Anggota TNI Ini Sukses Jadi Petani Kelengkeng Setelah Satu Kaki Terkena Ranjau

Meskipun dengan satu kaki, anggota TNI bernama Mugiyanto ini tetap semangat menjadi petani. Ia memilih menjadi petani kelengkeng yang sukses hasilkan puluhan ton kelengkeng setiap tahun

Tidak ada yang tahu kapan musibah datang, termasuk bagi Mugiyanto. Anggota TNI yang harus rela kehilangan satu kakinya setelah terkena ranjau saat bertugas di Ambon. Namun hal ini tak membuatnya putus asa.

Meskipun fisiknya sudah tak sempurna, tapi Mugiyanto sadar ia harus tetap menjalani hidup. Ia pun memilih menjadi petani buah setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Kementrian Pertanian RI.

Kisah Mugiyanto ini dirangkum dalam video yang diunggah di channel youtube Kementrian Pertanian RI. Selain memberi semangat, Mugiyanto juga menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang.

Pria dengan pangkat Serda ini setiap hari sibuk mengurus ratusan pohon kelengkeng di kebun Borobudur. Kebun buah yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini menjadi saksi dari perjuangan Mugiyanto.

“Tahun 2000 saya kecelakaan saat tugas di Ambon. Saya terkena ranjau di sana, sekarang ini saya menggunakan kaki palsu,” kata Mugiyanto.

Di kebun ini setidaknya ada 250 pohon kelengkeng jenis Kateki yang ia rawat. Kelengkeng ini termasuk jenis terbaik dan unggulan di Indonesia. Buahnya manis, berukuran besar dan bisa dipanen sepanjang tahun tanpa kenal musim.

Kelengkeng yang ditanam Mugiyanto ini termasuk varietas super, dalam satu tangkai bisa menghasilkan buah seberat 3-5 kilogram. Inilah yang membuat banyak Mugiyanto semakin semangat bertani.

Dalam setahun, kebun ini bisa menghasilkan hingga 50 ton buah kelengkeng. Ia mengaku sama sekali tidak kesulitan memasarkan buah ini karena pasarnya sangat terbuka lebar.

Selain menjual langsung ke pasaran, Mugiyanto juga membuka kebunnya ini sebagai sarana agro wisata. Siapapun boleh datang, memetik kelengkeng dan membeli serta menjadikan buah ini sebagai oleh-oleh. Mugiyanto juga membuka sarana edukasi bagi orang-orang yang mau mencoba bertani kelengkeng.

“Petani itu tidak kotor. Petani itu penghasilannya sangat luar biasa.
Jangan malu dikatakan anak muda sebagai petani. Petani itu sangat menjanjikan,” ujar Mugiyanto.

Dalam sekali panen kelengkeng, Mugiyanto bahkan bisa mengantongi hingga 500 juta. Dari sini ia menyebarkan semangat pada orang-orang agar jangan memandang remeh profesi sebagai petani.

Sumber: https://food.detik.com/info-kuliner/d-5356558/anggota-tni-ini-sukses-jadi-petani-kelengkeng-setelah-satu-kaki-terkena-ranjau

Penangkaran Benih Padi Dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Latar Belakang Permasalahan

            Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan perlu adanya dukungan sumber daya manusia (SDM), sarana (benih) dan prasarana, dan dukungan masyarakat. Salah satu komponen dalam budidaya tanaman pangan adalah ketersediaan benih bermutu. Ketersediaan benih bermutu tidak  terlepas  dari  peran  serta masyarakat dalam penangkaran benih. Kondisi keberagaman sosial ekonomi masyarakat dalam mengkomunikasi pencapaian ketersediaan benih tanaman pangan melalui pendekatan kelompok. Kementerian  Pertanian  (2015b) mengutip pernyataan Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa negara berkembang melibatkan farm saved   seed   oleh   petani   sendiri   dan commercial seed keterlibatan penangkar benih dan industri benih. Keterlibatan petani dan kelompok tani sangat perlu dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya kawasan mandiri benih. Kementerian  Pertanian  telah menerbitkan  Kepmentan  No.3  Tahun 2015 tentang penetapan   kawasan padi, jagung, kedelai dan ubi kayu nasional dalam mendukung ketersediaan benih nasional, bentuk programnya kawasan mandiri benih terdiri dari seribu desa mandiri  benih  (Kementan  2015a).

Sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.Selama lebih dari satu dasawarsa, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada pada urutan kedua setelah sektor industri pengolahan.Namun demikian kontribusinya semakin kecil seiring dengan transformasi dari sektor pertanian menuju sektor industri manufaktur dan jasa. Pada tahun 2003 kontribusi sektor ini sebesar 15,2 persen, kemudian menurun menjadi 14,4 persen pada tahun 2013 (BPS, 2013).

Rendahnya pertumbuhan sektor pertanian disumbang oleh penurunan kinerja dari subsektor tanaman pangan.Dengan melihat kondisi ini maka upaya lebih serius sangat diperlukan untuk mewujudkan swasembada pangan. Komoditas tanaman pangan yang nilainya paling strategis adalah padi.Padi menghasilkan beras sebagai makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia.Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras dalam periode 2005-2025 diproyeksikan masih akan terus meningkat. Pada tahun 2005 kebutuhan beras setara 52,8 juta ton gabah kering giling (GKG), maka pada tahun 2025 kebutuhan tersebut diproyeksikan sebesar 65,9 juta ton GKG (Mandagie, 2013). Komoditas tersebut merupakan salah satu sasaran utama pemerintah dalam target swasembada. Upaya untuk mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan harus menjadi prioritas dan perlu dukungan nyata dari semua pihak. Salah satu cara adalah upaya peningkatan produktivitas padi 1,5 persen per tahun dengan indeks panen 1,52 diperkirakan dapat mempertahankan swasembada beras hingga tahun 2025 (Mandagie, 2013). Salah satu faktor pendukung dari peningkatan produksi adalah dengan penggunaan benih padi unggul bersertifikat yang digunakan oleh petani berupa benih sebar. Melalui penggunaan benih bermutu, produktivitas tanaman akan meningkat sehingga produksi pangan nasional juga akan meningkat. Dengan demikian ketahanan pangan akan tercapai. Lebih jauh penggunaan benih bermutu juga akan meningkatkan kualitas hasil pertanian. Selain itu penggunaan benih bermutu akan menyebabkan biaya produksi menjadi lebih murah karena tidak perlu menyulam, dan tidak perlu banyak mengeluarkan biaya pestisida karena benih bermutu memiliki vigor yang tinggi dan lebih tahan terhadap deraan cuaca. Peran kelompok tani penangkar benih sangat penting dalam upaya mencapai swasembada pangan.Peran kelompok tani penangkar benih terutama sebagai unit produksi yang menyediakan kebutuhan benih unggul, dan berperan sebagai kelas belajar, wadah kerjasama, dan unit pemasaran.

Penangkaran benih padi pada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini diharapkan mampu meningkatkan pertanian yang ada di Sumatera Barat ini khususnya. Karena lewat penangkarran benih padi ini petani bisa sejahtera jika dilaksanakan dengan baik dan benar pada prosesnya awal sampai akir.

PEMBAHASAN

Penangkaran benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri banyak di minati oleh petani, dikarenakan benih padi yang dihasilkan Gapoktan Empat Sehati Mandiri sangat baik dan memuaskan bagi para petani. Dengan adanya penangkaran benih ini diharapkan dapat meningkat suatu produk pertanian, pertanian  khususnya padi yang ada di Batusangkar dan benih padi ini juga dipasarkan di Dinas Pertanian yang ada di Sumatera Barat, tidak hanya di Sumatera Barat saja Gapoktan Empat Sehati Mandiri juga memasarkannya di luar sumbar seperti ke Provinsi Riu.

