Petani Aceh Tamiang Dilatih Tanam Padi Organik, Ini Kelebihannya dari Anorganik

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang melatih sebagian petani menanam padi secara organik.
Pelatihan ini dilakukan di lahan seluas 8 hektare milik kelompok Tani Jaya di Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (25/1/2021).

Petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Karangbaru Distanbunak Aceh Tamiang dan PPL swadaya, Armand Lubis yang baru saja menyelesaikan kontrak pertanian di Qatar dilibatkan dalam pelatihan ini.

“Kita melibatkan penyuluh senior kita, bang Armand Lubis terlibat dalam pelatihan ini. Keahlian beliau di bidang tanah pertaniaan kami rasa cukup dibutuhkan,” kata Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus.

Yunus menjelaskan pelatihan ini cukup penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani dalam mengolah tanaman padi. Sebab kata dia, banyak kelebihan yang diraih dari sistem organik dibandin anorganik.

“Jelas organik ini memiliki banyak keunggulan, makanya ke depan kita berharap petani kita semuanya menerapkan organik,” lanjut Yunus.

Dijelaskannya kelebihan pertama yang diperoleh petani mengolah tanaman organik ialah ongkos produksi.

Bahkan dalam pelatihan ini, petani turut dilatih membuat pupuk organik yang otomatis akan semakin menurunkan biaya tanam.

Di sisi lain, harga jual padi organik juga jauh lebih tinggi. Bila padi hasil tanam anorganik memiliki haga jual berkisar Rp 5 ribu, padi organik sudah mencapai dua kali lipatnya.

“Ternyata masih sedikit yang tahu kalau beras organik ini memiliki kelas tinggi. harganya pun bisa sampai Rp 10 ribu,” kata Yunus.

Harga jual tinggi ini kata dia didukung rasa yang lebih pulen dan tidak mudah basi.

“Kualitasnya lebih baik, selain pulen, lebih tahan lama dibanding anorganik,” sambungnya.

Bagian lain yang tak kalah penting kata dia, pola tanam organik ini tidak mematikan kesuburan tanah.

Hal ini sangat memungkinkan petani meraih produksi lebih besar dan bisa melakukan tanam lebih banyak.

Yunus mencontohkan lahan demonstrasi plot (demplot) di Tangsilama, Seruway berhasil memproduksi padi organik 5,7 ton per hektare.

Padahal di lahan serupa dengan pola anorganik. Produksi yang dihasilkan hanya 5,2 ton.

“Ini hasil uji coba, artinya produktivitas ini masih bisa ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/25/petani-aceh-tamiang-dilatih-tanam-padi-organik-ini-kelebihannya-dari-anorganik?page=2