HET Pupuk Bersubsidi Naik, Urea Jadi Rp 2.250/Kg dan SP-36 Rp 2.400/Kg, Begini Respon Publik

Pemerintah telah menaikkan harga pupuk bersubsidi. Kenaikan tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun 2021.

Dalam peraturan tersebut dituangkan bahwa harga pupuk urea subsidi dari harga sebelumnya sebesar Rp 1.800/kg menjadi Rp 2.250/kg.

Sedangkan harga SP-36 dari Rp 2.000/kg menjadi Rp 2.400/kg dan pupuk ZA naik menjadi Rp 1.700/kg. Adapun pupuk organik dari harga Rp 500/kg naik menjadi Rp 800/kg. Sementara pupuk NPK tidak mengalami kenaikan, harganya tetap Rp 2.300/kg.

“Tahun 2021, Kementan juga menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 9,04 juta ton menjadi 8,9 juta ton,” kata pemerhati pertanian Pidie, Andi Firdhaus Lancok kepada Serambinews.com, Sabtu (30/1/2020).

Ia melanjutkan, menyikapi Permentan Nomor 49 Tahun 2020, Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhi meminta, agar masyarakat mengawal supaya tidak ada penyalahgunaan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani.

Untuk itu, Andi Firdhaus Lancok mengajak, masyarakat petani di Pidie harus betul-betul terlibat dalam mengontrol pendistribusian pupuk bersubsisi tersebut.

Tak hanya itu, sebut dia, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Pidie juga mesti segera melakukan pengawasan, sekaligus meminta distributor dan kios pengecer untuk tidak menjual harga pupuk bersubsidi di atas HET.

Lalu, menurutnya, Distanpan Pidie juga harus memastikan kembali data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang selama ini dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga penebusan pupuk subsidi disinyalir tidak tepat sasaran.

“Kami minta pihak kepolisian agar segera melakukan investigasi dan tindakan yang serius atas dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas harga HET, kadang hingga Rp 150.000 per sak,” jelas mantan aktivis itu.

Ia menambahkan, lembaga dewan juga harus sesegera mungkin atau dalam waktu dekat untuk turun ke lapangan dengan melakukan cek dugaan permainan harga di tingkat distributor, sehingga petani tidak harus membeli pupuk di atas HET.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/30/het-pupuk-bersubsidi-naik-urea-jadi-rp-2250kg-dan-sp-36-rp-2400kg-begini-respon-publik



Petani di Pesawaran Minta Kepada Pemerintah Segera Atasi Langkanya Pupuk Urea

Pesawaran – Para petani desa Karangrejo Kecamatan Negerikaton Pesawaran keluhkan langkanya pupuk urea, hal ini di sampaikan Muji kepada sejumlah awak media hari Sabtu, (30/01/2020).

Muji anggota poktan (Kelompok tani) setempat mengatakan, Saya sudah tanam padi dari bulan Desember 2020 seharusnya persiapan pupuk sudah ada. kemudian tanya dengan Gapoktan, jawabanya belum dikirim dari Distributornya sedangkan pihak distributor menerangkan belum dikirim dari pabrik pupuk. Maka saya terpaksa beli ditempat lain dengan harga Rp 130 ribu /sak.”kata Muji.

Ditempat terpisah Supadi anggota poktan desa Karangrejo juga kecewa adanya keterlambatan pupuk urea karena terkadang kami petani tidak punya uang untuk beli pupuk, sedangkan tanaman padi harus dipupuk supaya hasilnya memuaskan. Yah, dengan terpaksa hutang pupuk di tempat lain, kendatipun harganya Rp 130.ribu /sak.”Tandas Supadi.

” Marwoto selaku Gapoktan desa Karangrejo menjelaskan kepada awak media hari Sabtu pagi 30/01/2021 melalui ponselnya.”Benar pak memang pada waktu petani menanam padi, pupuk terlambat datang dari pabriknya, Pihak distributor juga nenunggu pengiriman pupuk dari pabrik, Tapi bagi anggota poktan lain yang sudah mentransfer dana pupuk dua bulan sebelum tanam padi, rata-rata pupuknya sudah dikirim.”Pungkas Marwoto

Sumber: https://mitrapol.com/2021/01/30/petani-di-pesawaran-minta-kepada-pemerintah-segera-atasi-langkanya-pupuk-urea/