Pertanian di Sumatera Barat memang harus di kembangkan terkhususnya pada bidang padi dikarenakan padi merupakan sumber makanan pengisi energi pertama bagi manusia, jika produktivitas padi berkurang maka sangat di takutkan kita warga negara Indonesia mengekspor padi dari Luar Negeri, padahal negara kita sangat cocok dilakukannya pertanian baik itu dibidang padi maupun pertanian lainnya, apalagi kita bisa melihat bahwa di Sumatera Barat ini sangat cocok tanahnya ditanami tanaman apa saja, ini sangat sayang sekali jika tidak kita manfaatkan dengan sebaik — baiknya. Pada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini sangat memperhatikan kualitas yang baik, katrena kepuasan konsemen adalah nomor satu, pada proses pembuatan benih padi ini melewati beberapa proses dahulu sehingga bisa menghasikan benih padi yang mempunyai kualitas yang tinggi, diantaranya proses tersebut adalah sebagai berikut :

Melakukan penjemuran yang akan dijadikan bakal benih padi, tujuan dilakukannya penjemuran ini adalah untuk menguranngi jumlah kadar air maksimal 13% dan minimal 11%.

Sesudah dilakukannya penjemuran selanjutanya dilakukan pengipasan padi, tujuan dilakukan pengipasan ini adalah untuk memilih mana padi yang bisa dijadikan benih padi dan padi yang hampa, dimana padi yang hampa (tidak berisi) ini tidak bisa digunakan sebagai benih padi.

Sesudah dilakukan pengipasan padi selanjutnya benih padi dimasukkan kedalam karung 50Kg dan disimpan kedalam gudang penyimpanan

Setelah benih padi di simpan digudang penyimpanan, maka selanjutnya dilakukan penyampelan benih padi oleh dinas pertanian Batusangkar Kabupaten Agam, penyampelan ini dibawa ke labolatorium selama empat belas hari untuk mengetahui layak atau tidaknya benih padi ini untuk digunakan

Setelah hasil sampel dari labolatorium keluar dan layak untuk digunakan sebagai benih padi, maka selanjutnya dilakukan pengemasan benih padi padi ini dalam ukuran berat 5Kg dan 10Kg tergantung pada permintaan konsumen

Setelah dilakukannya pengemasan maka selanjutnya dilakukan pemasaran, kegiatan pemasaran ini dilakukan sesuai kemana permintaan akan diantarkan

Begitulah proses pembuatan benih padi ini yang ada di Gapoktan Empat sehati Mandiri, sehingga Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini mampu menghasilkan  benih padi yang dinilai mempunyai kualitas tumbuh tinggi, karena sudah melewati hasil tes dari labolatorium dan sudah memiliki label benih besertifikat, dan label siap edar, tanpa adanya label edar yang sudah siap dilakukan hasil tes labolatorium maka jika diketahui oleh dinas pertanian maka bisa dikatakan benih padi yang akan kita edarkan sebagai benih ilegal.

Benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini juga sudah pasti berkualitas tinggi dikarenakan pada benih yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini sedah memiliki sertifikat dari pemerintahan dan benih yang di pasarkan juga sudah memiliki label. Pada saat proses pengantongan dan pelabelan benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri juga melakukan tes labolatorium oleh dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, untuk mengetahui apakah benih padi ini layak atau tidaknya untuk dijadikan benih untuk para petani, kerena jika dibawah 50% kegagalan pada saat tes labolatorium maka benih benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri di nyatakan gagal edar di pasaran, maka dari sinilah dapat kita lihat bahwa Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini sangat memperhatikan kualitas yang tingi, karena ditakutkan jika tidak megutamakan kualitas yang tinggi maka para konsumen, petani, dan orang — orang yang telah bekerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri tidak akan percaya lagi, dikarenakan bisa menimbumbulkan kerugian besar bagi mereka.

Gapoktan Empat Sehati Madiri ini juga sudah memiliki alat transportasi sendiri, sehingga jika ada orang mau bekerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri, jika dari pihak orang yang bekerja sama tidak memiliki alat untuk menjemout benih padi atau sedang sibuk atau lagi ada suatu kendala maka pihak dari Gapoktan Empat Sehati Mandiri bersedia mengantarkan ke lokasi yang akan dituju dengan aman dan selamat dan jika dalam proses pengantaran ada kemasan yang rusak pihak dari Gapoktan Empat Sehati Madiri bersedia mengganti barang yang rusak sesuai dengan jumlah yang rusak, dari sinilah banyak orang yang suka bekerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini dikarenakan mereka bisa menjalin kerjasama dengan baik dan dapat di percaya.

