Sudah Sebulan, Harga Cabai di Pasar Bojonegoro Alami Kenaikan

Sejak awal tahun 2021 atau sejak saat memasuki musim penghujan tahun ini, harga sejumlah komoditas khususnya harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro, alami kenaikan cukup tajam. Kondisi berbeda terjadi untuk harga bawang merah yang sempat mengalami penurunan, namun kini berangsur naik.

ADVERTISEMENTKenaikan harga cabai tersebut diduga akibat datangnya musim penghujan, sehingga produksi petani cabai mengalami penurunan karena banyak cabai yang rusak akibat terkena air hujan. Selain itu, banyak petani yang mulai beralih menaman padi, yang mengakibattkan produksi cabai atau pasokannya menurun.

Sementara, penurunan harga bawang merah akibat adanya panen raya pada akhir tahun lalu sehingga produksinya melimpah yang berdampak turunnya harga di pasar.

Di Pasar trdisional Kota Bojonegoro, harga cabai rawit sebulan lalu berkisar antara Rp 40 ribu per kilgram, sementara seminggu lalu harganya naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram, dan hingga Kamis (04/02/2021) hari ini, harganya bertahan Rp 70 ribu per kilogram.

Untuk cabai rawit hijau, sebulan lalu harganya berkisar antara Rp 35 ribu per kilgram, sementara sejak seminggu lalu naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram, dan bertahan hingga hari ini.

ADVERTISEMENTDemikian juga untuk cabai merah keriting, sebulan lalu berkisar antara Rp 35 ribu per kilgram, sementara seminggu lalu harganya naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram dan terus bertahan hingga hari ini.

Harga Cabai merah besar (lompong), sebulan lalu berkisar antara Rp 35 ribu per kilgram, seminggu lalu naik menjadi Rp 55 ribu per kilogram, dan hari ini, harganya mencapai Rp 60 ribu per kiligram.

Untuk harga bawang merah, sebulan lalu harganya sempat anjlok hingga Rp 15 ribu per kilgram, namun seminggu lalu mulai naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram, dan hari ini, harganya mencapai Rp 22 ribu per kiligram.Sementara untuk bawang putih, sejak sebulan lalu harganya relatif stabil pada kisaran Rp 20 ribu per kilgram, di mana hari ini harganya mencapai Rp 22 ribu per kiligram.ADVERTISEMENT

Salah satu pedagang di pasar tradisional Kota Bojonegoro, Hj Sumirah (55) asal Kelurahan Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kota, kepada awak media ini mengatakan bahwa kenaikan harga cabai tersebut tejadi sejak seminggu lalu dan hingga kini kenaikannya masih bertahan.

“Sudah seminggu harga tetap. Penyebabnya barangnya tidak ada, soalnya musim hujan ini barangnya banyak yang rusak, sehingga produksinya menurun,” kata Sumirah.Menurutnya, dengan adanya kenaikan harga tersebut berdampak pada penjualan dari masing-masing pedagang di pasar Kota Bojonegoro.

“Pembeli ya turun karena harganya mahal. Misal biasanya beli 3 kilo sekarang cuma beli 2 kilo atau bahkan 1 kilo, karena harganya mahal,” kata Sumirah.Seorang warga bernama Endang Gunawan (40), pengusaha warung makan warga Perumda Bojonegoro Kota mengaku dirinya harus pandai-pandai mengatur uang belanjaan akibat kenaikan harga cabai tersebut, karena cabai merupakan bumbu utama di warung miliknya.

ADVERTISEMENT”Biasanya kalau bawa uang 100 ribu rupiah sudah dapat macam-macam bumbu, sekarang harus dibagi-bagi. Cabai biasanya saya beli setengah kiloan, sekarang cuma beli seperempat kilo,” kata Endang.

Sumber: https://kumparan.com/beritabojonegoro/sudah-sebulan-harga-cabai-di-pasar-bojonegoro-alami-kenaikan-1v6tENDeExZ

Harga Cabai Rawit di Pasar Raya Padang Masih Mahal

Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Raya Padang, Provinsi Sumbar saat ini sedang melonjak naik. Selain harga komoditas bawang merah yang sedang naik, harga cabai rawit hijau kini masih melambung tinggi di pasaran.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar melalui Kasi Perdagangan Sumbar, Jonhar, Kamis (4/2/2021), tercatat harga cabai rawit hijau masih dijual Rp80.000 per kilogram (kg).

Begitu juga harga cabai merah keriting saat ini di Pasar Raya Padang kembali naik menjadi Rp44.000 per kg, sebelumnya dikisaran Rp36.000 per kg.

Sementara sejumlah komoditas masih cenderung stabil. Seperti, beras Cap Arai Pinang Pariaman Rp10.000 per kg, beras Cisokan Solok Rp15.000 per kg, beras Cap IR-42 Muara Labuh Rp12.500 per kg, beras Cap IR- 42 Padang Rp13.500 per kg.

Beras Cap Jawa Rp14.000 per kg, beras Cap Kuraik Kusuik Bukittinggi Rp14.000 per kg, beras Cap Panda Jambi Rp12.000 per kg, dan beras Sokan Panjang Padang Rp12.000 per kg.

Gula pasir kristal putih plastik Rp13.000 per kg, minyak goreng curah plastik tanpa merek Rp12.000 per kg, minyak goreng kemasan plastik bimoli Rp15.000 per 1 liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp12.000 per 1 liter.

Daging sapi lokal (paha belakang) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging has luar Sirloin ) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging sanding lamur Brisket) Rp130.000 per kg, daging sapi lokal (daging has dalam Tanderloin) Rp120.000 per kg, daging tetelan Rp40.000 per kg, dan aging sapi lokal (daging has dalam Tenderloin ) Rp130.000 per kg.

Daging ayam ras/broiler utuh Rp42.000 per kg, daging ayam kampung utuh Rp47.000 per kg. Sementara telur ayam negeri Rp27.200 per kg, telur ayam kampung Rp42.000 per kg.

Susu bubuk lokal indomilk coklat 400 gram Rp31.000 per kg, susu bubuk lokal neste dancaw full cream 380 gram Rp43.000 susu kental manis frisian flag Rp10.000 per kg, susu kental manis indomilk Rp10.000.

Sedangkan, jagung lokal pipilan Rp6.000 per kg, tepung terigu Bogasari eceran protein sedang Rp10.000 per kg, tepung terigu Bogasari eceran protein sedang Rp8.5000 per kg, kacang kedele Rp10.000 per kg.

Bawang putih Rp24.000 per kg, bawang merah Rp26.000 per kg, ikan laut teri Rp70.000 per kg, garam bata yodium Rp1.500 per buah, garam halus yodisum Rp12.000 per kg.

Mie instan indofood indomie kuah kari ayam Rp2.500 per bungkus, kacang tanah Rp28.000 per kg, kacang hijau Rp23.000 per kg, dan ketela pohon Rp6.000 per kg.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/120391/harga-cabai-rawit-di-pasar-raya-padang-masih-mahal