluran irigasi sungai Batanghari, ke ratusan hektare lahan cetak sawah Dusun Kuamang, Sari Mulya, dan Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir,  membuat para petani terpaksa tidak bisa beraktifitas dengan lancar. Para petani belum bisa menanam padi, mereka hanya bisa menanam jagung dan kacang tanah.

Katiyo (50), salah satu petani menuturkan lahan cetak sawah mereka sekarang kacau balau. Sebab tidak ada suplai air ke lahan cetak sawah, akrena ada perbaikan irigasi.

“Kami terpaksa alih fungsi tanam jagung dan kacang tanah. Itupun hasilnya tidak memuaskan. Pemasaran kacang tanah, kami mengalami kendala. Namun, dari pada tidak diolah lahannya, lebih baik diolah tanam kacang tanah dan jagung,” katanya.

Katiyo mengatakan, seharusnya bulan Januari 2021 ini sudah ada suplai air. Namun, para petani mendapatkan informasi terbaru, bahwa air baru bisa masuk tiga bulan lagi.

“Kami yang petani ini susah jadinya. Mau cocok tanam padi kalau seperti ini, kacau balau jadinya,” ungkap Katiyo.

Untuk diketahui, saat ini rata-rata petani yang biasa bercocok tanam padi, sudah perguliran tanam ke komoditi jagung dan kacang tanah.

Petugas penyuluhan pertanian Kecamatan Jujuhan Ilir, Yusmaizar mengatakan sekarang petani yang biasa menggarap lahan cetak sawah, terpaksa perguliran tanam menjelang suplai air kembali normal. Diperkirakan, April 2021 nanti baru ada suplai air yang normal.

“Kalau tidak berubah lagi, April sudah normal kembali. Sekarang lagi ada pengerjaan saluran irigasi,” tutup Yusamizar. (mai/enn)

Sumber: https://www.jambi-independent.co.id/read/2021/01/28/58347/petani-belum-bisa-menanam-padi—/