Dampak Positif Dari Gapoktan Empat Sehati Mandiri

  1. Semua kebutuhan benih padi yang ada di Kabupaten Tanah Datar bisa terpenuhi semua.
  2. Para petani yang ada di wilayah Sumbar bisa maju dengan ketersediaan benih padi yang unggul dan berkualitas tinggi dengan adanya bantuan pemerintah daerah yang ada didaerah tersebut jika telah melakukan kerja sama dengan Gapoktan Empat Sehati Mandiri.
  3. Dengan adanya benih yang sudah memiliki label dan sertifikat yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri diharapkan bisa mengembangkan bidang pertanian di bidang padi sawah, khususnya di Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya.
  4. Dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan Gapoktan Empat Sehati Mandiri, maka diharapkan dapat membantu pekembangan ekonomi di Kabupaten Tanah Datar, pada bidang pembayaran pajak daerah.

Kesimpulan 

            Penangkaran benih padi yang ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri banyak di minati oleh petani, dikarenakan benih padi yang dihasilkan Gapoktan Empat Sehati Mandiri sangat baik dan memuaskan bagi para petani. Dengan adanya penangkaran benih ini diharapkan dapat meningkat pertanian khususnya padi yang ada di Batusangkar dan benih padi ini juga dipasarkan di Dinas Pertanian yang ada di Sumatera Barat, tidak hanya di Sumatera Barat saja Gapoktan Empat Sehati Mandiri juga memasarkannya di luar sumbar seperti ke Provinsi Riu.

            Penangkaran benih padi pada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini diharapkan mampu meningkatkan pertanian yang ada di Sumatera Barat ini khususnya. Karena lewat penangkarran benih padi ini petani bisa sejahtera jika dilaksanakan dengan baik dan benar pada prosesnya awal sampai akir. Maka  dengan adanya penangkaran benih padi ini sangat diharapkan dapat meningkatkan pertanian yang ada di Sumatera Barat, terkhususnya di Kabupaten Tanah Datar. Pada penangkaran benih padi yang ada Gapoktan Empat Sehati Mandiri ini benih padi yang dihasilkan cukup bagus, dan sudah melalui proses tes labolatorium yang ada di Dinas Pertanian yang ada di Kabupaten Tanah Datar.


Daftar Pustaka

BPS. 2013. Naik turunnyua sektor di bidang pertanian

Kementerian Pertanian. 2015b. mengutip pernyataan Food and Agriculture                                                                Organization (FAO)

Kepmentan  No.3. 2015. tentang penetapan   kawasan padi, jagung, kedelai dan ubi kayu

Kementan. 2015. kawasan mandiri benih terdiri dari seribu desa mandiri  benih  

Sumber: https://www.kompasiana.com/masregy/60126893d541df660a13d452/penangkaran-benih-padi-dalam-mendukung-pembangunan-pertanian-berkelanjutan?page=3

Kementan Salurkan Benih Padi untuk Petani Pangandaran, Ini Rinciannya

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan, bantuan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk masa tanam bulan Maret dan April 2021.

“Jenis padi yang akan diterima di antaranya padi inbrida, padi rawa, padi nutrizing dan padi organik,” kata Aep, Selasa (2/2/2021).

Untuk padi inbrida mendapat kuota sebanyak 6.898 hektare (Ha), sedangkan bantuan padi rawa sebanyak 131 Ha.

Kemudian, padi nutrizing sebanyak 30 Ha, dan padi organik sebanyak 50 Ha.

“Padi inbrida yang disalurkan sebanyak 172.450 kilogram benih yang terdiri dari tiga jenis varietas yaitu Inpari 32, Inpari 42, Inpari 43,” tambah Aep.

Untuk padi rawa akan disalurkan kepada petani padi di Kecamatan Padaherang.

Selanjutnya, padi nutrizing disalurkan ke Kecamatan Mangunjaya dan Kecamatan Kalipucang.

“Padi organik akan didistribusikan ke Kecamatan Parigi dan Kecamatan Padaherang,” terang Aep.

Aep berharap, bantuan bentuk padi yang disalurkan oleh Kementan kepada petani padi dapat mempertahankan angka produktivitas padi di Kabupaten Pangandaran.

“Kondisi saat ini, areal pesawahan di Kabupaten Pangandaran sebagian besar mengandalkan air dari hujan.”

“Karena, masih banyak areal pesawahan yang kondisi irigasinya belum memadai,” jelasnya.

Sumber: https://ruber.id/kementan-salurkan-benih-padi-untuk-petani-pangandaran-ini-rinciannya/

Petani Pangandaran Akan Dapat Bantuan Benih dari Pemerintah Pusat

Petani di Kabupaten Pangandaran akan mendapat suplai benih dari pemerintah pusat. Bantuan diberikan agar hasil tanaman padi lebih maksimal.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada para petani dalam bentuk barang.

“Pemberian bantuannya itu sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan Pemda Pangandaran,” ucapnya kepada wartawan Rabu (3/2/2021).

Dirinya mengatakan bantuan tersebut rencananya bakal dialokasikan untuk masa tanam bulan Maret dan April 2021. “Beberapa benih padi yang diberikan diantaranya inbrida, rawa, nutrizing dan padi organik,” ujarnya.

Kuota benih padi inbrida diperuntukan bagi lahan seluas 6.898 hektare, rawa sebanyak 131 hektare, nutrizing 30 hektare dan organik sebanyak 50 hektare.

“Padi inbrida yang disalurkan sebanyak 172.450 kilogram benih yang terdiri dari 3 jenis varietas yaitu inpari 32, inpari 42, inpari 43,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan bentuk benih padi kepada para petani bisa mempertahankan angka produktivitas padi di Kabupaten Pangandaran.

“Kondisi saat ini areal pesawahan di Kabupaten Pangandaran sebagian besar mengandalkan air dari hujan karena masih banyak areal pesawahan yang kondisi irigasinya belum memadai,” ucapnya.

Salah seorang petani, Salwan (45) berharap bantuan benih itu bisa benar-benar terealisasi. “Mudah-mudahan saja benar, karena kami sekarang masuk masa panen dan kemungkinan akan masuk masa tanam sebentar lagi,” jelasnya.

Kata dia, kemungkinan masa tanam akan cepat karena curah hujan juga sangat tinggi untuk saat ini. “Jadi kami juga suka buru-buru tanam lagi,” kata dia.

Sumber: https://www.radartasikmalaya.com/petani-pangandaran-akan-dapat-bantuan-benih-dari-pemerintah-pusat/

Petani di Probolinggo Harus Tahu, Ini Harga Pupuk Subsidi yang Sebenarnya di Kios

Mahalnya harga pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang mencapai Rp 360 ribu sampai Rp 380 ribu per kwintal, akhirnya mendapat klarifikasi dari pemilik kios.

Terkait mahalnya pupuk subsidi yang juga terjual liar di luaran, kini petani harus tahu dengan harga yang sebenarnya sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah. Salah satu kios pupuk di Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten setempat membeberkan harga yang sebenarnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Agus, pemilik kios pupuk di Desa Glagah menyampaikan, ia menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan yang ada dan sesuai HET.

“Urea saya jual Rp 2.250/kg atau setara Rp 225.000/ kwintal. Kemudian Za  Rp 1.700/kg. Untuk Ponska Rp 2.300/kg. Sedangkan SP-36 Rp 2.400/kg. Selanjutnya untuk Organik Rp. 800/kg. Itupun saya tidak berani menjual di luar E-RDKK dan itupun petani sudah tahu berapa harga masing-masing jenis pupuk,” jelasnya Minggu (31/1/2021).

“Dan apabila jatah untuk petani di E-RDKK tidak cukup, maka baru petani beli yang non subsidi. Itupun tidak ada paksaan dari pihak kios,” sambungnya.

Agus mengatakan, untuk jatah masing-masing petani per musim tanam (MT) per-hektarnya mendapat  52 kg untuk jenis pupuk Urea. Za mendapat 26 kg, untuk pupuk jenis SP-36 mendapat 12 kg, dan NPK mendapat 32 kg.

Dari data yang disampaikan tersebut, sejumlah Kelompok Tani di Kecamatan Kotaanyar dan Kecamatan Paiton mengaku harga di setiap kios tidaklah sama. Jatah yang dari E-RDKK-pun tidak sama. Ada yang mendapat 75 kg per hektar, ada yang mendapat 35 kg, ada pula yang mendapat 62 kg.

“Kalau saya pribadi menyesalkan minimnya jatah yang masuk di E-RDKK itu. jika hanya mendapatkan 75 kg per hektar, yang jelas itu tidak cukup. Yang jelas harus membeli pupuk subsidi di luaran. Harga di kiospun tidak sama, banyak yang masih menjual dengan harga melebihi HET,” kata Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Kotaanyar, yang enggan disebut namanya.

Senada juga diungkapkan Ketua Kelompok Tani lainnya di Kecamatan Paiton. yang sebetulnya pihak kios juga serba salah. Terkadang harga kulakannya masih melebihi HET.

“Kami berharap kepada pihak terkait seperti penegak hukum dan pemerintah daerah, agar lebih memperketat pengawasan harga pupuk bersubsidi. Apalagi banyak pupuk Urea bersubsidi masih terjual secara liar di luaran, itu perlu diperhatikan. Agar petani di Kabupaten Probolinggo, tidak merasa dirugikan dengan yang namanya pupuk bersubsidi,” terangnya. 

Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/324678/petani-di-probolinggo-harus-tahu-ini-harga-pupuk-subsidi-yang-sebenarnya-di-kios

Babinsa Bantu Petani Tanam Benih Padi di Aceh Utara

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 28/Pirak Timu Kodim 0103/Aut Kopda Tito membantu petani mencabut dan menanam bibit padi di lahan sawah milik salah seorang petani Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Kamis (27/01/2021).

Dalam kesempatan itu Babinsa Koramil 28/Prt Kopda Tito saat mendampingi petani mengungkapkan, bahwa pihaknya akan terus membantu petani di desa binaannya masing-masing.

Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata TNI dalam mewujudkan swasembada pangan khususnya di wilayah Kodim 0103/Aut.

“Seperti saat ini, kami ikut terjun ke sawah dalam membantu para petani untuk mengumpulkan bibit padi yang siap untuk ditanami,”

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pendampingan kepada kelompok tani merupakan kegiatan rutin yang sering dilaksanakan

“Ini sudah merupakan tugas kami sebagai aparatur kewilayahan membantu para petani,” ujar Kopda Tito.

Ditempat terpisah Komandan Kodim 0103/Aut Letkol Arm Oke Kistiyanto melalui Danramil 28/Prt Kapten Inf Sarman menyampaikan bahwa apa yang telah di laksanakan oleh Babinsa Koramil jajaran Kodim 0103/Aut adalah suatu bentuk kepedulian TNI mendukung Program Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mensejahterakan masyarakat terutama para petani padi.

“Babinsa melansanakan pendampingan kepada para petani bukan hanya saat panen padi saja tetapi juga di saat penyemaian bibit padi,” terang Dandim.

Selain itu sambung Dandim, pengolahan lahan sawah, perawatan sampai panen padi. Seperti saat ini yang sedang mereka lakukan menanam padi di sawah, sebagai wujud rasa kepedulian terhadap para petani.

Ia menambahkan, untuk menambah produktivitas panen padi kali ini, pihaknya menghimbau kepada para petani agar mengupayakan percepatan masa persiapan tanam.

“Dengan mengerahkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang ada dan perluasan lahan sawah, sehingga target produksi padi dapat dicapai,” demikian Letkol Arm Oke Kistiyanto.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/28/babinsa-bantu-petani-tanam-benih-padi-di-aceh-utara



Petani Keluhkan Sulit Tanam Padi di Lahan Food Estate

Pada tahun 2020 lalu, Pemerintah Pusat telah mencanangkan program food estate atau lumbung pangan merupakan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tujuannya, mengantisipasi krisis pangan akibat dampak pandemi Covid-19, yang hingga kini masih berlangsung.

Sebagai salah satu wilayah yang dijadikan lokasi program food estate adalah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), khususnya untuk jenis tanaman padi. Namun, sebagian petani di lokasi tersebut mengaku kesulitan menanam padi, khususnya jenis padi IP 300.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Tahai Jaya, Jasimin mewakili petani di desanya ketika kegiatan kunjungan kerja Senator DPD RI Agustin Teras Narang melalui daring, Jumat (29/1/2021) siang.

Menurut Kades Tahai Jaya, Jasimin, lahan di desanya yang masuk kawasan food estate seluas 490 hektare, khusus untuk tanaman padi. Untuk musim tanam sekarang yang berbarengan dengan program food estate telah panen untuk padi IP 300, tetapi hasil panen tak sesuai yang diharapkan.

“Barangkali perlu evaluasi kembali. Contohnya, saya menaman padi jenis IP300 luas 5,5 ha hanya bisa panen 4 sak. Salah satu alasan kemungkinan kondisi tanah yang belum siap untuk padi IP 300, dan dukungan pemerintah juga harus maksimal,” ungkap Jasimin.

Dipaparkannya, kendala yang dialami tidak hanya soal tanah saja, melainkan banyak masalah yang lain, di antaranya penyakit hama, keterlambatan pupuk, infrastruktur jalan tani dan lainnya, sehingga benar-benar memerlukan kesiapan yang lebih matang agar hasil panen ke depan jauh lebih baik._

Jasimin berharap kendala-kendala ini ke depan dapat teratasi melalui program food estate yang sedang berjalan sekarang ini. Terlebih, hasil panen padi para petani bisa berkali lipat dari sebelumnya.

Menanggapi persoalan itu, Teras mengaku telah mendapat informasi berkenaan dengan pelaksanaan program food estate di wilayah setempat. Teras berjanji akan berkoordinasi, baik dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.

“Saya sudah bisa menangkap beberapa hal yang penting. Nanti, saya akan berdialog dengan pemerintah kabupaten dan provinsi. Kemudian nanti saya juga akan sampaikan kepada Menteri Pertanian terkait masalah-masalah yang dialami petani selama ini,” ujarnya.

Teras juga menekankan pentingnya pendampingan dalam rangka keberhasilan program food estate. Dengan pendampingan, tentunya akan diketahui kesulitan-kesulitan dari hulu ke hilir yang dihadapi, baik infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, bibit, pupuk, dan lainnya.

“Saya mengharapkan keberadaan food estate ini memang betul-betul membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Tidak hanya bagi masyarakat Kalteng, tetapi juga masyarakat luar daerah bisa menikmati,” pungkas Teras. adn

Sumber: https://www.tabengan.com/bacaberita/48727/petani-keluhkan-sulit-tanam-padi-di-lahan-food-estate/

Petani Belum Bisa Menanam Padi

Sejak adanya pengerjaan saluran irigasi sungai Batanghari, ke ratusan hektare lahan cetak sawah Dusun Kuamang, Sari Mulya, dan Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir,  membuat para petani terpaksa tidak bisa beraktifitas dengan lancar. Para petani belum bisa menanam padi, mereka hanya bisa menanam jagung dan kacang tanah.

Katiyo (50), salah satu petani menuturkan lahan cetak sawah mereka sekarang kacau balau. Sebab tidak ada suplai air ke lahan cetak sawah, akrena ada perbaikan irigasi.

“Kami terpaksa alih fungsi tanam jagung dan kacang tanah. Itupun hasilnya tidak memuaskan. Pemasaran kacang tanah, kami mengalami kendala. Namun, dari pada tidak diolah lahannya, lebih baik diolah tanam kacang tanah dan jagung,” katanya.

Katiyo mengatakan, seharusnya bulan Januari 2021 ini sudah ada suplai air. Namun, para petani mendapatkan informasi terbaru, bahwa air baru bisa masuk tiga bulan lagi.

“Kami yang petani ini susah jadinya. Mau cocok tanam padi kalau seperti ini, kacau balau jadinya,” ungkap Katiyo.

Untuk diketahui, saat ini rata-rata petani yang biasa bercocok tanam padi, sudah perguliran tanam ke komoditi jagung dan kacang tanah.

Petugas penyuluhan pertanian Kecamatan Jujuhan Ilir, Yusmaizar mengatakan sekarang petani yang biasa menggarap lahan cetak sawah, terpaksa perguliran tanam menjelang suplai air kembali normal. Diperkirakan, April 2021 nanti baru ada suplai air yang normal.

“Kalau tidak berubah lagi, April sudah normal kembali. Sekarang lagi ada pengerjaan saluran irigasi,” tutup Yusamizar. (mai/enn)

Sumber: https://www.jambi-independent.co.id/read/2021/01/28/58347/petani-belum-bisa-menanam-padi—/